Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
60. MDD : Penculikan Part 1


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >


"Melanjutkan?"


"Bukan mas! Melahirkan!" ucap setengah berteriak.


"Ohhhh melahirkan," ucap Wisnu santai dan mengunyah makanannya.


"Apa!? melahirkan!" lanjutnya panik.


Seketika Wisnu panik dan bingung, ia kemudian menggendong Nissa dan membawanya keluar mencari taksi.


"Aduh taksi mana sih?" ucap Wisnu panik sementara Nissa sudah kesakitan.


"Eh bentar! Aku kan punya mobil," ucap Wisnu teringat sesuatu lalu segera membawa Nissa masuk kedalam mobilnya.


Kemudian Wisnu masuk kembali kedalam rumah mengambil beberapa pakaian dan juga Amri yang ia gendong bagai koper masuk kedalam mobil.


Setelah semua selesai akhirnya Wisnu segera tancap gas menuju kerumah sakit.


Dalam perjalanan Wisnu tampak kaget setengah mati bercampur panik menjadi es cendol dawet, eh bentar cendol? Sudah lupakan.


"Mas, sakit!" ucap Nissa meringis kesakitan.


Kontraksi, dan panik dirasakan oleh Nissa, sedangkan Wisnu ini kali pertama bagi hidupnya mendampingi Nissa melahirkan setelah sebelumnya saat Amri dilahirkan ia tak bisa disamping Nissa.


"Sabar yah sayang," ucap Wisnu mempercepat laju kendaraannya.


"Sakit mas!" ucap Nissa dengan suara meninggi sedangkan Amri terdiam ketakutan dan sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.


"Nis! Tahan Nis!" ucap Wisnu panik di dalam mobil sambil fokus menyetir.


"Sakit Mas!" racau Nissa sudah tak tahan.


"Iya sayang! Tahan bentar lagi sampai kok!" ucap Wisnu menenangkan.


Mobil Wisnu kini sudah memasuki parkiran rumah sakit tersebut dan segera memarkirkan mobilnya dan menggendong Nissa masuk ke rumah sakit dengan Amri menyusul di belakangannya.


Sesampainya di lobby rumah sakit Wisnu kemudian berteriak memanggil dokter untuk segera melakukan tindakan kepada Nissa.

__ADS_1


Terlihat para suster dan dokter membawa Nissa ke sebuah ruangan dimana Wisnu tidak bisa masuk kesana.


Wisnu sangat panik, ia hanya hilir mudik di depan pintu ruangan tersebut sampai akhirnya ia teringat akan hal kemungkinan yang akan terjadi.


"Papah?" ucap Amri memanggil Wisnu.


"Iya sayang!" ucap Wisnu berjongkok mengelus pipi anaknya.


"Mamah kenapa?" tanya Amri polos.


"Mamah kan mau ngelahirin adik kamu," ucap Wisnu menjelaskan.


"Oh gitu yah pah?" ucap Amri mengerti.


Wisnu kemudian tersenyum lalu berdiri dari posisinya tadi dan kembali mondar mandir sambil ngedance maju mundur syantik. Apaan sih thor?


Tak lama kemudian terdengar sebuah tangisan bayi yang memecah keheningan membuat Wisnu sedikit bisa bernapas lega.


Lama Wisnu menunggu hingga akhirnya dokter yang menangani Nissa keluar dan menemui Wisnu.


"Pak Wisnu?" ucap dokter tersebut memanggil Wisnu.


"Bu Nissa sudah melahirkan dan ingin menemui anda," ucap dokter tersebut pada Wisnu.


"Yaudah dok, terimakasih," ucap Wisnu tersenyum dan tak hentinya mengucap alhamdulilah. "Amri? Amri tunggu disini dulu yah? Jangan kemana mana oke?"


"Iya pah!" ucap Amri mengangguk setuju.


Wisnu kemudian masuk kedalam ruangan meninggalkan Amri sendirian duduk di kursi tunggu, tak lama kemudian tampak seorang suster berjalan ke arah Amri dan tersenyum ramah kepada Amri.


"Halo Amri," ucap suster tersebut pada Amri.


"Halo tante, tante siapa?" ucap Amri polos.


"Ikut tante yuk!" ucap suster tersebut menarik tangan Amri.


"Mau kemana?" ucap Amri agak ketakutan.


"Kita pergi main main aja," ucap suster tersebut tersenyum ramah.

__ADS_1


"Gak mau!" ucap Amri ketus.


Mendengar penolakan Wisnu tampak sangat kesal dan sudah tidak bisa bersabar lagi.


"Kamu banyak tanya yah?" ucap suster itu kesal. "Ayo ikut saya!"


"Gak mau!"


Amri terus memberontak dan melepas pegangan suster tersebut namun buru buru di cengkeram kuat dan di membekap mulut Amri sehingga ia tidak bisa bersuara.


Tak lama kemudian Amri pingsan akibat obat bius yang di berikan oleh suster tersebut sehingga suster tersebut bisa leluasa membawa Amri pergi dari tempat itu.


"Yuk Amri kita pergi! Ucapkan selamat tinggal pada papah mamahmu karena mungkin ini hari terakhir mereka melihat anaknya,"


---


Sesampainya di sebuah rumah terbengkalai suster tersebut membawa Amri yang tidak sadarkan diri masuk kerumah itu untuk di sekap.


Namun sebelum itu ia sempat mengirim pesan ancaman bagi Wisnu agar ia panik dan merasa bahwa ia kehilangan putranya.


Saat memasuki rumah itu suster tersebut merasakan ada langkah kaki yang mengikutinya dan buru buru ia bersembunyi di samping tembok yang tertutup oleh lemari tua.


Suster tersebut meletakkan Amri di lantai dan mengambil sebalok kayu ditangannya dan menunggu orang yang mengikutinya.


Di saat orang yang mengikutinya lewat di depannya yang ternyata dua orang remaja perempuan, suster tersebut buru buru mengayunkan balok kayunya ke kepala kedua remaja itu.


Duk! Duk!


Dua kali pukulan balok kayu dari suster tersebut membuat kedua remaja itu pingsan seketika, setelah memastikannya pingsan suster tersebut kemudian membalikkan tubuh kedua remaja tersebut dan tertegun kaget sebelum akhirnya tersenyum sinis.


"Oh rupanya kalian lagi?" ucap suster tersebut sinis. "Kalian telah sampai di sini dan sama saja kalian menyerahkan nyawa kalian kepadaku,"


Suster tersebut kemudian mengambil tali dan mengikat kedua remaja tersebut dengan saat kuat dan Amri ia ikat di sebuah kursi dan masih dalam kondisi tak sadarkan diri.


Setelah memastikan ikatan korbannya aman, suster tersebut kemudian berjalan mengambil sebuah pisau yang terdapat bekas darah kering dan mengasahnya pada pengasah pisau yang ia bawa.


"Rupanya pisau kecil ku akan merenggut nyawa dua orang kali ini dan malam ini kita akan mandi darah," ucao tersebut sinis sebelum akhirnya terus mengasah pisaunya sembari tertawa puas.


NOTE : mulai hari author gak akan update 2 bab perhari lagi sebelum semua epiaode novel ini tembus seratus, jadi buat yang gak pernah like silakan like episode sebelumnya yang merasa belum pernah kalian like sehingga bisa mencapai 100 like per bab agar updatenya kembali 2 episode perhari.

__ADS_1


__ADS_2