Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
43. MDD : Retak Bukan Pecah


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan like sebelum membaca dan selamat membaca semuanya.


---


Wisnu mengendarai mobilnya menuju sebuah hotel yang sudah ia pesan terlebih dahulu untuk menginap selama beberapa hari.


Hari sudah malam, Wisnu baru saja melaksanakan kewajibannya sebagai umat beragama, Wisnu masih tetap dalam posisinya memanjatkan doa yang terbaik bagi kedua buah hatinya nanti dan juga Nissa yang sebentar lagi sah bukan istrinya.


Setelah melakukan semuanya, Wisnu beranjak menuju ranjangnya dan merebahkan badannya, matanya menatap sesuatu yang kosong dan tidak berisi hanya ada hamparan kehampaan di sorot matanya.


Kenapa ini terjadi padanya? Mungkin kehidupan ini tidak adil namun bagi allah mungkin ini yang terbaik niat tak bisa menyalahkan takdir jika memang Nissa miliknya pasti akan jadi miliknya namun untuk saat ini ia harus memendam rasa cintanya dan Nissa tak seharusnya dia miliki.


Bagi Wisnu saat ini dirinya hanya bagai benalu dalam kehidupan orang disekitarnya, ibunda dari Wisnu sudah meninggal semenjak ayahnya menghilang tanpa jejak pasca operasi waktu itu.


Seketika semua bayangan semu itu terbayang, sungguh kejadian yang memilukan apa yang sebenarnya tuhan inginkan untuknya dan ini semua baginya ilusi tak bertepi.


Tok! Tok! Tok!.


Suara seseorang yang mengetuk pintu kamar Wisnu, Wisnu membangunkan badannya dan beranjak dari duduknya menuju ke pintu dan membukakannya.


"Pak Adli?" ucap Wisnu setelah membuka pintu. "Silakan masuk pak!"


"Tidak perlu pak Wisnu, saya hanya mengantarkan surat gugatan cerai bapak untuk bu Nissa dan pacar pura pura yang bapak minta sudah menunggu di lobby," ucap Adli menyerahkan berkas gugatan cerai untuk Wisnu.


"Baik pak, terimakasih!" ucap Wisnu menerima berkas tersebut.

__ADS_1


Wisnu menatap berkas tersebut yang ber sampulkan map biru dan juga tertulis nama pengadilan negri, lama Wisnu menatap surat itu sampai Adli membuyarkan lamunannya.


"Pak Wisnu?" ucap Adli menepuk pundak Wisnu.


"Eh iya pak, terimakasih sekali lagi!" ucap Wisnu yang sudah tersadar dari lamunannya.


"sama sama, kalau begitu saya permisi dulu pak!" ucap Adli meninggalkan Wisnu diambang pintu.


Wisnu kemudian mengambil kunci mobil dan memakai jasnya kemudian turun ke lobby untuk menemui wanita yang ia pakai untuk menjadi pacar pura puranya.


Wisnu memasuki lift dan segera menekan tombol untuk kelantai 1 setelah tiba di lobby hotel tersebut nampak seorang perempuan yang lebih muda darinya sudah menunggunya.


Wisnu berjalan menuju depan wanita tersebut dan duduk dikursi depan wanita tersebut dengan santainya menunjukkan sebuah surat yang membuat wanita tersebut tersenyum dan mulai angkat suara.


"Pak Wisnu yah?" ucap Wanita tersebut saat melihat Wisnu.


"Iya pak saya Ozila," ucap Ozila memperkenalkan diri.


"Kalau begitu bisa kita pergi sekarang!" ucap Wisnu.


"Iya pak!"


Wisnu dan Ozila pun berjalan menuju mobil Wisnu dan bergegas menuju ke rumah Nissa hanya untuk menyerahkan surat gugatan cerai ini dan membohongi Nissa bahwa Wisnu sudah menemukan penggantinya.


Wisnu mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh untuk bisa sampai ke rumah Nissa, sesampainya di rumah Nissa, Wisnu segera turun dan mengandeng tangan Ozila kemudian berjalan menuju teras rumah.

__ADS_1


Wisnu mengetuk pintu rumah dengan Ozila yang ada disampingnya seakan mereka adalah pasangan asli.


Tok! Tok! Tok!


Nissa yang mendengar bunyi pintu diketuk segera berjalan membukakan pintu namun setelah menbukakan pintu wajahnya berubah drastis seperti mendapatkan jackpot melihat sang suami bersama wanita lain.


"Ada apa kalian kemari?" ucap Nissa menahan tangis. "Jika kalian hanya ingin pamer kemesraan aku tidak ada waktu,"


"Tunggu," ucap Wisnu mencegah Nissa.


Nissa membalikkan badannya agar bisa menatap Wisnu yang terlihat bahagia bersama perempuan lain.


"Ada apa lagi!" ucap Nissa dengan suara serak menahan tangis.


"Ini surat gugatan cerai, silakan kamu tanda tangani agar kita bisa cepat berpisah," ucap Wisnu memberikan surat tersebut.


"Oh, surat yah? Makasih, dan kau semoga kau bahagia dengan suamiku," ucap Nissa mengambil surat tersebut dan masuk kerumahnya.


Wisnu heran kenapa Nissa begitu santai tapi ada sebersik rasa lega dihatinya bahwa Nissa bisa melupakannya namun ada rasa sedih bahwa pernikahannya benar benar hancur.


Wisnu kemudian pergi meninggalkan kediaman Nissa bersama dengan Ozila setelah Nissa sudah masuk kedalam rumah.


Sementara didalam rumah Nissa terduduk di ranjang kamarnya menangis sejadio jadinya bagaimana mungkin pernikahannya yang sudah bertahan 5 tahun berakhir dengan pengkhianatan 3 hari?


Nissa menatap surat tersebut lalu merobeknya dan melemparnya jauh dengan kesal Nissa kemudian tersenyum kecut dan menarik napas panjang.

__ADS_1


"Mas! Aku yakin kamu hanya khilaf, aku akan menunggumu dan tetap mempertahankan rumah tangga ini karena ku yakin ini hanya retak bukan pecah!" ucap Nissa menghapus air matanya.


Happy Reading ♡


__ADS_2