Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
56. MDD : Sebuah Rencana


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >


"Halo?" ucap Wisnu pada sambungan telpon.


"Halo ada apa?" ucap Andrew pada Wisnu.


"Aku akan segera kesana dan kita bisa gunakan waktu ini untuk refreshing bukan?"


"Oh iya, maaf aku lupa," ucap Andrew menatap jam di pergelangan tangannya


"Oke kalau gitu aku siap siap yah?" ucap Andrew pada Wisnu.


"Oke," ucap Wisnu mematikan telpon sepihak.


Wisnu kemudian meletakkan ponselnya di dalam sakunya kemudian kembali fokus menyetir dan mempercepat laju kendaraannya agar bisa sampai ke tempat Wisnu.


---


Setelah selesai menelpon Andrew, Wisnu segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Andrew.


Di dalam perjalanan Wisnu hanya fokus menyetir dalam diam tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya, lagian jika ia ingin berbicara harus pada siapa? Bukankah dia hanya sendirian di mobil ini? Ah jangan pikirkan itu.


Jarak yang terbilang singkat karena rumah mereka berada dalam satu komplek jadi tak perlu berlarut dalam perjalanan menuju ke rumah Andrew.


Mobil Wisnu kini memasuki halaman rumah Andrew, ia memarkirkan mobilnya di depan rumah Andrew yang tampak sepi dan tidak ada kehidupan.


Wisnu berjalan menuju pintu rumah Andrew dan mengetuknya perlahan.


Tok! Tok! Tok!


"Assalamualaikum," ucap Wisnu sembari mengetuk pintu rumah Andrew.


Wisnu terus mengetuk pintu rumah Andrew namun tak kunjung ada jawaban dari dalam rumah, Wisnu kemudian memijit pelipisnya bingung dan berjalan ke teras rumah membelakangi pintu rumah Andrew.


"Wisnu?" ucap Andrew dari belakang Wisnu.


"Eh Andrew," ucap Wisnu kaget kemudian berbalik menatap Andrew. "Sumpah bikin kaget aja kau yah?"


Andrew tampak rapi dengan tatanan baju kemeja putih dengan celana chino juga rambut yang di sisir ke belakang juga jam tangan yang sesuai warna bajunya menghiasi pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Mau kemana dia? Rapi seperti itu?" ucap Wisnu dalam hati menatap nanar sahabatnya itu.


"Kenapa menatapku begitu? Apa aku terlihat tampan di matamu?" ucap Andrew pada Wisnu.


"Cih! Pede sekali dia!" ucap Wisnu kesal dalam hati.


Andrew menutup pintu rumahnya dan berjalan masuk ke dalam mobil Wisnu meninggalkan Wisnu yang masih berdiri dengan nista.


"Wisnu! Yuk buruan!" ucap Andrew dari dalam mobil.


Seketika Wisnu buyar dari lamunannya dan ikut masuk kedalam mobil menyusul Andrew.


"Lama sekali kau?" ucap Andrew memainkan ponselnya.


"Apa? Lama? Jelas jelas aku yang sudah menunggunya," bathin Wisnu ke sal.


"Kenapa kau sedari tadi diam?" ucap Andrew menatap Wisnu.


"Tidak ada apa apa," ucap Wisnu berbohong lalu mulai menjalankan mobilnya.


"Yakin?" ucap Andrew memastikan.


"Yakin?" ucap Andrew kembali.


"Iya,"


"Yakin?" ucap Andrew kembali yang kali ini membuat Wisnu sangat jengkel di buatnya.


"Sekali lagi kau bertanya ku pastikan kau akan turun sekarang juga," ucap Wisnu fokus kembali menjalankan mobilnya.


"Oke! Aku diam," ucap Andrew kembali fokus ke ponselnya sampai ia teringat sesuatu. "Eh tapi, kita mau kemana?"


"Kita akan ke tempat di mana kau bisa meluapkan segala kerinduanmu," ucap Wisnu menyetir mobilnya.


"Rindu? Apa maksudnya?" ucap Andrew dalam hati bertanya tanya.


Andrew sebenarnya menyimpan berjuta pertanyaan namun ia memilih menyimpannya dan berusaha fokus ke ponselnya karena ia tahu Wisnu sangat tidak suka dengan pertanyaan namun suka sekali bertanya.


"Andrew?" ucap Wisnu menyebut nama Andrew.

__ADS_1


Andrew tak langsung menjawab melainkan hanya berdehem pelan terlebih dahulu.


"Aku ingin bertanya sesuatu, boleh?" ucap Wisnu ragu.


"Apa?" ucap Andrew antusias.


"Apakah kau merindukan Ay?" ucap Wisnu pada Andrew.


"Hmmm, gak tuh!" jawab Andrew cuek.


"Padahal dulu ku liat dia nangis di ruangannya," bathin Wisnu mengejek.


"Kenapa mau bertanya seperti itu?" ucap Andrew balik bwrtanya.


"Hmmmm cuma ingin bertanya tapi bolehkah kau jujur? Kau merindukan Ay kan?" ucap Wisnu menjelaskan.


"Kau terlalu berpikiran jauh," ucap Andrew cuek.


"Ta ... Tapi,"


Belum selesai Wisnu menyelesaikan kata katanya namun segera di potong oleh Andrew.


"Apakah kalau aku rindu harus mengumumkan pada semua orang? Tidak kan? Jadi apa hak ku menjawab," ucap Andrew memotong kata kata Wisnu.


"Hmmm, aku paham," ucap Wisnu menganggukkan kepalanya.


"Bagus kalau kau paham," ucap Andrew menepuk pundak sahabatnya itu.


Wisnu kemudian menperlambat laju mobilnya saat memasuki jalan menuju ke sebuah taman, sesampainya di sana Wisnu segera memarkirkan mobilnya dan mengajak Andrew turun, Andrew tak begitu memperhatikan tempat itu karena ia tampak fokus dengan ponselnya.


"Kita sudah sampai!" ucap Wisnu setengah berteriak.


"Iya aku tahu," ucap Andrew menyimpan ponselnya dan melihat tempat ini.


Seketika Andrew tertawa dan membulatkan mata sempurna antara senang bisa berada disini dan mengingat masa lalunya.


"Tempat ini,"


< Halo Happy Reading yah, gimana episodenya? Kalau kalian ada di posisi Andrew sanggup gak yah? Kalau author mah kagak 😅 sebelum scroll kebawah jangan lupa dong likenya dan juga tinggalkan koment positifnya terima kasih (~_^) >

__ADS_1


__ADS_2