
Jangan lupa like sebelum membaca dan selamat membaca ♡
---
Andrew hampir saja menyerah, ia menyandarkan bahunya di tembok, air matanya berjatuhan serasa dia gagal membantu sahabatnya, Andrew melepas kacamata kerjanya dan mengelap air matanya, kakinya lemas tak berdaya dan badannya gemetaran.
"Assalamualaikum, bisa aku melihat suamiku?" ucap Nissa di ambang pintu.
---
"Nissa!" ucap Andrew melihat Nissa yang entah darimana datangnya.
Nissa tersenyum lalu berjalan ke samping suaminya yang sedang berbaring lemah, seketika semua tim dokter yang ada disitu menyingkir dari dekat Wisnu dan membiarkan Nissa duduk disamping Wisnu.
Nissa kemudian memegang tangan Wisnu lembut dan menciumnya pelan dan mendekatkan wajahnya di telinga Wisnu.
"Bangun mas! Aku sudah datang," ucap Nissa lembut.
---
"Hah? Dimana ini?" ucap Wisnu bingung yang sedang ada di dalam dimensi lain.
"Nissa!" ucap Wisnu berteriak namun suaranya hanya berdengung.
Wisnu berjalan dengan bimbang seperti sedang mencari sesuatu matanya menyelidik kiri dan kanan seperti ia kehilangan sesuatu.
Wisnu kemudian menitikkan air mata setelah ia duduk di sebuah bangku yang putih bersih dengan beberapa bunga melati sebagai hiasan.
"Nissa maafkan aku!" ucap Wisnu mengacak acak rambutnya.
"Ini semua salahku!"
"Maafkan aku!"
__ADS_1
"Kenapa aku harus pergi secepat ini!"0
Wisnu semakin sedih dan jatuh dari duduknya bersimpuh di tanah yang berumput hijau muda itu, rambutnya acak acakan ia memukul keras dadanya dan menengadahkan wajahnya kelangit.
Wisnu semakin sedih dan terus terlarut dalam kesepian ini, dia hanya merasa sendiri di dalam ruangan dimensi lain ini yang penuh dengan dekorasi yang indah dipandang mata namun bagi Wisnu ini semua hanya penghias di sela air matanya.
"Mas!"
Wisnu kemudian melihat keatas dan melihat seorang perempuan lengkap dengan pakaian syarinya menatap Wisnu dengan senyuman manisnya juga membantu Wisnu berdiri.
"Nissa?" ucap Wisnu menatap Nissa dengan mata sembabnya.
Wisnu kemudian memeluk erat Nissa dan menangis dipelukan istrinya ia seperti merasakan kehangatan di pelukan sang istri sampai ia nyaman di dalam pelukan tersebut.
"Mas!" ucap Nissa pada Wisnu.
"Apa?" ucap Wisnu melepas pelukannya.
"Apa maksudmu!" ucap Wisnu bingung.
"Kembalilah dan kupastikan kau baik baik saja!"
Nissa kemudian menggandeng tangan Wisnu melewati gerbang dimensi lain sampai akhirnya Wisnu tak tahu apa yang terjadi.
---
"Mas bangun!" ucap Nissa sambil mengenggam tangan Wisnu.
Wisnu nampak menggerakkan kepalanya dan tak lama kemudian ia membuka matanya dan menatap ke kiri dan kanan sampai ia menangis melihat Nissa.
"Nissa!" ucap Wisnu duduk memeluk Nissa. "Maafkan aku sayang!"
Nissa yang merasa bahagia melihat suaminya kembali akhirnua tersenyum kemenangan karena dia tahu apa yang menjadi miliknya akan tetap jadi miliknya.
__ADS_1
Sementara semua tim dokter bingung kecuali Andrew bahwa mana bisa hanya kehangatan seoranh istri bisa membangunkan seorang suami yang nyawanya di ujung tanduk, namun lain dengan Andrew yang telah mengetahui bahwa Nissa adalah obat satu satunya bagi Wisnu.
"Bisa kalian keluar sebentar?" pinta Wisnu pada tim dokter di dalam ruangan itu.
Mendengar apa yang dikatakan Wisnu kemudian para tim dokter termasuk Andrew segera meninggalkan ruangan itu hingga hanya ada Nissa dan Wisnu saja di dalam ruangan itu.
Setelah semuanya pergi Wisnu kembali memeluk Nissa hangat dan semakin hangat dalam pelukannya
"Mas? Kamu rebahan aja jangan duduk dulu," ucap Nissa mencoba melepas pelukannya.
"Jangan! Biarkan aku begini sebentar saja, aku mohon sebentar saja," pinta Wisnu semakin mengeratkan pelukannya.
Mendengar apa yang dikatakan suaminya akhirnya Nissa pun ikut mengencangkan pelukannya pada Wisnu.
"Kamu ternyata sudah kembali mas," bathin Nissa.
"Aku kira aku takkan bisa membuka mata lagi dan hanya bisa melihatmu dalam mimpi, namun nyatanya kau benar aku hanya milikmu hanya milikmu!" ucap Wisnu yang kembali menitikan air mata.
Nissa hanya tersenyum lalu kembali menguatkan pelukannya, setelah memeluk Nissa, Wisnu kemudian melepas pelukannya lalu menatap sendu Nissa dan sebuah kecupan manis jatuh di bibir Nissa.
Seketika wajah Nissa memerah tak karuan akibat Wisnu namun Wisnu hanya tersenyum kecil lalu kembali memeluk erat istrinya.
"Cintaku tidak melebihi cintaku kepada allah? Iya kan?" ucap Wisnu yang masih ada dalam pelukan Nissa.
"Kan kita selalu "Remember Always Allah" di dalam semua rasa cinta kita," ucap Nissa menimpali.
Hingga akhirnya Wisnu bisa tersenyum bahagia bahwa ini semua sudah berakhir dan tak ingin ini terjadi lagi.
"Makasih! Makasih kau sudah memberiku kesempatan ya allah," ucap Wisnu memejamkan matanya dan merasakan kembali kehangatan pelukan Nissa.
Happy Reading ♡
Updatean episode selanjutnya sore ini yah! ( 15.30 )
__ADS_1