Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
35. MDD : Papah Jahat!


__ADS_3

Assalamualaikum, jangan lupa di like yah agar Author yang ( Tampan ) ini rajin update.


---


Wisnu menjalankan mobilnya menuju kediaman sang mertua untuk menjemput sang buah hati yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke empat.


Wisnu memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah bu Darsih sebelum akhirnya berjalan untuk mengetuk pintu.


Tok! Tok! Tok!


"Assalamualaikum," ucap Wisnu sembari mengetuk pintu rumah mertuanya.


"Waalaikumsalam," ucap bu Darsih membukakan pintu. "Eh nak Wisnu,"


Nampak seorang wanita yang mengenakan pakaian khas ibu ibu dengan hijab yang menutupi sebagian rambutnya yang sudah memutih.


"Bu!" ucap Wisnu mencium punggung tangan mertuanya.


"Mau jemput Amri yah?" tanya bu Darsih menebak.


"Iya bu, mamanya suruh jemput," ucap Wisnu sembari menyengir kecil.


"Oh masuk dulu nak," ucap bu Darsih menawarkan.


"Gak usah bu, saya juga buru - buru," ucap Wisnu menolak halus.


"Oh gak apa, biar ibu panggilkan Amri dulu yah?" ucap bu Darsih berlalu masuk.


"Iya bu silakan," ucap Wisnu lembut.


Bu Darsih kemudian masuk kedalam rumah untuk memanggil Amri sementara Wisnu memilih duduk di teras rumah.


Cukup lama Wisnu menunggu sampai bu Darsih keluar dengan seorang anak kecil di genggamannya.


"Papah!" ucap Amri berlari memeluk Wisnu.


"Eh anak papah, gak bandel kan di sini?" ucap Wisnu mengangkat Amri ke pangkuannya.


"Gak kok pah, aku gak nakal tanya aja nenek," ucap Amri manja pada sang ayah.


"Iya sayang, cucu nenek gak nakal kok," ucap bu Darsih pada Amri.


"Yaudah kalau gitu kita pulang yuk, mamah udah nungguin lo," ucap Wisnu berdiri dari duduknya. "Yaudah pamit sama nenek,"


"Nek! Amri pulang dulu yah? Sayang nenek," ucap Amri mencium pipi sang nenek.

__ADS_1


"Bu! Wisnu pamit yah, Assalamualaikum," ucap Wisnu pamit dan mencium punggung tangan bu Darsih.


Wisnu pun menggendong Amri ke mobil dan mulai menjalankan mobilnya, Amri terlihat sibuk bermain dengan mobil mobilannya.


"Pah?" ucap Amri yang kini sudah menatap Wisnu.


"Iya sayang, ada apa?" ucap Wisnu bertanya.


"Kalau aku dah gede aku mau jadi kayak papah lah, jadi dokter," ucap Amri polos.


"Amin,, bagus cita cita kamu nak!" ucap Wisnu mengacak ngacak rambut putranya.


Setelah menempuh perjalanan yang terbilang singkat yang harusnya mereka bisa saja memilih tuk berjalan kaki namun tidak kali ini.


Tok! Tok! Tok!


"Assalamualaikum," ucap Wisnu mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam," ucap Nissa menjawab salam kemudian menbukakan pintu untuk sang suami.


"Mas!" ucap Nissa mencium punggung tangan sang suami.


"Mamah! amri kangen," ucap Amri antusias kemudian berlari ke pelukan Nissa.


"Eh anak mamah, gak nakal kan?" ucap Nissa memeluk sang putra.


"Wah pintarnya anak mamah, yuk masuk kan hari ini Amri ulang tahun, yuk mamah dah buatin kue," ucap Nissa mengajak Amri masuk.


Wisnu yang mendengar kata Nissa langsung berdehem panjang dan berpura pura batuk.


"Buat? Atau beli?" ucap Wisnu menggoda.


Seketika wajah Nissa memerah dan menatap tajam suaminya itu.


"Amri masuk dulu yah," ucap Nissa menyuruh Amri masuk.


"Siap mah!"


Setelah Amri masuk Nissa segera menghampiri Wisnu dan menatapnya tajam, kini jarak antara mereka sangat dekat dan membuat Wisnu sedikit takut.


"Bisa gak? Mulutnya ditutup suamiku yang tampan!" ucap Nissa menarik hidung mancung Wisnu.


"Kalau aku gak mau?" ucap Wisnu menantang.


"Ohhhh gak mau yah!?" ucap Nissa menginjak kaki Wisnu. "Masih gak mau?"

__ADS_1


"Awwww... Iya sayang aku mau," ucap Wisnu meringis kesakitan.


"Yaudah yuk masuk, jangan nakal yah mas!" ucap Nissa mencubit pipi sang suami.


Wisnu dan Nissa pun masuk ke ruang tengah dimana telah tersedia kue ulang tahun untuk Amri.


"Amri yuk sayang ditiup lilinnya," ucap Nissa pada Amri.


Tit... Tit... Tit...


Suara ponsel Wisnu berbunyi dan dia mulai mengangkatnya.


"Iya ada apa?"


"Iya, tapi saya ada urusan keluarga apa tidak bisa memakai dokter lain?"


"Ohhhh oke saya akan segera kesana," ucap Wisnu mematikan telpon.


"Ada apa mas?" tanya Nissa pada Wisnu.


"Maaf sayang kayaknya, mas harus kerumah sakit ada urusan mendadak," ucap Wisnu menjelaskan.


"Tapi pah... " ucap Amri menatap ayahnya.


"Maaf yah, nak selamat ulang tahun!" ucap Wisnu mencium kepala Amri.


"Papah gak bisa nungguin aku tiup lilin?" ucap Amri dengan wajah sedih.


"Maaf yah nak, papah buru - buru," ucap Wisnu mengambil kunci mobilnya dan hendak keluar rumah.


"Papah jahat!".


Seketika Wisnu menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Amri.


"Papah jahat! Aku benci papah, aku benci dokter, papah selalu sibuk! Papah gak pernah ngertiin Amri," ucap Amri kemudian berlari menuju ke kamarnya tanpa sempat meniup lilinnya.


"Amri!" ucap Wisnu mengejar anaknya namun ditahan oleh Nissa.


"Udah mas, kamu mending ke rumah sakit, biar nanti Amri aku yang urus," ucap Nissa mencegah Wisnu.


"Tapi... " ucap Wisnu ragu. "Kalau gitu aku pergi yah sayang, Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam,"


Wisnu kemudian berangkat kerumah sakit dengan perasaan yang begitu bimbang dan rasa bersalah kepada putranya.

__ADS_1


Happy Reading😊


__ADS_2