
Assalamualaikum, jangan lupa dilike yah agar author semakin semangat updatenya.
---
"Maaf Nis, sebenarnya,"
• Flashback On.
"Tidak bisa aku akan tetap membunuh orang tua Nissa, mereka yang dulu sangat sombong tidak mau meminjamkan uang untuk kita supaya papa bisa operasi," ucap Han emosi.
"Hah! Sudahlah ini hanya sebuah kesalahan, ini adalah takdir allah kita tidak bisa menyalahkan manusia,"
"Benar Han, ikhlas lah karena Nissa juga akan menjadi kakak iparmu," timpal Andrew.
"Tidak bisa! Jika kalian tidak mau membantuku maka akan kulakukan sendiri!" ucap Han berjalan keluar dari ruangan Wisnu.
"Bagaimana ini Drew?" ucap Wisnu panik.
"Aku punya ide!" ucap Andrew berdiri dari duduknya.
"Apa?" tanya Wisnu antusias.
Andrew kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Wisnu dan Wisnu kemudian mengangguk setuju.
Sementara di dekat ruang rawat orang tua Nissa, Han sudah siap dengan beberapa bom peledak yang siap meledak bila tiba saatnya.
"Kamu akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang tua!" ucap Han lalu melempar tas berisi bom itu kedalam ruang rawat dan beberapa titik listrik rumah sakit milik kakaknya.
Duarrr!
Terdengar suara ledakan sebelum akhirnya muncul kobaran api yang melalap sebagian rumah sakit tersebut.
Ledakan yang cukup besar terdengar dari rumah sakit itu Nissa tampak panik lalu mencari sumber suara itu dan belum sempat ia mencari sumber suara itu sebuah kobaran api yang besar muncul, orang orang berhamburan keluar dan para dokter dan suster berhamburan menyelamatkan para pasien.
Nissa bingung bagaimana dengan Ayahnya dia hanya diam, Ay sudah berusaha mengajak Nissa keluar namun Nissa masih diam seribu bahasa.
"Ayo Nis, keluar" ucap Ay menarik tangan Nissa.
"Tapi Ay orang tua gue gimana?" tanya Nissa melepas tangan Ay.
__ADS_1
Nissa berjalan masuk mencari ibunya namun naas baginya karena dia pingsan akibat menghirup banyak sekali asap.
Nampak Wisnu mengambil dan menggendong Nissa keluar dari rumah sakit itu.
Namun sebelum itu Wisnu segera mengode Andrew dan beberapa orang sewaan untuk mengamankan orang tua Nissa.
Setelah semua telah diamankan Wisnu pun membawa Nissa keluar sementara Andrew membawa orang tua Nissa ke suatu tempat.
"Dimana ini?" ucap bu Darsih bingung.
"Tenang bu! Saya gak jahat demi keselamatan ibu dan bapak juga Nissa sementara saya harus mengamankan ibu," ucap Andrew menenangkan bu Darsih.
Setelah api berhasil di padamkan nampak Han datang ketempat itu dan melihat siapa saja korbannya dan ternyata tidak ada nama orang tua Nissa yang menghilang secara misterius.
"Ah! Sialan pasti ini gara gara kak Andrew dan kak Wisnu," ucap Han geram.
• Flashback Off.
"Apa!?" ucap Nissa dengan wajah berurai air mata.
"Maafin aku sayang, aku gak bermaksud memisahkan kamu dari orang taumu," ucap Wisnu menunduk.
"Mas?" ucap Nissa menghambur ke pelukan Wisnu yang sudah menitikan air mata.
Sepanjang pernikahan mereka ini adalah air mata pertama dari Wisnu yang di lihat Nissa.
"Kamu gak usah minta maaf, aku justru berterimakasih karena mas sudah mau bantuin orang tuaku," ucap Nissa memeluk erat Wisnu. "Dan buat kamu Andrew, makasih yah, jangan merasa bersalah ini sudah takdir allah,"
"Iya Nis, makasih yah!" ucap Andrew merangkul Ay.
Suasana yang haru terjadi beberapa waktu dengan sebuah pelukan hangat.
---
Malam tahlilan pak Hazim sudah selesai, para tamu sudah pulang ke rumah masing dan meninggalkan kediaman Wisnu dan Nissa.
"Yakin bu? Gak mau nginap aja?" tanya Nissa pada bu Darsih.
"Iya nak! Lain kali aja ibu nginapnya ibu udah kangen sama rumah yang lama sekalian beres beres," ucap bu Darsih pada Nissa.
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu, tapi ibu jaga diri baik baik yah?" ucap Nissa memeluk erat sang ibunda.
"Iya nak, kalau gitu ibu pulang dulu yah? Assalamualaikum,"
"Kalau gitu kita juga pamit yah? Sekalian ngantar bu Darsih pulang," ucap Andrew. "Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam," ucap Nissa dan Wisnu bersamaan.
Andrew menjalankan mobilnya keluar dari kediaman Wisnu dan menjauh dari tempat itu.
"Yuk sayang masuk!" ucap Wisnu mengajak Nissa masuk.
Nissa hanya mengangguk kemudian menutup pintu dan menyusul Wisnu ke kamar.
Nissa memasuki kamar dan nampak Wisnu sedang duduk ditepi ranjang sementara Amri kecil sudah tertidur pulas di ranjang bayinya.
"Mas?" ucap Nissa ikut duduk disamping Wisnu.
Wisnu hanya berdehem sambil merebahkan tubuhnya dengan berbantalkan paha Nissa.
"Maafin aku yah?" ucap Nissa mengelus rambut suaminya.
"Untuk apa?" ucap Wisnu memejamkan matanya.
"Aku dan keluargaku sempat membuat kamu dan keluargamu sakit hati, aku menyesal dan aku benar benar minta maaf," ucap Nissa dengan wajah penuh penyesalan.
"Hmmm gini deh sayang," ucap Wisnu bangun dari tidurnya dan menyenderkan kepala Nissa di bahunya. "Aku sudah maafin kamu! Dan aku sudah menerima kamu sebagai istriku. Memang aku sempat dendam dan pernikahan ini hanya kedok balas dendam tapi setelah bersamamu aku sadar bahwa aku sudah sangat cinta padamu,"
Nissa menatap wajah Wisnu dan mulai menitikan air mata.
"Iya mas, aku juga sebenarnya tidak cinta kepadamu tapi setelah aku sudah bersamamu aku merasa bahwa cinta itu sudah tumbuh, dan kamu sudah mengajarkanku banyak hal. Mengajarkanku mandiri, kuat dan menjadi istri yang hebat, namun satu yang belum kau ajarkan yaitu hidup tanpa kamu," ucap Nissa membenamkan wajahnya ke dada Wisnu.
"Aku bahkan mencintaimu bukan karena ingin hidup bersamamu, tapi tak bisa hidup tanpamu," ucap Nissa mengelus rambut dibalik hijab Nissa. "Kamu percaya dengan mencintai seseorang tidak bisa melebihi cinta kita kepada allah? Aku belajar dari semua itu dan sekarang rasa cintaku padamu sangat besar namun tak sebesar cintaku kepada allah tapi karena cintamu lah aku bisa mencintai allah,"
"Aku cinta kepadamu, mas,"
"Aku lebih mencintaimu,"
Malam itu pun dihabiskan oleh mereka dengan romantis dan penuh kemesraan sampai mereka tertidur dan akhirnya bisa mengikat janji "Remember always allah" dikala engkau mencintai makhluknya.
__ADS_1
Happy Reading😊