Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
68. MDD : Bikin Atau Pesan


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >


"Ya allah kue kita!" teriak Nissa berlari menuju dapur.


"Kenapa Nis?" ucap Au menyusul Nissa kedapur.


"Yah, gosong kuenya Au," ucap Nissa cemberut.


"Astoge!"


"Ada apa itu?" tanya Ay yang kini sudah berada di dapur.


Au dan Nissa seketika terdiam seribu bahasa, sebuah tatapan tajam dari Ay membuat mereka.


"Hmmm, kuenya gosong," ucap Nissa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hah? Gosong? Gimana sih emang kalian ngapain aja?"


"Ya maaf," ucap Au menunduk.


"Aduh gini nih, yaudah cepet buat baru lagi gih,"


"Gak bisa," bantah NIssa.


"Iya bener gak sempet lagi," ucap Au menambahi.


"Jadi gimana dong?" tanya Ay bingung.


"Hmmm, kayaknya aku punya ide deh," ucap Nissa.


"Apa?" tanya Ay dan Au kompak.


Nissa tersenyum kemudian berjalan keruang tamu dan mengambil ponselnya, sedangkan Ay dan Au terdiam menatap bingung apa yang dilakukan oleh Nissa.


---


"Wah udah pada ngumpul yah?" tanya Ay membawa sepiring kue di tangannya.


"Iya, kan kalian yang ngajak," ucap Andrew pada Ay.


"Iya, kalian capek gak?" tanya NIssa.


"Hmmm, lumayan sih," ucap Wisnu.


"Oh kalau gitu aku bawain jus yah?" usul Nissa.


"Boleh," ucap Wisnu dan Andrew.


"Oke, yuk Ay ikut aku," ucap Nissa mengajak Ay kedapur.


Setelah Ay dan Nissa ke dapur suasana benar benar hening antara para lelaki ini, Andrew dan Reza yang sibuk dengan ponselnya juga Han dab Wisnu yang terbawa kepikirannya.


"Han?" panggil Wisnu.


"I ... Iya kak?" ucap Han menatap Wisnu.


"Kamu kenapa?" tanya Wisnu.


"Gak apa apa kak," jawab Han.

__ADS_1


"Oh, terus kok sedih begitu?" tanya Wisnu kembali. "Kamu gak usah pikirin pertanyaan kakak anggap aja gak pernah bertanya,"


Han tertunduk kemudian berdiri dari duduknya.


"Permisi," ucap Han pergi dari tempat tersebut.


Melihat adiknya pergi Wisnu kemudian berniat untuk menyusulnya namun di tahan cepat oleh Andrew.


"Biar aku aja yang nyusul," ucap Andrew berdiri dari duduknya.


Andrew kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut mencari Han yang sudah ada di dalam mobilnya.


Tok! Tok! Tok!


Andrew mengetuk kaca mobil Han dan memberi isyarat bahwa dia ingin bicara.


"Han? Boleh masuk?" tanya Andrew pada Han.


Han kemudian membukakan pintu mobilnya dan mempersilakan Andrew masuk.


"Ada apa kak?" tanya Han pada Andrew.


"Kamu yang ada apa?" tanya Andrew balik.


"Gak apa apa kak," ucap Han berbohong.


"Raut wajah dan hati kamu mana bisa sinkron jadi jangan coba berbohong kepada saya," ucap Andrew menatap kedepan.


"Maaf kak,"


"Ngapain minta maaf? Lagian kamu begini juga gara gara saya," ucap Andrew.


Andrew menarik napas panjang kemudian terdiam sejenak.


"Jika aku gak merebut Ay, mungkin hidup kamu gak akan begini dan coba saja kau tidak terlibat dalam kecelakaan itu mungkin kau akan mendapat cinta kembali,"


Ay masih terus berjalan tak mempedulikan sahabatnya itu dan hanya terdiam malu tanpa melihat kiri dan kanannya.


---


Ay terus berjalan sampai ia tidak sadar bahwa ada mobil dengan kecepatan tinggi yang siap menghantamnya.


"Awas!" teriak seorang pria dari pinggir jalan.


Brak!


Han!?" ucap Ay kaget melihat yang menyelamatkannya adalah Han.


Ay segera berlari ke tempat Han tergeletak dengan tubuh bersimbah darah.


"Han bangun!" ucap Ay mengoyangkan tubuh Han.


---


"Hmmm cinta? Kecelakaan?"


"Yah Ay adalah cinta pertamamu yang kurebut disaat kau sedang tidak ada, kalau kau ingin bertanya aku adalah seorang pria yang sudah merebut cinta orang lain,"


"Tapi ..."

__ADS_1


Belum sempat Han meneruskan kata katanya namun sudah di potong oleh Andrew.


"Eh, kalau gitu aku masuk yah, kamu jangan lama lama disini udah ditungguin di dalam," ucap Andrew keluar dari mobil.


"Tapi aku bukan Han dan cinta pertamaku Au," guman Han dalam hati.


---


Andrew berjalan masuk kembali ke rumah namun langkahnya terhenti ketika melihat suatu hal hamil di dekat jendela dapur Nissa.


"Au?" guman Andrew dalam hati. "Oh, jadi mereka gitu,"


Andrew mengangguk lalu tersenyum sinis, sedangkan Au sedang kewalahan membawa pesanan kue yang ia beli dari toko terdekat,


Au memilih masuk lewat jendela agar tidak ketahuan oleh Wisnu, Andrew dan yang lainnya kalau mereka sebenarnya tidak membuat kue melainkan hanya membelinya.


Sesampainya di meja makan Andrew langsung mengambil kursi dan duduk ditempatnya semula dan tak lama kemudian Han datang menyusul andreq dan duduk ditempatnya tadi dan kali ini Wisnu memilih tidak menanyakan apapun ketimbang nanti akan terjadi hal yanh tidak diinginkan.


"Tara! Ini dia kuenya," ucap Ay meletakkan 2 piring kue tambahan yang Au beli tadi.


"Dan ini jusnya," ucap Nissa membawa nampan berisi beberapa gelas jus.


"Dan ini dia..." ucap Au terpotong. "Gue gak bawa apa apa,"


"Eh tadi dari mana Au?" tanya Andrew.


Au terdiam dia bingung harus menjawab apa dan bukannya tenang ia malah gugup dan menjadi gelagapan.


"Habis dari toilet," ucap Au sekenanya.


"Oh ku kira habis lompat dari jendela," ucap Andrew mengambil sepotong kue dan memasukkan kemulutnya.


"Enak yah kuenya? Bikin sendiri nih?" tanya Andrew kembali.


"Bikin sendirilah mas," jawab Ay.


"Oh kukirain beli terus bawa nya lewat jendela," ucap Andrew mengintimidasi.


Deg! Au, Nissa dan Ay terdiam seketika akan pertanyaan dari Andrew yang seakan mengetahui semuanya.


"Apaan coba? Bikin sendiri lah," ucap Au yang kini membela diri.


"Yaudah kalau gitu," ucap Andrew kembali memakan sepotong kue.


"Ada apa sih?" tanya Wisnu penasaran.


"Gak apa apa cuma kue ini rasanya mirip sekali sama yang di jual ditoko depan,"


"Iya kah?" ucap Wisnu ikut mengambil sepotong kue. "Hmmm iya juga yah? Aku pernah beli sama banget rasanya,"


"Mampos kita," bisik Au ketakutan.


"Iya gimana nih?" tanya Ay ikut panik


Sementara itu Andrew sedang tersenyum puas karena melihat ketiga wanita ini diam tak berkutik.


"Rasain kalian," ucap Andrew dalam hati.


< Happy Reading >

__ADS_1


__ADS_2