Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
My Cold Police : Protokol Misi 4


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >


---


"Hmmm, Sekretaris anda dimana yah? Kok lama sekali?" tanya Darius pada Amri.


Amri yang sebenarnya tau bahwa Zain tidak pergi mengambil berkas hanya bisa diam sambil mencari cari alasan pada Darius.


"Mungkin sebentar lagi Pak," ucap Amri dengan raut wajah khawatir.


Sementara itu Ali terlihat gelisah seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan dan lakukan namun tidak bisa ia kerjakan.


Kringg! Kringg!


Suara ponsel Ali yang berdering membuat Amri dan Darius mengalihkan pandangan ke arahnya.


"Ma ... Maaf," ucap Ali hendak mematikan ponselnya.


"Gak apa, angkat aja dulu," ucap Darius pada Ali.


Mendapat izin dari sang atasan Ali segera menuju ke sudut ruangan untuk menerima telepon itu, tak lama kemudian Ali kembali dengan raut wajah panik setelah mendapat kabar dari orang tersebut.


"Ada apa Ali? Kok pucat gitu?" tanya Darius melihat Ali terlihat khawatir.


"Pak bisa saya permisi dulu? Soalnya adik saya masuk rumah sakit," jawab Ali dengan wajah pucat.


"Oh, kalau gitu silakan biar saya yang handle semuanya disini," ucap Darius memberi izin.


Setelah mendapat izin dari Darius, Ali segera keluar dari ruangan atasannya dan berjalan menuju keruangannya sendiri.


"Terima kasih Pak," ucap Ali keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruangannya sendiri.


Sementara itu Zain sedang sibuk mencari informasi di ruangan Ali namun tidak mendapat satupun sehingga ia harus lebih teliti lagi dalam mencari informasi.


Cekrekkk!


Zain segera memasuki ruangan tersebut dan mulai memeriksa kesudut tempat untuk menemukan sebuah info.


Lama Zain mencari namun tak kunjung menemukan apapun, ia sendiri mulai bingung namun ada satu tempat yang belum ia periksa yaitu meja kerja Ali.


Di saat Zain sedang sibuk memeriksa meja kerja Ali, tiba tiba terdengar suara langkah kaki dari luar dan juga gagang pintu yang dibuka.


Tap!

__ADS_1


Tap!


Tap!


Krikkk!


Zain panik lalu bingung sendiri harus bagaimana dan tampak tak mengerti dengan kejadian yang saat ini menimpnya jadi dia lebih memilih bersembunyi di kolom meja.


"Aduh mampos gue," guman Zain panik.


Ali memasuki ruangannya dan segera mengambil tas kerjanya namun sebelum itu ia tampak menelepon seseorang dengan wajah yang panik.


[Oke jangan apa apakan dia saya akan segera kesana]


Ali kemudian mematikan teleponnya kemudian berjalan keluar dari ruangannya dengan keadaan tergesa gesa.


Setelah merasa aman Zain kemudian berdiri dari tempat persembunyiannya dan nampak menelepon seseorang.


---


Rendra dan Reza sedang mengawasi kantor Ali dari kejauhan di dalam mobil mereka, mereka harus siap siaga mengawasi Ali karena itu adalah kunci dari suksesnya protokol misi kali ini.


Rendra duduk di job mobil menatap kosong kedepan selain hanya jalan raya yang ramai akan kendaraan tidak ada pandangan lain di matanya. Kosong. Hanya itu yang ada dibalik sorotan matanya.


Kring!


Kring!


Kring!


Rendra mengangkatnya kemudian mulai berbicara pada seseorang dibalik sambungan telepon yang ternyata adalah Zain.


[Halo? Ada apa?]


[Halo? Woy kutu kupret gk usah formal ama gue, eh ada info nih tadi si Ali mencurigakan banget buruan dah kalian ikutin]


[Dia dimana sekarang?]


[Udah jalan keluar tadi, cepat jangan sampai kalian kehilangan jejak]


[Oke makasih infonya]


Rendra mematikan sambungan telepon tersebut kemudian mengawasi pintu masuk kantor tersebut dan mengode Reza kalau Ali sudah keluar dari kantor tersebut.

__ADS_1


Sementara itu Reza segera menelepon pasukan misi A untuk membantu mereka melawan para mafia tersebut.


Tak lama kemudian nampak sebuah mobil putih keluar dari halaman kantor tersebut yang merupakan mobil dari Ali.


Rendra segera menancap gas menyusul mobil Ali dan dibelakangnya ada mobil dari Reza dan pasukan A yang sudah menunggu di ujung jalan sana.


Mobil Ali tampak memasuki kawasan hutan dan juga jauh dari kawasan penduduk sehingga menjadi tempat yang cukup terisolasi.


"Mau kemana dia?" guman Rendra dalam hati.


Mereka terus mengikuti mobil Ali sampai di sebuah gudang atau tempat yang dijaga oleh beberapa orang.


Sementara Rendra, Reza dan pasukan A memilih parkir jauh dari tempat tersebut dan mengawasi Ali terlebih dahulu.


"Mendingan kalian masuk duluan saja kedalam tempat tersebut dan lumpuhkan pertahanan mereka dan saya akan menunggu pasukan B untuk datang kesini," ucap Reza menyarankan.


Rendra dan para pasukan A kemudian menyetujui saran Reza dan segera beraksi untuk melumpuhkan pertahanan para mafia tersebut meninggalkan Reza yang sedang tersenyum sinis.


Reza kemudian mengambil ponselnya dan tampak menelepon seseorang sambil tak henti hentinya menyeringai seram ditempat tersebut.


[Halo mereka semua sudah masuk, sekarang tinggal kita lihat apakah mereka bisa melewati semuanya]


Reza kemudian mematikan ponselnya dan kembali memperhatikan apa yang dilakukan Rendra dan para pasukan A untuk menjalankan protokol misi mereka.


---


Sementara itu jauh disana Andrew dan Wisnu didalam mobil mengawasi tempat tersebut dan juga memulai permainan mereka sendiri.


"Lihat disana," ucap Andrew menunjuk seseorang dari dalam mobilnya.


"Reza?" ucap Wisnu memastikan.


"Yah benar, kurasa dia sudah lelah dalam permainannya,'" ucap Andrew tersenyum sinis.


Andrew kemudian mengambil ponselnya dan tampak menelpon seseorang.


[Halo Amri? Bisa kau bawah pelakunya kesini sekalian aja Zain karena kita membutuhkan dia dalam rancangan ini]


Setelah menelepon Andrew meletakkan ponselnya dan kembali tersenyum sinis yang membuat Wisnu bergidik ngeri.


- Bersambung -


Kira kira nanti kita buat bab flashbacknya waktu Rendra dijebak sama Eva gak yah? Kalau setuju silakan komen Dibawah.

__ADS_1


__ADS_2