Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
My Cold Police : Atas Nama Cinta


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru :) >


---


Zain terduduk kembali di teras rumahnya setelah pulang liburan singkat yang membuat hatinya sedikit tenang namun kalian kembali beda yang dia rasakan ketika mengingat kembali Dian yang masih ada di pikirannya.


"Andaikan aku bisa memilih takdir," ucap Zain mengacak acak kepalanya pusing.


Dia berusaha melupakan namun semakin ia memcoba semakin dalam pula rasa takut kehilangannya kini dia harus merelakan sepenuhnya gadis yang menjadi semangat hidupnya.


"Arrghhh! Ini semua salahku!" teriak Zain.


"Kenapa kau mau menyiksa diri sendiri atas kesalahan yang tidak kau perbuat," ucap Han yang datang entah dari mana.


Zain menatap sekilas Han lalu menundukkan kepalanya membiarkan Han duduk di kursi di sampingnya tanpa ia pedulikan.


"Kita memang boleh meminta takdir tapi belum tentu mendapatkannya," ucap Han datar. "Jika saja angin bisa memilih kemana arahnya mungkin dia takkan mau menyentuh kita,"


"Apa maksudmu?" tanya Zain beralih menatap Han.


Han tersenyum menatap Zain kemudian menepuk pelan pundak Zain dan menatap dalam dalam tatapan Zain.


"Kuatkan hatimu dan ikhlaskan dia dan kupastikan semua akan baik baik saja," ucap Han berdiri dari duduknya. "Kuharap kau bisa menghadiri pernikahanku setidaknya bukan sebagai orang yang terluka tapi sebagai lelaki yang memiliki prinsip,"


Han kemudian menyerahkan sepucuk surat undangan pernikahan Han dan Dian kepada Zain, harusnya Zain yang di sana namun ini semua takdir mungkin jodohnya masih menunggu di depan dan hanya perlu melupakannya.


"Kau lelaki! Pantang bagimu menyerah dan ingat bro! Hidup cuma sekali dan gunakan untuk yang bermakna," ucap Han kemudian melangkahkan kaki pergi meninggalkan Zain yang larut dalam lamunannya kembali.


Han pergi dengan senyuman dan berharap Zain bisa bangkit dari keterpurukan ini walaupun Han sendiri masih bukan pria yang baik karena ia merasa dirinya tak ubahnya seperti ular yang merebut kebahagiaan orang lain.


Sementara itu Zain menatap nanar kembali sepucuk surat undangan itu dan tersenyum tulus karena dia tau orang yang sangat dia cintai ada ditangan orang yang tepat dan pada akhirnya dia tidak perlu khawatir karena Dian bukan siapa siapanya lagi.


Sedangkan Dian sudah menunggu Han kembali di mobil milik Han, lama dia menunggu sampai calon suaminya itu datang kembali dengan wajah bahagianya seperti yang pertama dia lihat.

__ADS_1


Han mengenggam tangan Dian lembut kemudian menarik kepala Dian ke bahunya dan membiarkan merasakan kehangatan kebersamaan mereka.


---


"Mas?" panggil Nissa pada Wisnu yang sedang sibuk dengan laptopnya.


Wisnu tidak menjawab dia tetap fokus pada laptopnya dan hanya sekedar berdehem kecil pada Nissa yang seketika membuat Nissa mengerucutkan bibirnya gemas.


"Selalu saja begitu! Sibuk sekali," keluh Nissa kesal.


Seketika Wisnu menghentikan kegiatannya dan beralih menatap Nissa yang mengembungkan pipinya sehingga membuat Wisnu gemas sekali dengan istrinya itu.


"Ada apa mah?" tanya Wisnu lembut.


"Masih bertanya? Kapan mas punya waktu buat aku?" tanya Nissa kesal. "Memelukku saja sudah tidak pernah,"


Wisnu tersenyum kemudian kembali menatap dengan sorotan mata yang tajam ke arah Nissa yang terdiam seketika walaupun tetap saja dengan ekspresi cemberut.


"Kita sudah tua, gak pantas lagi begitu begitu," ucap Wisnu beralih kembali ke laptopnya.


Nissa sangat kesal dan tak henti hentinya mendumel dalam hati akibat ulah suaminya itu namun baru saja dia menutup wajahnya dengan bantal tiba tiba Wisnu menarik tangannya sehingga Nissa tersentak kaget dan otomatis berdiri menghadap Wisnu.


Matanya menatap mata coklat milik suaminya juga seuntai senyuman manis milik suaminya itu yang membuat Nissa bergidik bingung.


"Kau kira aku tak bisa romantis?" bisik Wisnu perlahan.


"Hmmm tidak!" jawab Nissa singkat.


"Apa mau kubuat kau merasakan kehangatanku lagi,'


Wisnu kemudian menarik kursi yang ada di situ dan mendudukkan Nissa sementara dia bersimpuh di hadapannya istrinya sembari memegangi tangan Nissa.


"Maafkan aku yah sayang?"

__ADS_1


"Ngapain minta maaf?" tanya Nissa ketus.


"Hmmm gak ada apa apa," ucap Wisnu berdiri dan mengangkat dagu Nissa untuk menatapnnya. "Satu ciuman saja takkan membuatku pingsan,"


Wisnu kemudian mencium mesra bibir Nissa dan memainkan lidahnya didalam sana merasakan kehangatan dengan saling bertukar lidah dan berpangutan mesra sampai waktu itu akan berakhir.


Wisnu sejenak melepaskan ciumannya dan menggendong Nissa ke arah tempat tidur dan membelai mesra wajahnya, ia kemudian menaruh bantal di belakang Nissa dan bertumpuh pada sandaran tempat tidur menatap penuh nafsu.


"Boleh aku melakukannya?" tanya Wisnu pada Nissa.


Nissa tersenyum lalu melepaskan tawa lepas akibat pertanyaan bodoh dari suaminya itu, Nissa kemudian mengalungkan tangannya ke leher Wisnu dan kembali mencium mesra suaminya hingga memainkan semuanya di dalam sana.


"Lakukan semuanya mas," ucap Nissa lembut.


---


"Lakukan penyelidikan tentang siapa sebenarnya Han itu aku tidak yakin kalau dia anakku," ucap Angga pada Andrew.


Andrew beralih menatap Angga yang sedang membicarakan masalah penyelidikan mereka ke depannya untuk mengetahui siapa sebenarnya Han.


"Kenapa tidak yakin?" tanya Andrew duduk di kursi.


"Kau tahukan? Han sudah meninggal beberapa tahun lalu lantas kenapa dia bisa hidup lagi?"


Andrew menarik napas panjang kemudian tersenyum dan mengambil ponselnya dan tampak mengetik sesuatu yang entah apa ditulisnya.


"Mungkin ini sudah takdir tidak ada yang tidak mungkin,"


"Tidak! Ini semua aneh! Pokoknya aku ingin kau lanjutkan misi ini!" ucap Angga berjalan keluar ruangan meninggalkan Andrew yang tersenyum sinis dan menaruh ponselnya kembali.


"Aku bahkan ragu kau ayah kandung mereka atau bukan?" tanya Andrew dalam hati.


- Bersambung -

__ADS_1


Hadehh part ini isinya bucin oyyy eh kok Rendra sama Eva gak ada? Bakal di part selanjutnya yah Hehehehe.


__ADS_2