
< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru :) >
---
"Aku takut Va," ucap Rendra pada Eva yang sedang menikmati indahnya malam yang penuh dengan bintang.
"Hmmm takut? Takut kenapa Om?" tanya Eva.
"Takut kamu akan jadi bintang seperti salah satu dari mereka," ucap Rendra menarik Eva ke dekapannya.
"Emang kenapa aku bisa jadi bintang?" tanya Eva mengeratkan pelukannya.
"Apa kau lupa? Aku bahkan hampir kehilanganmu," ucap Rendra menatap langit malam itu.
"Kenapa harus takut? Bukannya Om tidak menginginkanku?"
"Yah! aku tidak menginginkanmu, tapi, itu dulu dan sekarang aku malah takut kehilanganmu,"
Eva tersenyum sejenak rasanya bebannya telah lepas semua dan dia kini bisa merasakan kehangatan yang sesungguhnya dari seorang suami.
"Atas dasar apa kau mau menikah denganku?" tanya Rendra di sela sela kehangatan itu.
"Cinta tak butuh dasar yang jelas Om, selagi hati masih bisa menjaga perasaan pun tidak dapat terabaikan,"
"Kau bahkan tidak pernah bisa mendapatkanku secepat ini, dasar gadis bodoh,"
"Hmmm, dan ternyata gadis bodoh ini bisa memilikimu," ucap Eva membenamkan wajahnya di dada bidang Rendra. "Wajahmu yang tegas dan badanmu yang kekar sudah kuketahui dari luar dan jika nanti aku tidak ada aku harap hatimu hanya untukku,"
"Menjaga hati untuk satu hari saja aku tak bisa namun bila melihat wajahmu pun, aku merasa bahwa kau memang takdir yang harus ku jaga," ucap Rendra berdiri dari duduknya. "Dan sekarang akan ku buat kau merasakan ketulusan dan kehangatan suamimu ini,"
__ADS_1
Rendra kemudian mengangkat Eva kedalam gendongannya lalu membawanya ke dalam rumah menuju ke kamarnya.
Eva hanya bisa pasrah akan tingkah laku suaminya dan kini ia tahu bahwa suaminya bisa bersikap semanis dan selembut ini setelah berbagai kekerasan bahkan telah di terimanya.
"Peluklah diriku dan akan kau rasakan aku takkan pernah meninggalkanmu untuk saat ini dan bahkan selamanya,"
"Aku akan terpejam dan menanti kejadian akan terulang lagi," ucap Eva memejamkan matanya dan berharap kejadian ini tidak akan pernah berakhir.
Dan malam ini ia bisa merasakan kehangatan dari suaminya yang telah lama di nantikannya dan jika ini harus berakhir ia bahkan tak sanggup menerimanya walau hanya sedetik saja.
---
"Insya allah mah! Syafa bakal cepat balik kok! Ini lagi siap siap besok baru take Off," ucap Syafa pada orang tuanya dalam sambungan telepon.
Syafa kemudian mematikan teleponnya dan berjalan menuju balkon apartemennya ia bernapas lega setelah menjalani sekolah di cairo hingga sekarang dia bisa lulus.
Syafa kini berada di balkon apartemennya memandang ke arah kota yang sangat indah sambil memegangi foto seseorang yang saya ia sayangi, ia tak henti hentinya memandangngi foto itu sembari tersenyum tipis karena esok dia akan menemui orang tersebut kembali namun ia mengingat bahwa ternyata orang tersebut tidak mungkin jadi miliknya.
"Mas andaikan kau mau bersabar mungkin kita sudah akan bersama untuk saat ini,"
"Astagfirullah! Ya allah kenapa aku berpikiran begini? Harusnya aku bisa melupakan mas Rendra karena dia sudah menjadi milik orang lain," guman Syafa beristigfar atas pemikirannya itu.
'Ya allah ampunilah saya, bukan maksud untuk memikirkan suami orang lain namun jujur saya masih sangat mencintainya," ucap Syafa berlinang air mata.
Dia dan Rendra sebenarnya adalah sepasang kekasih sebelum Syafa memilih untuk melanjutkan kuliahnya di cairo sehingga hubungan mereka kini harus berakhir tanpa arah yang jelas.
Terbayang di kepala Syafa kalimat perpisahan dari Rendra di saat ia akan pergi ke cairo untuk melanjutkan kuliahnya.
"Aku akan menantimu Fa, walaupun aku akan sendiri selamanya asal aku bisa bersamamu suatu saat nanti,"
__ADS_1
Kalimat itu masih terngiang ngiang di kepalanya hanya kalimat itu yang menjadi penyemangat Syafa untuk belajar dan mengambil jalur khusus untuk cepat lulus agar dia bisa pulang ke Indonesia dan menagih janjinya pada Rendra.
Namun semua itu kini hanya bualan belaka dan semua hanya mengambang begitu saja sebab kabar bahwa Rendra menikah dengan seorang mahasiswi seakan menghujam hatinya dalam dalam sehingga ia sangat tersakiti namun kini ia sudah ikhlas dan berharap bisa menemukan imam yang tepat untuknya.
"Bismilah! Mas Rendra hanya masa lalu dan imamku sudah menunggu di depan sana dan aku harus membuka hati lagi," ucap Syafa sembari tersenyum dan membuang foto Rendra dari genggamannya.
---
"Bagaimana ini? Apakah Dokternya Han bisa diajak kerjasama?" tanya Wisnu pada Andrew.
"Ah aku rasa dia tidak mau dan bagaimanapun kita harus mendapat info,"
"Terus apa yang akan kita lakukan?" tanya Wisnu bingung.
"Kita harus gunakan Diaz sebagai penggali informasi kita," ucap Andrew segera mengambil beberapa kertas di mapnya.
"Jika Diaz belum bisa menggali informasi kurasa kita harus memaksa Dokter Angga,"
"Apa? Paksa? Kau mau kita di penjara?" ucap Wisnu menolak.
Andrew kemudian berdiri dari duduknya kemudian berjalan menuju sofa di ruangannya dan menyeruput kopi yang sudah tersedia di meja itu.
"Tenang Wisnu, kita akan gunakan cara cantik," ucap Andrew tersenyum penuh arti.
Wisnu hanya menatap bingung ke arah Andrew dan entah apa yang sedang di rencanakan oleh orang ini membuat Wisnu sedikit bingung namun sejauh ini Andrew tidak pernah gagal sehingga ia bisa bernapas lega
- Bersambung -
Kayaknya bakal ada cinta segitiga nih? Wkwkwk aduh nasibnya gimana yah?
__ADS_1