Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
My Cold Police : Menguak Misteri


__ADS_3

"Tebarlah sesuatu yang mungkin akan berguna untukmu nanti karena pepatah pernah berkata bahwa apa yang kau tanam itulah yang kau tuai"


- Iqram Ridwan


---


"Sudah ku bilang kan!? Dia itu penipu!" teriak Andrew pada Wisnu yang sedang kebingungan.


"Tapi dia pernah mendonorkan ginjalnya untukku," ucap Wisnu semakin ragu.


"Itu ginjal milik ayah kandungku!" timpal Zalfa yang membuat Wisnu membulatkan mata sempurna.


"Apa maksudmu?" tanya Wisnu pada Zalfa.


Zalfa kemudian menarik napas panjang dan mulai menceritakan kisah kelam yang terjadi pada ayah kandungnya itu.


"Sebenarnya ini semua rencana ayah tiri dan ibu kandungku, dia mengetahui bahwa dokter Wisnu membutuhkan pendonor ginjal dan akhirnya mereka meracuni ayahku untuk diambil ginjalnya," ucap Zalfa dengan air mata yang mulai menetes.


"Tapi ... Dia ayah kandungku kan?" tanya Wisnu dengan raut wajah penuh kegelisahan.


"Aku tidak tahu dok! Yang ku tahu dia adalah seorang duda yang selingkuh dengan ibuku pada saat ayahku sakit keras," ujar Zalfa dengan tatapan sendu.


"Jadi ... Semua ini ada sangkut pautnya dengan yang di alami dokter Wisnu?" tanya Adnan menebak.


"Ya benar sekali! Dia itu orang yang sangat licik, tapi kalian tahu bahwa aku bisa berubah menjadi lebih licik dari yang dia ketahui," ucap Andrew mengepalkan tangannya geram.


"Apa maksudnya dok?" tanya Adnan dengan tatapan menyelidik.


"Adnan, Zalfa ikut dengan saya! Kita akan mencari sebuah bukti untuk menjebloskan orang itu ke penjara,"

__ADS_1


Andrew kemudian tersenyum sinis dan memakai kembali kacamatanya yang ia lepas sedari tadi akibat keringat yang membasahi tubuhnya.


Sementara itu Wisnu terduduk tak berdaya di sofa ruangan kerja Andrew memijit kepalanya pusing memikirkan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


"Kalau dia bukan ayah kandungku kenapa dia tahu semua masa laluku?' tanya Wisnu memandang ketiga orang yang sudah menatapnya lebih dulu.


Andrew tampak memikirkan sesuatu kemudian tersenyum sinis dan berjalan menuju meja kerjanya mengambil sebuah map berisikan beberapa lembar kertas.


"Aku rasa aku tahu apa yang sedang terjadi," ucap Andrew sembari tersenyum sinis menatap orang yang ada di ruangan itu.


---


Angga tampak mondar mandir di ruang tengah memegangi kepalanya pusing sementara istrinya ibu dari Zalfa hanya duduk menatap suami keduanya itu.


"Ahh! Dasar anak tidak tahu di untung! Kita harus membunuh dia!" teriak Angga melempar vas bunga ke lantai.


Prangg!


"Sudahlah pah! Tenang kita kan sudah kerahkan anak buah untuk mencari Zalfa jadi papah tidak usah khawatir," ucap Dona pada suaminya itu.


"Tenang? Bagaimana bisa tenang! Dia mengetahui rahasia kita kalau sampai di lapor polisi kita bisa dalam bahaya mah!" ucap Angga pada istrinya itu.


"Itu sih salah papah, ngapain keceplosan dasar Bodoh!" ucap Dona ketus dan menatap lesu suaminya.


"Apa!?" tukas Angga menatap geram Dona.


"Aku bilang! Kamu bodoh!" teriak Dona yang memancing emosi dari Angga.


Angga terlihat emosi wajahnya di penuhi dengan kekejaman sekarang dia kemudian menarik rambut panjang istrinya itu dan mencekik lehernya.

__ADS_1


Dona tampak kesakitan dan berusaha memberontak namun tidak mampu karena kekuatan Angga jauh lebih besar dari dirinya.


"Masih berani kamu melawan!" teriak Angga semakin mengencangkan cekikannya yang membuat Dona sesak napas.


"Dasar pembunuh!" teriak Dona dengan napas terengah engah.


Angga semakin Emosi kemudian membenturkan kepala Dona di tembok yang membuat darah dari kepala Dona mengucur kemana mana, tidak puas dengan itu Angga kemudian memberi tamparan keras yang membuat Dona tersungkur kelantai.


Dona kini merasa sakit pada kepalanya pusing dan pandangannya buram ia mencoba berdiri namun tulangnya serasa remuk semua ditambah lagi sebuah bogeman menghantam wajahnya sehingga ia semakin merasa kesakitan.


Brak!!


Sebuah tv di yang ada diruang tamu itu pecah berkeping keping setelah menghantam tubuh dari Dona, Angga terlihat menahan napas emosi.


Kini sang istri sudah tergeletak tak bernyawa dengan darah yang menggenang di lantai, Angga tampak bingung lalu kemudian menyerah tubuh Dona ke dapur yang membuat bekas darah di lantai akibat seretan darah di lantai.


Di dapur Angga tampak mencari sesuatu sampai ia menemukan pisau dapur yang ada di atas rak piring, terbersit sebuah ide jahat dari Angga yang kemudian mulai memotong motong tubuh Dona.


Sitt!!


Kini sebuah lengan sudah terlepas dari badannya di susul oleh anggota tubuh lainnya tak puas dengan itu Angga juga mulai menghancurkan payudara Dona dan membelah perutnya dan mengambil usus yang memanjang beserta organ dalam lainnya.


Setelah semua selesai Angga kemudian mengambil beberapa kantong kresek dan memasukkan potongan-potongan Dona kekantongku kresek dan setelah selesai ia kemudian memasukkan beberapa bungkusan itu kedalam kulkas sembari tersenyum puas.


Ia kini sudah seperti seorang Psychopat gila dengan segala tingkah lakunya juga sudah benar benar di rasuki oleh iblis dan tanpa dia sadari ada sesosok pria yang merekam semua aksinya itu.


- Bersambung -


Mampir di novelku yang baru yah!

__ADS_1


" Om? Nikah Yuk! "


__ADS_2