Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
38. MDD : Nissa Hamil?


__ADS_3

Wisnu keluar dari rumah sakit dan beranjak pulang kerumahnya karena pasti Nissa sudah menunggunya.


Wajahnya tampak berseri karena ada suatu hal positif yang ia dapat hari ini dan dia akan berusaha dan tidak akan menyerah.


Setelah sampai di kediamannya Wisnu pun beranjak dan mulai mengetuk pintu rumahnya.


Tok! Tok! Tok!


"Assalamualaikum," ucap Wisnu mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam, mas!" ucap Nissa membuka pintu kemudian mencium punggung tangan suaminya.


"Mana Amri?" ucap Wisnu bertanya.


"Amri di... "


Belum selesai Nissa mengucapkan kalimatnya tiba tiba ada Amri yang berlari menuju ayahnya.


"Papah!" ucap Amri kecil berlari ke pangkuan papahnya. "Papah? Maafin Amri yah?"


"Eh anak papah kenapa?" ucap Wisnu mengangkat Amri ke gendonggannya.


"Papah gak jahat papah itu pahlawan aku kata mamah papah adalah seorang pahlawan dan aku bangga punya papah pahlawan," ucap Amri polos.


Sekilas Wisnu menatap Nissa yang berpura pura tidak tahu apa apa.


"Maafin Amri yah pah!" ucap Amri mencium pipi ayahnya.


"Kalau papah gak mau?" ucap Wisnu menggoda.


"Tapi... " ucap Amri menunduk. "Papah jangan marah, kalau mau hukum Amri gak apa apa kok,"


Seketika Wisnu tertawa dan mencium gemas pipi anaknya itu.


"Iya anak papah gak salah kok," ucap Wisnu mengacak ngacak rambut Amri.


"Beneran Pah?" ucap Amri antusias.


"Gak!"


"Ah papah!" ucap Amri memukul dada Wisnu.


"Ahh!".


Wisnu seperti kesakitan menahan sakit di dadanya.

__ADS_1


"Mas?" ucap Nissa panik. "Amri kamu masuk kamar dulu yah! Papahnya lagi sakit!"


"Iya mah!" ucap Amri kemudian berlari ke kamarnya.


"Mas? Kamu kenapa?" tanya Nissa kembali panik.


"Gak apa apa, cuma kelelahan aja," ucap Wisnu duduk di sofa ruang tamu.


"Kamu gak usah bohong mas, aku sudah tau semuanya," ucap Nissa dengan wajah menunduk.


"Jadi?" ucap Wisnu panik. "Siapa yabf memberitahu?"


"Aku menemukan surat pemeriksaan di kamar tadi!," ucap Nissa. "Kenapa tidak jujur?"


"Aku tak mau kau khawatir,"


"Apa kamu tidak ingin aku yang mendonorkan ginjalku?"


"Tidak! Tidak boleh ada yang terluka," ucap Wisnu tegas.


"Tapi mas,"


"Ini semua urusanku lagian Andrew akan membawa donor ginjalnya segera, kau tak perlu khawatir," ucap Wisnu berjalan masuk ke kamarnya.


---


Satu bulan sudah semenjak kejadian itu, walaupun keadaan Wisnu tidak pernah memburuk tapi ini memberi kesan was was bagi Nissa.


Dari pagi Nissa tidak enak badan dia hanya berdiam diri dalam kamar dan sesekali mual mual, lantas ini membuat Wisnu sangat khawatir akan apa yang terjadi pada istrinya.


"Sayang apa kita gak ke rumah sakit aja?" ucap Wisnu menyarankan.


"Iya mas, aku juga gak tahan dari pagi mual mual terus," ucap Nissa.


Kemudian Wisnu membantu Nissa berjalan ke mobil dan membawanya untuk periksa ke dokter.


Sesampainya di rumah sakit Wisnu bergegas membawa Nissa menuju dokter spesialis kandungan dan mulai diperiksa.


Cukup lama dokter tersebut memeriksa Nissa dan akhirnya memanggil pasangan suami istri tersebut untuk menyerahkan hasilnya.


"Apa saya hamil?" ucap Nissa tidak percaya.


"Iya bu, selamat yah!" ucap Donter tersebut menyodorkan tangannya.


"Serius dok!" ucap Wisnu terperangah.

__ADS_1


"Iya pak!"


"Alhamdulilah makasih yah dok!" ucap Wisnu kemudian membantu Nissa untuk berdiri.


Wisnu membantu Nissa untuk berjalan menuju ke mobilnya dan setelah semua sudah siap Wisnu kemudian ikut naik kemobilnya.


"Anak papah, cepat lahir yah!" ucap Wisnu mengelus perut Nissa.


Cup...


Sebuah kecupan diberikan Wisnu di puncak kepala Nissa.


"Makasih yah sayang!"


Wisnu kemudian menjalankan mobilnya dan Nissa hanya tersenyum bahagia kemudian mengelus perutnya.


---


"Nah ini adik kamu," ucap Wisnu menunjukkan foto hasil USG kandungan Nissa.


"Mana pah?" tanya Amri antusias.


Wisnu kemudian menyerahkan foto tersebut ke Amri yang seketika wajah Amri berubah jadi cemberut.


"Kenapa kok Amri gitu? Gak suka yah?" ucap Nissa mengelus rambut sang anak.


"Adik bayi kok kayak permen coklat sih?" ucap Amri sambil mengembalikan foto tersebut. "Amri gak suka!"


"Lah kok gak suka? Katanya mau punya adik bayi?" ucap Wisnu mengambil Amri ke pangkuannya.


"Iya sih! Tapi bukan adik kayak permen coklat," ucap Amri melipat kedua tangannya serta mengerucutkan bibirnya.


"Hahahaha, dulu kamu juga begitu kok, nanti bakal jadi adik bayi yang cantik dan ganteng," ucap Wisnu menjelaskan.


"Bener pah?" ucap Amri polos.


"Iya sayang!" Ucap Wisnu menegaskan.


"Yeeey bakal punya adik bayi!" ucap Amri girang.


Amri tampak senang sekali mendengar kabar ini dan itu merupakan pemandangan yang indah bagi Wisnu sungguh betapa indah hari ini dan semua yang ia rasa sudah sangat lengkap.


"Aku harap dapat hidup lebih lama lagi," bathin Wisnu.


Happy Reading♡

__ADS_1


__ADS_2