Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
45. MDD : Operasi


__ADS_3

Jangan lupa di like sebelum membaca, selamat membaca.


---


Wisnu tak habis pikir dengan apa yang terjadi sejauh ini mimpi ini adalah mimpi yang terindah baginya.


"Benarkah apa yang dikatakan Nissa?"


"Aku hanya milik Nissa?"


Wisnu kembali berpikir jauh namun ia buru buru menepis segala pikirannya dan mulai kembali mencoba melupakan Nissa.


"Ah ini hanya mimpi bunga tidur!"


Wisnu kemudian menatap jam alarm diatas nakas yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi, Wisnu kemudian bergegas mandi untuk bersiap kerumah sakit karena kurang dari 2 jam lagi ia akan menjalani operasi donor ginjal yang entah siapa pendonornya.


---


"Huftt ketinggalan sholat subuh!" gerutu Wisnu berdiri dari duduknya.


Wisnu segera melepas semua pakaiannya dan melilitkan handuk dipinggangnya kemudian masuk ke kamar mandi untuk bersiap dan bergegas ke rumah sakit.


Setelah selesai mandi Wisnu duduk di ranjangnya dan mengeringkan rambutnya sampai ponselnya berdering beberapa kali.


"Halo?" ucap Wisnu mengangkat telpon.


"Halo! Wisnu dimana kau? Kenapa lama sekali?" ucap Andrew dari balik telpon.


"Apakah kau bisa menunggu? Tunggu aku akan segera kesana," ucap Wisnu pada Andrew.


"Baik! Aku tunggu!" ucap Andrew mematikan telpon.


Setelah telpon dari Andrew, Wisnu kemudian melanjutkan mengeringkan rambutnya lalu memakai pakaiannya untuk segera ke rumah sakit.


Wisnu keluar dari kamar hotelnya, memasuki lift dan bergegas ke mobilnya untuk segera ke rumah sakit.

__ADS_1


Di dalam perjalanan Wisnu tiada hentinya memikirkan apa yang sebenarnya maksud dari mimpinya itu? Apakah ini sebuah pesan lantas bukankah mimpi hanyalah bunga tidur atau? Wisnu segera menepis segala pikiran yang menjurus ke arah bersatunya ia dengan Nissa kembali.


Untuk mengalihkan pikirannya Wisnu kemudian menyetel lagu di mobilnya hanya untuk mennenangkan suasana.


Wisnu menikmati lagu yang ia setel sampai ia sadar bahwa lagu itu adalah sebuah lagu yang langsung mengingatkannya pada Nissa.


"Bawalah pergi cintaku, ajak kemana kau mau, jadikan temanmu, temanmu paling kau cinta,"


Penggalan lagu yang membuat Wisnu meneteskan air matanya ketika mengenang semua kenangan rumah tangga mereka janji sehidup semati kini hancur lebur tanpa sisa.


Menyadari bahwa ia meneteskan air mata, Wisnu segera mematikan lagu tersebut dan menghapus air matanya kenapa ini? Bagaimana dia bisa melupakan Nissa? Ataukah mungkin? Ah kita tak perlu berspekulasi terlalu jauh.


Cukup lama Wisnu di perjalanan sampai ia tiba di rumah sakit tersebut dan segera turun untuk menemui Andrew, di ruangan sana sudah menunggu Andrew dan beberapa dokter lain.


"Kemana saja kau?" ucap Andrew agak kesal.


"Maaf,"


"Yasudah suster silakan lakukan pemeriksaan untuk dokter Wisnu sebelum ia menjalani operasi," ucap Andrew pada seorang suster.


Wisnu kemudian mengikuti suster tersebut untuk menjalani pemeriksaan sebelum operasi dimulai, setelah melakukan operasi Wisnu kemudian bergegas menuju ke ruang operasi.


Perlahan Wisnu disuntikan sebuah cairan yang membuat ia tak sadarkan diri, setelah sudah tidak sadarkan diri para tim medis pun mulai menjalankan operasi pendonoran ginjal dari ayah Wisnu sendiri.


• Flashback On.


"Andrew sebelum saya di bius saya ingin bilang sesuatu jika nanti Wisnu bertanya siapa pendonornya kau tak boleh mengatakan apapun!" ucap pak Angga pada Andrew.


"Tapi kenapa?" ucap Andrew bertanya.


"Dari kecil Wisnu tidak mengakui ku sebagai ayahnya dia selalu membenciku akibat aku selalu tidak punya waktu untuknya makanya aku tak ingin Wisnu tau supaya ia tidak menyesal nantinya menerima donor ginjalku," ucap pak Angga perlahan menitikan air mata.


"Baik pak, saya akan menjaga rahasia ini," ucap Andrew kemudian menyuntikkan cairan bius untuk pan Angga agar bisa menjalankan operasi.


• Flashback Off.

__ADS_1


Sudah hampir 2 jam waktu operasi yang dilakukan oleh tim dokter mereka agak was was karena satu kesalahan bisa membuat Wisnu kehilangan nyawanya, setelah hampir 3 jam akhirnya operasi tersebut berhasil dengan operasinya namun Wisnu masih tidak sadarkan diri.


"Alhamdulillah operasinya berhasil," ucap Andrew pada tim dokter.


Setelah semua selesai akhirnya para tim dokter meninggalkan ruangan tersebut dan menyisakan Andrew yang ada di dalam ruangan tersebut.


Andrew tampak bingung karena sudah hampir 30 menit Wisnu tak kunjung sadarkan diri bahkan grafik kesehatannya naik turun terus.


"Ada apa ini?" ucap Andrew bingung.


---


"Nissa? Dimana kamu?" ucap Wisnu berteriak di sebuah taman.


"Nissa? Maafkan aku!"


"Nissaaaa!" ucap Wisnu berteriak.


"Mas Wisnu?" ucap Nissa dari arah belakang Wisnu.


"Sayang!" ucap Wisnu berlari memeluk Nissa namun dengan cepat Nissa menghindar.


"Mas! Jangan peluk dulu kau harus kembali, jika kau mencintaiku kau harus kembali disini bukan tempatmu aku akan menunggumu di kehidupan nyata kita," ucap Nissa kemudian menghilang dari pandangan Wisnu.


---


"Dokter!" ucap Andrew berteriak yang membuat para tim dokter masuk kembali keruangan itu.


"Para tim dokter bingung dengan apa yang terjadi pada Wisnu,"


Badan Wisnu terus gemetar dan tak hentinya menyebutkan nama Nissa yang membuat dokter semakin bingung.


Andrew yang mendengar apa yang disebut Wisnu kemudian mengingat sesuatu.


"Tunggu! Aku tau siapa yang dapat membuat Wisnu kembali normal!" ucap Andrew berlari keluar rumah sakit dan mengendarai mobilnya untuk menemui orang tersebut.

__ADS_1


Happy Reading ♡


__ADS_2