Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
26. MDD : Tabrak Lari


__ADS_3

Assalamualaikum. jangan lupa di like yah para pembaca setia Author agar aku yang tampan ini rajin update.


---


• Flashback On


"Siapa yah?" tanya Han membuka kaca jendela mobilnya.


"Bisa kita bicara sebentar?" ucap wanita tersebut.


"Yah silakan masuk!" ucap Han mempersilakan.


Wanita tersebut kemudian masuk kedalam mobil dan membisikkan sesuatu ke telinga Han.


"Oke saya setuju," ucap Han mengangguk setuju.


"Oh iya, nama aku Dea," ucap Dea memperkenalkan diri.


"Ok aku Han!" ucap Han sambil menjalankan mobilnya.


"Jadi? Rencana kita bagaimana?" ucap Dea pada Han.


"Hmmm kita mampir di cafe depan aja! Nanti kita bahas disitu," ucap Han menjalankannya mobilnya menuju ke cafe yang tak jauh dari rumah sakit tersebut.


Setelah sampai di depan cafe tersebut, Han dan Dea pun berjalan masuk kedalam cafe tersebut dan memesan makanan dan mulai membahas rencana mereka.


"Jadi gini, kita harus tau kapan Ay bisa pergi sendiri tanpa ditemani oleh Andrew," ucap Dea menjelaskan.


"Tapi ini tidak akan melukai Ay kan? Ini hanya buntut balas dendam," ucap Han dengan mata memerah. "Ini semua salahku tapi aku tak rela bila Andrew memiliki Ay dan akhirnya pada saat Ay pergi sendiri aku akan mengambil foto kami berdua sehingga membuat Andrew emosi dan menceraikan Ay,"


"Wah tak kusangka otakmu penuh dengan kekejaman juga yah?"


"Yah! Tapi ini tidak akan menyakiti Ay, awas kalau kau mengingkari janjimu," ucap Han dengan nada penuh ancaman.


"Tapi sekarang yang menjadi masalah kita, kita harus tau kapan Ay pergi sendiri tanpa Andrew," ucap Dea mengelus dagunya.

__ADS_1


"Tenang, malam ini aku akan memata matai mereka," ucap Han.


"Oke!" ucap dea menjabat tangan Han.


Malam telah tiba sekarang adalah waktu tidur bagi setiap insan manusia, sedangkan Ay masih asik menelpon dengan Nissa soal pertemuan mereka sehingga tanpa ia sadari ada han yang menguping dari balik jendela.


Setelah mendengar kata kata Ay di telpon, Akhirnya Han mulai menjauh dari tempat itu dan kembali menelepon Dea.


"Dea? Besok Ay akan pergi sendiri," ucap Han pada Dea di seberang telepon.


"Oke aku tunggu yah!" ucap Han kembali lalu mematikan telpon sepihak.


Keesokan paginya Han sudah menunggu Ay di dalam mobilnya yang ia parkirkan di pinggir jalan sampai Ay tiba tiba keluar dari dalam cafe dengan wajah kesal dan menyebrang jalan tanpa melihat kanan dan kiri.


"Hahahaha akhirnya aku bisa membunuhmu Ay," ucap Dea diujung jalan lalu menancap gas hendak menabrak Ay.


Han yang melihat hal diluar rencana mereka berduapun bergegas keluar dari mobilnya untuk menyelamatkan Ay.


"Awas!" ucap Han mendorong tubuh Ay hingga terhindar dari sambaran mobil Dea dan mengakibatkan Han harus tertabrak dan terpental jauh ke pinggir jalan.


• Flashback Off.


"Han!?" ucap Ay kaget melihat yang menyelamatkannya adalah Han.


Ay segera berlari ke tempat Han tergeletak dengan tubuh bersimbah darah.


"Han bangun!" ucap Ay mengoyangkan tubuh Han.


Seketika semua orang berkumpul mengerumuni mereka berdua sementara Nissa sempat shock namun bukan Nissa namanya kalau tak bisa menyimpan bukti foto nomor kendaraan Dea.


"Apa yang kalian lihat cepat panggil ambulans," ucap Ay berteriak pada orang yang tengah berkumpul di situ.


Ay tak henti hentinya menangis melihat kejadian itu dan ini semua salahnya andai saja ia tak melakukan hal yang bodoh itu.


Nissa kemudian segera merangkul sahabatnya itu dan memberinya air putih agar ia bisa lebih tenang.

__ADS_1


Tak lama kemudian petugas medis pun datang untuk mengangkut Ay menuju ke rumah sakit.


Sementara Nissa dan Ay mengikuti ambulans itu menggunakan taksi yang kebetulan ada di daerah itu, didalam mobil Nissa kemudian mengabari Wisnu tentang kabar ini dan segera menuju ke rumah sakit dan meminta tolong kepada tetangga mereka untuk menitipkan Amri dulu.


Setelah mendapat kabar dari Nissa, Wisnu tampak shock dan juga mengabari Andrew yang kebetulan sedang bekerja dirumah sakit itu.


Han kini sudah ada diruang ugd akibat mengalami pendarahan hebat di bagian kepalanya.


Ay dan Nissa menunggu di luar dengan keadaan panik dan menangis tersedu sedu terlebih Ay yang merasa sangat bersalah.


Selang tak lama kemudian datang Wisnu dan Andrew menghampiri mereka dengan wajah tak kalah panik.


"Apa yang terjadi?" ucap Wisnu bertanya pada Ay dan Nissa.


"Kenapa ini?" ucap Andrew tak kalah antusias.


"Han mengalami pendarahan mas, akibatnya ia sedang di tangani oleh para tenaga medis,"


"Ini semua salahku!" ucap Ay semakin sedih dan memeluk sahabatnya itu.


Lama mereka dalam keadaan tegang dan panik dengan kondisi tak tau keadaan Han sekarang.


Tak lama kemudian keluar dokter di susul beberapa suster dibelakangnya.


"Ini keluarga saudara Han?" ucap Dokter tersebut.


"Iya Dok! Saya kakaknya," ucap Wisnu berdiri kehadapan dokter tersebut.


"Jadi begini pak, akibat mengalami pendarahan di bagian kepalanya yang mengakibatkan ia kehilangan banyak darah dan menghembuskan napas terakhirnya," ucap Dokter tersebut turut bersedih.


Seketika tangis Ay semakin pecah mendengar kabar tersebut juga Wisnu yang tampak sangat terpukul kemudian terduduk lemas dikursi tunggu.


"Siapapun yang sudah melakukan ini, saya jamin hidup kamu tak akan bahagia," bathin Wisnu sambil melepaskan sebutir air mata dari sudut matanya.


Happy Reading😊

__ADS_1


#30dayswritingchallengesPNS


__ADS_2