
Jangan lupa di like yah sebelum membaca dan selamat membaca ♡
---
Wisnu menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Nissa bersama pacar pura puranya itu.
Wisnu mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh meninggalkan sebuah kenangan dan juga rasa cinta yang siap ia kubur dalam dalam.
"Pak Wisnu?" ucap Ozila pada Wisnu. "Bapak tidak apa apa?"
Tidak ada jawaban dari Wisnu Ozila pun mendekatkan duduknya dengan Wisnu dan mengusap bahu Wisnu, namun Wisnu segera dan sigap menyingkirkan tangan Ozila.
Wisnu kemudian mengehtikan mobilnya dan menatap dingin Ozila yang membuat Ozila seketika ketakutan.
"Jangan sentuh saya!" ucap Wisnu ketus.
"Ma .... Maaf!" ucap Ozila menunduk takut.
Wisnu kemudian menjalankan mobilnya kembali, ia sedang dalam perasaan kalut dan tidak karuan tentang apa yang baru saja ia perbuat, namun jika ini jalan terbaik mungkin lebih baik begini.
Lama dalam perjalan, Wisnu kemudian menghentikan mobilnya di depan sebuah cafe dan mengambil amplop coklat dari dalam tas kerjanya.
"Turun!" ucap Wisnu pada Ozila.
"Tapi.. "
"Turun saya bilang!" ucap Wisnu dengan nada sedikit tinggi.
"Ba ... Baik pak!" ucap Ozila turun dari mobil.
__ADS_1
"Tunggu!" ucap Wisnu menahan Ozila yang hendak pergi.
"Ini bayaran kamu, terimakasih sudah membantu saya," ucap Wisnu menyerahkan amplop coklat tersebut.
"Makasih pak!" ucap Ozila mengambil amplop tersebut dan pergi dari tempat itu.
Wisnu kemudian kembali menjalankan mobilnya menuju hotel yang sudah ia tempati tadi, pikiran Wisnu kembali melayang entah apa yang sedang dia pikirkan sehingga.
Sesampainya di hotel, Wisnu segera masuk kedalam hotel dan berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai 3.
Cekrekk!
Wisnu membuka pintu kamarnya didalamnya kosong dan tidak ada apapun, ia kembali teringat jika ia pulang dari kerja pasti sudah ada Nissa yang senantiasa menunggunya dan untuk kali ini dia harus bisa ikhlas dengan apa yang terjadi.
Wisnu berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya ia melonggarkan sedikit kerah bajunya dan mengambil ponsel genggamnya dan mengecek apa yang ada di ponselnya.
Wisnu membuka notifikasi pesan dari Andrew dan ada terhitung 3 panggilan tak terjawab dari Andrew.
Wisnu kemudian membalas pesan Andrew dan mulai melakukan hal yang lain seperti mengecek email juga akun media sosialnya.
Wisnu tanpa sengaja melihat foto kebersamaannya dengan Nissa dan menjadi sedih ketika ia mengenangnya dengan berat hati Wisnu menandai semua foto itu dan mendeletenya, sebenarnya berat menghapus semua ini namun bukannya kalau kita ingin melupakan sesuatu kita harus hapus jejaknya.
Setelah membaca pesan dari Andrew juga menghapus semua foto itu. Wisnu kemudian melempar sembarang ponselnya dan mulai menidurkan badannya perlahan matanya mulai tertutup dan pikirannya sudah ada di alam mimpi.
"Mas?" ucap Nissa berlari memeluk Wisnu dari belakang.
"A.. Apa ini?" ucap Wisnu bingung.
"Ini adalah alam mimpimu," ucap Nissa kembali memeluk Wisnu.
__ADS_1
"Sudah stop, jangan peluk aku!" ucap Wisnu melepas pelukan Nissa.
"Hmmm disini kau tidak usah berakting lagi mas," ucap Nissa menarik tangan Wisnu kesebuah bangku. "Kamu tau bahwa prinsip kita "Remember Alwasy Allah"?"
"Hah? Kamu masih ingat?" ucap Wisnu menatap bingung Nissa.
"Mana mungkin aku melupakan prinsip cinta kita!" ucap Nissa terduduk dibangku. "Kamu mungkin boleh menghindar dariku tapi kalau allah sudah berkata bahwa kau adalah milikku kau tetap milikku!"
"Apa maksudmu?"
"Kau akan tau nanti, kau istirahat biar aku yang membangun cinta ini, karena kamu Jodohku!" ucap Nissa mengecup bibir Wisnu.
Adegan ciuman yang terjadi membuat Wisnu seketika terkaget dan menatap bingung NIssa namun perlahan ia mulai nyaman sampai sebuah berkas putih menyilaukan matanya.
"Ah?" ucap Wisnu terbangun dari tidurnya.
Wisnu terbangun dengan wajah penuh pelu dan keringat dingin, Wisnu menarik napas panjang lalu berdiri dan menyibak horden dan menatap keluar jendela.
"Apakah ini cuma mimpi?" ucap Wisnu dalam hati. "Tapi ini seperti nyata?"
Wisnu tak habis pikir dengan apa yang terjadi sejauh ini mimpi ini adalah mimpi yang terindah baginya.
"Benarkah apa yang dikatakan Nissa?"
"Aku hanya milik Nissa?"
Wisnu kembali berpikir jauh namun ia buru buru menepis segala pikirannya dan mulai kembali mencoba melupakan Nissa.
"Ah ini hanya mimpi bunga tidur!"
__ADS_1
Wisnu kemudian menatap jam alarm diatas nakas yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi, Wisnu kemudian bergegas mandi untuk bersiap kerumah sakit karena kurang dari 2 jam lagi ia akan menjalani operasi donor ginjal yang entah siapa pendonornya.
Happy Reading ♡