
"Terimakasih dok!" ucap Wisnu kemudian mengambil hasil pemeriksaannya.
"Iya pak sama - sama,"
Wisnu kemudian berjalan menuju ke parkiran dan segera kembali kerumahnya karena Nissa mungkin sudah menunggunya.
Wisnu sedang dalam perjalanan pulang kerumahnya selesai melakukan operasi untuk salah satu pasiennya.
Wisnu menjalankan mobilnya dengan perasaan sedih dan kalut, karena ia masih terpikir dengan apa yang dikatakan sang putra sebelum ia berangkat.
"Aku benci ayah,"
Kata kata itu terus melayang layang di pikiran Wisnu, seharusnya dia menolak untuk pergi namun ini semua kewajibannya sebagai seorang dokter.
Sudah tanggung jawab Wisnu jika ada tugas mendadak namun untuk hari ini dia sangat menyesal karena mungkin menyakiti hati putra kecilnya.
Tok! Tok! Tok!
Wisnu mengetuk pintu rumahnya ketika ia selesai memarkirkan mobilnya.
"Assalamualaikum," ucap Wisnu mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam," ucap Nissa membukakan pintu rumahnya.
Nissa membuka pintu dan melihat Wisnu yang sudah menunggu sedari tadi dengan muka yang pucat pasi.
"Nis?" ucap Wisnu memasuki rumah.
"Mas?" ucap NIssa mencium punggung tangan sang suami. "Udah pulang mas? Gimana lancar?"
"Alhamdulilah lancar sayang," ucap Wisnu merenggangkan badannya.
"Capek yah mas?" ucap Nissa memijit tangan Wisnu. "Makan yuk! Aku dah masak tadi,"
"Agak capek sih, tapi aku mau liat Amri dulu, dimana dia?" ucap Wisnu berdiri dari duduknya.
"Dia ada dikamarnya mas daritadi tidak mau bicara mungkin dia masih marah," ucap Nissa pada Wisnu.
"Hufft".
__ADS_1
Wisnu menghela napas panjang kemudian melonggarkan kerah kemejanya dan berjalan menuju kamar sang putra.
Tok! Tok! Tok!
Wisnu mengetuk pintu kamar putranya itu.
"Amri?" ucap Wisnu membuka pintu.
Lama menunggu namun tidak ada jawaban dari putranya.
"Papah masuk yah?" ucap Wisnu membuka pintu.
Cekrek!
Tampak di ranjang tempat tidur Amri yang sedang tertidur dengan bertutupkan selimut.
Wisnu berjalan menuju ke Amri lalu duduk ditepi ranjang. "Amri?"
"Amri marah yah sama papah?" ucap Wisnu mengelus kepala putranya namun cepat disingkirkan oleh Amri.
"Jangan sentuh aku, Pah!"
"Lah kok gak boleh?" ucap Wisnu menatap pekat anaknya
"Amri masih marah yah?" ucap Wisnu lembut.
"Gak!" ucap Amri ketus.
"Tapi... "
"Udah papah keluar aja, papah jahat aku mau tidur gak mau ada orang jahat dikamarku," ucap Amri kembali ketus.
"Oh gitu, selamat malam yah sayang," ucap Wisnu memegang kepala Amri lalu buru buru di tepis oleh Amri.
Wisnu berjalan keluar kamar dengan napas berat juga langkah gontai.
"Kamu sama persis dengan ibu mu nak kelak jika aku sudah tiada aku berharap kau akan menemukan seorang wanita yang bisa membimbingmu karena tidak lama lagi aku berada di dunia ini," bathin Wisnu.
---
__ADS_1
Wisnu berjalan menuju meja makan dimana sudah ada Nissa yang menunggunya sedari tadi.
"Gimana mas?" tanya Nissa.
"Amri ngambek, persis kayak kamu dulu," ucap Wisnu duduk dikursi meja makan.
"Kayak aku?" tanya Nissa bingung.
"Yah sepertimu, jika mau lihat bagaimana kau dulu cuek pada suamimu ini liat saja Amri," ucap Wisnu kemudian memakan makanannya.
"Apaan sih?" ucap Nissa cemberut.
"Sayang?"
"Apa mas?" ucap Nissa menatap suaminya.
"Jika kelak anak kita sudah dewasa dan aku sudah tiada, kuharap kau bisa mendidiknya dan mencari pengganti diriku yang lebih baik," ucap Wisnu menunduk.
"Ngomong apa sih mas?" ucap Nissa khawatir. "Mau gimana pun gak ada yang bisa gantiin kamu di hati aku,"
Wisnu tampak tersenyum sejenak lalu menatap lekat wajah istrinya seakan akan ingin dikenangnya.
"Jika penyakit ini bisa pergi secepatnya aku pastikan takkan menyusahkanmu,"
"Ahh,"
Wisnu tampak sesak napas kemudian memegang dadanya.
"Ada apa mas?" ucap Nissa panik.
"Belum saatnya kamu tau sayang," ucap Wisnu berlalu ke kamarnya meninggalkan Nissa di meja makan.
"Aku harus mengikutimu mas!"
Wisnu tampak duduk ditepi ranjang dengan air mata berlinang menatap hasil lab atas pemeriksaan penyakitnya.
"Kenapa ini terjadi?"
Wisnu berjalan menuju jendela besar dikamarnya menyibak horden jendela tersebut kemudian menatap tajam ke arah langit yang penuh dengan bintang.
__ADS_1
"Beri aku waktu!"
Happy Reading♡