
Assalamualaikum, jangan lupa like yah karena 1 like dari kalian bisa menambah semangat author untuk terus berkarya.
---
Tok! Tok! Tok!
"Siapa?" ucap Andrew dari dalam ruangannya.
"Ini aku Wisnu," ucap Wisnu dari luar ruangan.
Cekrekkk!
Wisnu memasuki ruangan Andrew dimana terdapat sebuah meja kerja dengan dua kursi di depannya, Andrew masih mengenakan seragam dokternya juga setelan jas putih.
"Eh Nu, silakan duduk," ucap Andrew mempersilakan Wisnu untuk duduk.
"Makasih, Dre," ucap Wisnu kemudian menarik kursi untuk duduk.
"Ada apa? Nu?" tanya Andrew sembari melepas kacamata yang dipakainya untuk kerja.
"Jadi gini Dre, kamu bisa gak bawa orang tua Nissa ke taman dekat komplek kita? Soalnya kurasa ini saat yang tepat untuk menunjukkan orang tua Nissa pada Nissa," ucap Wisnu dengan tatapan penuh harap.
"Hemmm kamu yakin?" ucap Andrew bertanya.
"Mau gimana lagi kita tak mungkin menyembunyikan orang tua Nissa lebih lama lagi sebab semua sudah kondusif dan Han yang menjadi pusat masalah sudah tiada bukan?" ucap Wisnu menjelaskan.
"Oke baik aku akan membawa orang tua Nissa hari ini," ucap Andrew.
"Hmmm ya sudah kalau begitu, rumah untuk tempat tinggal orang tua Nissa sudah siap dan untuk biaya kehidupan mertuaku semua akan aku penuhi," lanjut Wisnu yakin.
"Oke kalau begitu aku tunggu yah?" ucap Andrew berdiri dari duduknya.
"Oke makasih yah Dre, kalau gak ada kamu gak tau mau gimana lagi," ucap Wisnu berdiri dan memeluk sahabatnya itu.
"Sama sama," ucap Andrew melepas pelukannya.
"Yah sudah aku ke ruanganku dulu yah! Sekalian mau berangkat pulang," ucap Wisnu pada Andrew.
"Enak yah jadi pemilik rumah sakit? Bisa pulang kapan aja," ledek Andrew sarkas.
Seketika tawa dari kedua dokter tersebut pecah di dalam ruangan tersebut.
"Iya kamu juga pulang," ucap Wisnu menepuk pundak Andrew.
__ADS_1
"Nah gitu dong!" ucap Andrew memberikan jempolnya.
"Ya sudah aku pamit dulu, sampai ketemu nanti yah," ucap Wisnu keluar dari ruangan tersebut. "Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam,"
---
Andrew keluar dari rumah sakit tersebut menuju ke mobilnya dan bergegas berangkat pergi untuk menjemput orang tua Nissa.
Andrew menyetir mobilnya menuju rumah yang sekarang di tempati oleh orang tua Nissa, tidak perlu banyak waktu untuk sampai di rumah tersebut.
Tok! Tok! Tok!
"Assalamualaikum," ucap Andrew sambil mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam, eh nak Andrew," ucap seorang wanita yang sudah tua membukakan pintu. "Masuk nak!"
"Eh gak usah bu, saya cuma mau ajak ibu Darsih dan pak Hazim untuk bertemu dengan Nissa," ucap Andrew menjelaskan.
"Hah!? Beneran nak? Tapi apakah keadaan sudah aman?" ucap bu Darsih dengan wajah murung.
"Insya allah aman bu, Han pun sudah dipanggil dengan yang maha kuasa sehingga ancaman sudah tidak ada bu," ucap Andrew meyakinkan.
"Yaudah kalau begitu nak, ibu kasih tau bapak dulu yah?" ucap bu Darsih pada Andrew.
Bu Darsih pun masuk kedalam rumah untuk memberitahu pak Hazim dan tak lama kemudian bu Darsih keluar dengan membawa kursi roda yang di duduki oleh pak Hazim.
"Pak!" ucap Andrew mencium punggung tangan pak Hazim. "Kalau gitu kita berangkat sekarang yah?"
"Iya nak!" ucap bu Darsih.
Pak Hazim tampak tak berbicara karena semenjak penyakitnya itu ia tidak dapat berjalan dan berjalan kini tatapannya benar benar kosong sekali.
Andrew membantu pak Hazim untuk naik ke mobil di susul oleh bu Darsih sebelum akhirnya mereka berangkat untuk bertemu dengan Nissa.
Tampak mobil yang dikendarai mereka sudah semakin menjauh dan tidak terlihat lagi.
Ditempat itu kini terlihat seorang wanita dengan senyum sinis melambai pada mobil andrew.
"Selamat jalan, ku harap kau akan selamat!" ucap wanita tersebut sebelum akhirnya pergi dari tempat itu.
---
__ADS_1
"Nis? Udah siap belum sayang?" ucap Wisnu yang sedang menunggu Nissa di teras depan.
"Bentar mas! Ini mau pakaiin popok Amri dulu," ucap Nissa dari dalam rumah.
Hampir sekitar setengah jam Wisnu menunggu Nissa sebelum akhirnya dia keluar dengan Amri di gendongannya.
"Yuk!" ucap Wisnu melangkah menuju mobilnya.
Nissa hanya mengangguk kecil lalu menyusul Wisnu ke dalam mobil.
Wisnu menyetir mobil tersebut menuju ke taman tempat mereka akan bertemu ia tampak tersenyum karena tidak bisa menbayangkan bagaimana ekspresi sang istri bertemu dengan orang tuanya.
"Mas? Kita mau kemana sih?" tanya Nissa pada Wisnu.
"Menurut kamu?" ucap Wisnu melirik Nissa dan tersenyum manis kemudian memakai kacamatanya.
"Ih mas, gak usah main tebak tebakan lah, kita mau kemana?" ucap Nissa kesal.
"Hmmm kita mau ke hati kamu aja deh!" ucap Wisnu menggoda istrinya.
"Apaan sih, ayo mas bilang kita mau kemana?" ucap Nissa kembali bertanya.
"Iya, kita mau ketemu sama kakek dan neneknya Amri," ucap Wisnu kembali fokus menyetir.
"Maksudnya, orang tua mas?" ucap Nissa memastikan.
"Bukan!" ucap Wisnu menggeleng.
"Terus?" tanya Nissa bingung.
"Ketemu orang tua kamu, sekaligus mertua aku,"
"Apa? Jadi orang tua aku?" ucap Nissa dengan mata melingkar sempurna.
"Nanti aku jelaskan," ucap Wisnu menahan perkataan Nissa.
Tit.. Tit.. Tit..
Tiba tiba ponsel Wisnu berdering dari dalam saku celananya, ia menghentikan mobilnya sejenak sebelum akhirnya mengangkat telepon tersebut.
"Assalamualaikum, ada apa Drew?" ucap Wisnu mengangkat telpon dari Andrew.
"Aku kecelakaan Nu," ucap Andrew dari seberang telpon. "Kamu ke rumah sakit aja,"
__ADS_1
"Apa!?" ucap Wisnu dengan wajah pucat pasi. "Baik aku akan segera kesana,"
Happy Reading😊