Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
49. MDD : Terungkap


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan like dan komen positifnya dan selamat membaca ♡


---


"Ta ... Tapi bu saya mohon!" ucap ibu Wisnu bersimpuh sambil memegangi kaki bu Darsih.


"Eh apa ini? Sana jauh jauh kamu," ucap bu Darsih menarik kakinya sehingga ibu Wisnu terjatuh kebelakang.


"Mamah!" ucap Wisnu mendatangi mamahnya, "Mamah gak apa apa?"


"Gak apa apa nak!"


"Tante! Tante gak seharusnya begitu!" ucap Wisnu emosi. "Kami tahu kami orang miskin tapi gak seharusnya tante kasar begini,"


"Yah suka suka saya dong? Ini kan rumah saya? Jadi silakan kamu pergi saya banyak urusan," ucap bu Darsih ketus lalu menutup pintu rumahnya.


Wisnu sangat dibuat kesal oleh tingkah laku bu Darsih yang sombong itu sehingga Wisnu menyimpan beribu dendam dalam hatinya.


"Tunggu saja, akan ada saatnya dimana kalian akan berlutut dihadapanku!" bathin Wisnu kesal.


Wisnu kemudian membawa ibundanya pulang dengan berjuta perasaan sedih, air mata senantiasa mengalir dari mata ibu Wisnu.


Sesampainya di rumah, mereka melihat Han dengan wajah panik dan juga mata yang sembab mereka bingung apa yang terjadi dengan Han.


Wisnu kemudian segera menghampiri adiknya itu dan menanyakan perihal apa yang terjadi.


"Ada apa Han?" tanya Wisnu pada Han.


"Atah kak!" ucap Han dengan gugup.


"Ayah kenapa nak?" ucap ibu Wisnu yang kali ini bertanya.


"Ayah pergi sama tante Dewi, katanya tante Dewi yang akan menbiayai operasi ayah dan ayah setuju dan pergi meninggalkan kita,"


"Apa!?" ucap Wisnu terperanjat.


Wisnu benar benar kesal, kenapa keluarganya begini? Ia rasa semua rasa cintanya kepada ayahnya berubah jadi kebencian yang mendalam Wisnu menekuk erat kedua tangannya dengan wajah yang memerah menahan marah.

__ADS_1


Sementara ibu Wisnu sangat syok dan terduduk di kursi yang sudah tua itu, ibu Wisnu memegangi dadanya seperti sedang sesak napas ibunda Wisnu memang memliki riwayat penyakit jantung dan sudah beberapa kali terkena serangan jantung yang ringan.


Ibu Wisnu semakin merasakan sesak napas yang membuat Han dan Wisnu sangat panik dibuatnya, kedua sodara ini tak tau harus berbuat apa sampai ibu Wisnu berhenti sesak napas dan tak sadarkan diri.


"Mamah? Mamah tidak apa apa?" ucap Wisnu panik.


Wisnu segera memeriksa denyut nadi ibundanya juga detak jantungnya dan hal itu merubah wajah Wisnu dan kini ia sudah dipenuhi oleh air mata dan keadaan kalut dan begitupun yang dirasakan Han.


"Mamah!!!!"


• Flashback Off.


"Ta ... Tapi ayahku sudah bahagia sekarang bersama istri barunya yang membuat mamahku meninggal karenanya," ucap Wisnu kesal mengenang memori itu.


"Kau salah! Ayahmu tidak menikahi perempuan itu dia setia pada ibumu, dan perempuan itu juga sadar bahwa tak seharusnya dia merebut ayahmu dari ibumu," ucap Wisnu duduk di kursi yang tidak jauh dari Wisnu.


"Dari mana aku tahu?" ucap Wisnu bingung.


"Karena perempuan itu adalah ibuku," ucap Andrew menunduk.


"Yah kau tepat sekali,"


"Jadi selama ini aku salah sangka dengan ayahku?" ucap Wisnu yang kini dengan wajah penuh penyesalan. "Dimana ayahku, aku ingin bertemu dengannya, aku mohon Dre,"


Andrew menarik napas panjang lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke pintu. "Ikut aku!"


Wisnu pun dibantu Nissa berjalan menyusul Andrew kesebuah ruangan yang sangat asing bagi Wisnu.


"Masuklah pak Angga ada didalam,"


Wisnu dan Nissa pun berjalan masuk kedalam ruangan tersebut dan mulai membuka pintunya.


Cekrekk!


Wisnu membuka pintu ruangan tersebut dan tampak olehnya sesosok pria yang tak asing baginya terbaring tak berdaya.


"Ayah!" ucap Wisnu berjalan menuju ayahnya disusul Nissa dan Andrew.

__ADS_1


"Ayah ini Wisnu yah, bangun yah!" ucap Wisnu memeluk tubuh ayahnya.


Nissa dan Andrew hanya diam dan menyaksikan apa yang sedang terjadi di depan mereka, Andrew tampak menunduk seakan sudah tidak ada lagi beban dan ia bisa menyelesaikan masalah sahabatnya.


"Ayah? Ini Wisnu bangun yah!"


Pak Angga nampak tidak bergerak sedikitpun dan hanya terdiam terbaring lemah tak berdaya.


"Maafkan Wisnu yah?" ucap Wisnu menatap ayahnya dengan anak sungai yang sudah ada di bawah matanya.


"Hahhh!!!!"


Wisnu berteriak tak karuan dan dengan cepat Nissa memeluk tubuh suaminya itu dan menenangkannya.


"Sabar mas!" ucap Nissa memeluk Wisnu. "Ayah pasti gak apa apa kok!"


Wisnu kemudian membalas pelukan Nissa dan hangat membuatnya tenang dalam dekapan istrinya.


"Wisnu?" ucap pak Angga yang sudah sadar dan melihat anaknya ada di sampingnya.


"Ayah?" ucap Wisnu tersenyum dan menghapus air matanya.


Wisnu pun dengan cepat memeluk tubuh ayahnya dan pak Angga hanya mengelus rambut Wisnu.


"Maafin Wisnu, Yah?" ucap Wisnu dengan suara serak.


"Iya nak, ayah sudah memaafkanmu karena kamu adalah anak ayah," ucap pak Angga memeluk tubuh anaknya. "Siapa yang memberitahumu bahwa ayah ada disini?"


Wisnu tak menjawab dan masih hangat dalam pelukan ayahnya dan tidak mau bergerak sedikitpun.


Pak Angga kemudian nenatap tajam ke arah Andrew yang seketika langsung salah tingkah, dan tanpa diberitahu pak Angga sudah tau bahwa ini semua rencana dari Andrew.


Sesungguhnya Andrew adalah aset yang berharga bagi orang sekitarnya karena mampu menyatukan semua yang sudah terpecah bela dan merangkulnya dalam balutan kejujuran dan rencana yang ia mainkan cantik.


Akhirnya semua kesalah pahaman terungkap dan berharap semua ini tidak akan terjadi lagi sehingga Wisnu dan Nissa juga Andrew dan Ay serta keluarga mereka bisa bernapas dengan lega.


Happy Reading ♡

__ADS_1


__ADS_2