Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
53. MDD : Hanya Kita Berdua Part 1


__ADS_3

Jangan lupa di like sebelum membaca dan selamat membaca ♡


---


Wisnu menjalankan mobilnya menuju ke kediamannya bersama Nissa, ia memperlambat laju kendaraannya setelah memasuki gerbang perumahan elite itu.


Suasana hening dan juga tanpa suara, kenapa mereka canggung setelah melakukan semua ini? Nissa terdiam karena ia tak pernah tau suaminya bisa se agresif ini walaupun dia pernah melihat yang lebih parah daripada ini.


Sesampainya di rumah Wisnu segera turun dari mobil dan membukakan pintu


Mobil untuk Nissa.


"Kok gak biasanya sih?" ucap Nissa dalam hati.


Wisnu tampak tersenyum dan mengedipkan kedua matanya dan langsung menarik Nissa kepelukannya kemudian menggendongnya.


"Hah? Apa ini?" ucap Nissa memberontak.


Nissa tau berat badannya sangat berat apalagi ketika sekarang ia sedang mengandung dan tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk melihat sang anak keluar dari dalam rahimnya.


Nissa terus memberontak agar diturunkan namun bukan Wisnu namanya kalau dia tidak keras kepala, ia tidak menggubris kata kata istrinya yang bahkan sudah memohon itu.


"Mas turunin aku!" ucap Nissa dengan raut wajah memelas.


"Gak mau!" ucap Wisnu menggendong Nissa masuk kedalam rumahnya.


Dukk!


Wisnu menendang pintu rumahnya hingga terbuka lebar dan melangkah masuk sambil menggendong Nissa, Wisnu kemudian berjalan ke arah sofa dan mendudukkan Nissa disana lalu mendekatkan wajahnya sehingga tersisa hanya beberapa senti saja dari wajah Nissa.


"Semoga dia tidak menciumku," ucap Nissa dalam hati sembari berharap dan memejamkan matanya.


Wisnu tersenyum lalu mendekatkan mulutnya ketelinga Nissa dan membisikkan sesuatu.


"Tenang saja hari ini hanya ada kita berdua," bisik Wisnu kepada Nissa.


Seketika bulu kuduk Nissa berdiri semua akibat bisikan Wisnu barusan, tapi sebentar Wisnu bilang hanya berdua? Dimana Amri?


"Mas? Dimana Amri?" tanya Nissa panik.


"Tenang saja Amri aman kok!" ucap Wisnu santai.


• Flashback On.


Wisnu duduk di tepi ranjang menunggu Nissa yang sedang berada di toilet dan kemudian tampak menelpon seseorang.


"Assalamualaikum bu!" ucap Wisnu pada bu Darsih lewat sambungan telpon.


"Waalaikumsalam nak, kamu sudah sehat?" tanya bu Darsih pada Wisnu.


"Alhamdulilah bu, hari ini sudah boleh pulang," ucap Wisnu.


"Alhamdulilah, cepet pulang yah nak Amri kangen nih sama kamu,"


"Insya allah bu," ucap Wisnu pada bu Darsih.

__ADS_1


"Nissa dimana?" tanya bu Darsih pada Wisnu.


"Ada tadi izin ke toilet," ucap Wisnu menjawab.


"Oh,"


"Bu?" ucap Wisnu pada bu Darsih.


"Kenapa nak?" tanya bu Darsih.


"Hari ini aku kan sudah boleh pulang, aku boleh tidak minta tolong supaya Andrew ikut nginap di rumah ibu malam ini soalnya aku mau berdua saja dengan Nissa malam ini," ucap Wisnu menjelaskan.


"Oh gitu toh nak, siap pasti ibu akan bantu," ucap bu Darsih menyetujui.


"Kalau begitu makasih yah bu, dan lanjut nanti soalnya Nissa udah keluar nih dari kamar mandi," ucap Wisnu pada bu Darsih. "Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam," ucap bu Darsih kemudian mematikan sambungan telepon.


"Mas? Habis nelpon sama siapa?" tanya Nissa yang baru keluar dari kamar mandi.


"Gak ada apa apa," ucap Wisnu meletakkan ponselnya.


"Yakin?" ucap Nissa menyelidik.


"Iya," ucap Wisnu memastikan.


Nissa kemudian berhenti bertanya dan menatap curiga suaminya kemudian mengambil ponselnya kemudian fokus ke ponselnya.


• Flashback Off.


"Mas?" ucap Nissa pada sang suami.


"Iya ada apa?" ucap Wisnu menatap istrinya itu.


"Jangan tinggalin aku lagi yah mas?" ucap Nissa lirih.


"Aku akan selalu bersamamu,"


Mendengar kata Wisnu, Nissa kembali memeluk Wisnu dan membenamkan wajahnya di dada bidang Wisnu yang selama ini ia rindukan.


"Tenang sayang, aku akan selalu bersamamu karena engkaulah Takdirku," ucap Wisnu tersenyum pasti.


Wisnu kemudian mencium hangat bibir istrinya dab merasakan kehangatan yang akan ia rasakan selamanya dan berharap akan selalu bersama sampai maut yang memisahkan mereka.


"Aku sangat bahagia hari ini karena aku bisa memiliki suamiku seutuhnya dan selamanya sampai waktu yang memisahkan kita nanti," ucap Nissa dalam hati.


Wisnu kemudian melepaskan ciumannya dan menatap sendu Nissa kembali kemudian memeluk lembut Nissa dan membiarkan Nissa menbenamkan wajahnya di dada bidang Wisnu.


"Mas?" ucap Nissa menatap suaminya itu.


Wisnu tak menjawab langsung Nissa melainkan hanya berdehem pelan kepada Nissa.


"Makan yuk!" ucap Nissa menyarankan.


"Hmmm, mau makan apa?" tanya Wisnu pada Nissa.

__ADS_1


"Gak tau, aku masak dulu yah," ucap Nissa berdiri dari duduknya.


"Tunggu!" ucap Wisnu menarik Nissa duduk kembali ke pelukannya. "Kita pesan online aja,"


"Hmmmm, oke," ucap Nissa menyetujui.


Nissa kemudian mengambil ponselnya dan menelepon delivery makanan cepat saji secara online.


"Halo mas, pesanan menu siap saji mak ijah menjerit aw?" tanya Nissa pada suara di seberang telpon.


"Iya bu, benar ingin pesan apa?" ucap suara di seberang telepon dengan ramah.


"Hmmm, gini mas saya mau pesan ... Gurame saus padang, ikan kakap saus kecap, sop buntut dan juga ayam geprek pedas asam manisnya satu, eh kue bolu gulungnya juga enak dan itu aja mas," ucap Nissa mengatakan pesanannya.


"Oke bu, terima kasih silakan di tunggu pesanannya,"


"Sama sama," ucap Nissa mematlkan telpon sepihak.


Setelah menelepon delivery makanan cepat saja itu, Nissa kemudian meletakkan ponselnya di meja depannya kemudian kembali fokus ke Wisnu.


"Udah pesannya?" ucap Wisnu duduk menghadap ke Nissa.


"Udah," ucap Nissa memandang suaminya.


"Pesan banyak gitu siapa yang mau makan?" tanya Wisnu sembari memamerkan senyum pepsodentnya.


"Yah kamulah," ucap Nissa mencubit hidung mancung suaminya.


"Aku gak bisa makan banyak gitu, gimana kalau kamu aja yang makan semuanya,"


"Gak bisalah, nanti aku gemukan," ucap Nissa cemberut.


"Emang kalau gemukan kenapa?" tanya Wisnu pada Nissa.


"Yah emang kamu mau punya istri gendut?" ucap Nissa kesal.


"Kan gampang tinggal cari yang lebih langsing Lagi,"


"Apaan sih mas!" ucap Nissa mencubit pinggang Wisnu.


"Yaudah sini, kamu satu satunya," ucap Wisnu menarik Nissa kepelukannya.


"Janji yah mas!" ucap Nissa mengarahkan jari kelingkingnya.


"Janji!" ucap Wisnu menyatukan kelingkingnya kepada kelingking Nissa.


Nissa pun memeluk lembut suaminya itu dan menyandarkan kepalanya ke dada sang suami, Wisnu kemudian mengambil kepala Nissa dan mendekatkannya ke wajahnya sambil menyengir menyeringai Wisnu kemudian mendekatkan bibirnya kepada bibir Nissa dan ...


Tok! Tok! Tok!


"Pesanan delivery nya udah datang," ucap Nissa melepas pelukan Wisnu dan berjalan ke pintu meninggalkan Wisnu yang nista terduduk ditinggal oleh Nissa.


Wisnu hanya duduk sambil tersenyum kemudian merenggangkan badannya dan menghela napas panjang dan merasa lega.


Happy Reading ♡

__ADS_1


__ADS_2