Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
29. MDD : Pengakuan Dea


__ADS_3

Assalamualaikum, jangan lupa likenya yah agar Author rajin update.


---


"Mas? Pampersnya Amri mana?" ucap Nissa pada Wisnu yang masih tertidur lelap setelah sholat subuh.


Nissa sudah berulang kali memanggil nama suaminya namun tidak kunjung ada jawaban.


Sedangkan Wisnu tak langsung menjawabnya melainkan hanya berdehem pelan dan memiringkan tidurnya memeluk guling.


Wisnu tampaknya masih ingin berlama lama dalam mimpi indahnya sedangkan. Hari sudah mulai siang tapi Wisnu masih bersikukuh untuk tetap terbuai dalam mimpi indahnya yang entah apa dia mimpikan.


"Mas!" pekik Nissa menarik hidung mancung sang suami.


Kini Nissa sudah mengeluarkan suara oktafnya yang sangat lantang yang mampu merusak mimpi indah Wisnu.


"Eh monyet!" racau Wisnu bangun dari tidurnya.


Wisnu terbangun dengan keadaan kaget dan ksringat dingin juga napaa yang memburu.


"Baru bangun? Enak yah?" ucap Nissa ketus. "Mimpi apa barusan?"


Nissa masih memandang sinis suaminya itu yang mulai salah tingkah serta menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hehehehehe ... Maaf sayang, emang ada apa?" ucap Wisnu kembali merebahkan tubuhnya dengan keadaan tengkurap. "Ayo ngomong!"


"Mas! Bangun malah tidur lagi," ucap Nissa yang kini mencubit punggung Wisnu.


"Awww," keluh Wisnu kesakitan. "Ada apa sih?"


Kini Wisnu kembali terduduk dan sedikit kesal dan mengelus punggungnya yang sakit.


"Ini lo mas, Pampersnya Amri habis," ucap Nissa agak kesal. "Kamu beliin di mini market dulu gih,"


Nissa mengucapkan kalimat tersebut sambil menunjukkan bungkus pampers yang sudah kosong.


"Iya bentar," ucap Wisnu hendak merebahkan tubuhnya kembali. "lima menit lagi yah!"


"Hah!? Tidur lagi?" ucap Nissa kini dengan kedua bola mata yang dilingkarkan sempurna. "Gak bangun! aku siram air panas!"


"Eh... Maaf iya sayang, aduh manisnya istriku yang satu ini," ucap Wisnu mencubit gemas pipi istrinya.

__ADS_1


"Dah, gak usah gombal, mending buruan beliin pampersnya," ucap Nissa melepas tangan Wisnu.


"Amri sayang, sabar yah nak, mama kamu itu galak," ucap Wisnu berbicara pada bayinya yang disambut senyum manis sang anak.


"Udah buruan mas!" ucap Nissa semakin kesal.


"Iya iya bawel," ucap Wisnu berdiri dari duduknya. "Aku mandi dulu yah?"


"Gak usah, buruan beli aja dulu," bantah Nissa.


"Tapi nanti bau sayang," ucap Wisnu memelas.


"Gak bakal kok, dengan wajah mas yang tampan gak ada yang nge kalau mas belum mandi," ucap Nissa yang kini menbenarkan duduknya.


"Hmmm jadi suami kamu ini ganteng?" ucap Wisnu dengan senyum menggoda.


"Gak!" jawab Nissa ketus.


"Lah tadi katanya tampan?" ucap Wisnu dengan wajah polosnya.


"Maaf tadi khilaf," ucap Nissa melipat kedua tangannya.


Sruk!


"Yakin nih?" bisik Wisnu pada Nissa.


Seketika bulu kuduk Nissa berdiri mendengar bisikan manis anak suami.


"Iya," ucap Nissa masih dengan ketusnya.


"Yaudah aku cuma mau bilang sesuatu," ucap Wisnu kembali berbisik


"Apa?" tanya Nissa antusias.


"Kamu gendutan," ucap Wisnu meledek kemudian mencium pipi Nissa dan berlalu keluar kamar. "Aku pergi dulu yah sayang,"


Melihat tingkah laku Wisnu, Nissa hanya bisa senyum senyum sendiri di dalam kamar.


"Kita dua satu kan sayang?" bathin Wisnu kemudian menjalankan mobilnya menuju mini market.


---

__ADS_1


Cekrekk


"Masuk sayang!" ucap Dea yang sudah dipengaruhi oleh alkohol.


Andrew yang merangkul Dea pun tampak penuh dengan pengaruh alkohol dan dalam keadaan mabuk berat.


"Yang, aku ngantuk!" ucap Andrew dengan langkah sempoyongan.


"Iya mas, yuk ke kamar aku juga ngantuk nih!" ucap


Andrew dan Dea pun berjalan sempoyongan menuju ke dalam kamar dan mulai merebahkan badannya.


"Mas?" ucap Dea yang sedang bersandar di dada Andrew.


"Apa sayang?" tanya Andrew sambil sesekali melirik ke arah Dea.


"Kamu tau gak hari ini adalah hari yang paling terbaik untuk aku," ucap Dea dengan ucapan yang sedikit terganggu serta bau mulut yang beraroma alkohol.


"Hah!? Kenapa?" tanya Andrew antusias.


"Jelas!" teriak Dea penuh kemenangan. "Aku sudah bisa merebutmu kembali dan berhasil membunuh Han walau gagal membunuh si setan Ay itu,"


"Hah? Jadi kamu yang melakukan semua itu?" ucap Andrew tersenyum simpul.


"Iya dong mas! Istri kamu ini hebatkan?" ucap Dea penuh kemenangan.


"Hebat dong sayang, kamu memang istri kebangganku dan juga yang paling bisa membuatku senang," ucap Andrew mengelus rambut Dea. "Yaudah kita tidur yuk!"


"Iya mas!" ucap Dea menyetujuinya.


Akhirnya Dea dan Andrew bergegas memejamkan matanya dan mulai terbuai dalam alunan mimpi indah.


Keesokan paginya Dea terbangun dari tidurnya namun tidak ada Andrew di manapun diruangan tersebut.


Dea beranjak menuju ke kamar mandi untuk mencuci mukanya sebelum ia menemukan surat i yang tertempel di kaca wastafel.


"Sayang? Datang di cafe biasa yah? Ada kejutan untuk kamu,"


Isi sebuah surat yang ditulis oleh Andrew yang sukses membuat Dea senyum senyum sendiri.


"Kamu romantis banget sih mas,"

__ADS_1


"Halo siap! semuanya sudah ada dalam rencana," ucap Andrew kemudian mematikan teleponnya.


Happy Reading😊


__ADS_2