
Jangan lupa like sebelum membaca, terima kasih.♡
---
"Yah semua akan siapkan,"
"Apakah bapak yakin dengan ssmua ini?"
"Yah aku sangat yakin, dengan penyakit Wisnu tidak lama lagi rumah tangga mereka akan hancur,"
"Tapi.."
"Jangan banyak bicara! Kerjakan saja urusanmu!"
"Ba... Baik pak!"
---
Tok! Tok! Tok!
"Nis! Nissa! Buka!" ucap Wisnu mengetuk pintu.
"Iya mas bentar," ucap Nissa membuka pintu. "Mas,"
Setelah membukakan pintu, Nissa kemudian mengambil tangan Wisnu namun ditepis kasar oleh Wisnu.
"Lama banget sih!?" ucap Wisnu dengan nada sedikit membentak.
Wisnu menatap Nissa dengan tatapan penuh kemarahan dan juga kebencian yang entah itu asli atau dibuat buat.
"Ma.. Maaf mas," ucap Nissa menunduk.
"Maaf? Dasar istri gak berguna!" ucap Wisnu melangkah masuk meninggalkan Nissa di ambang pintu.
Wisnu berjalan masuk keruang tamu dan terduduk di sofa sambil menonton tv acara siang yang banyak bertebaran di tv.
Sementara Nissa menunduk heran dia bahkan bingung dengan apa yang terjadi pada suaminya bukannya pagi ini tidak apa apa? Heran, bingung dan juga panik bercampur aduk jadi satu.
Wisnu merenggangkan badannya di sofa ruang tamu sambil matanya tetap fokus kedepan tv.
__ADS_1
"Mas?" ucap Nissa duduk disamping Wisnu.
Wisnu hanya terdiam dan tetap menatap kedepan tv tanpa mempedulikan Nissa yang ada disampingnya.
"Pergi!" ucap Wisnu dengan nada meninggi.
"Apa maksudnya?" ucap Nissa bingung.
"Pergi! Kau tak punya telinga?" ucap Wisnu kini mengangkat dagu Nissa. "Pergi dari hadapanku!"
Setelah berbicara Wisnu kemudian membuang wajah Nissa yang terdapat bekas pegangan tangannya yang terlalu kuat yang pasti membuat Nissa akan sedikit kesakitan.
Wisnu kemudian berdiri dari duduknya, Wisnu melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi dan menguncinya rapat rapat.
Didalam kamar mandi Wisnu hanya bisa menangis sejadi jadinya atas perlakuannya tadi.
"Maafkan aku Nis," ucap Wisnu menatap kaca didepannya. "Lebih baik kau membenciku daripada aku melihatmu menderita disampingku,"
Wisnu kemudian mengambil ponsel dari saku celananya dan tampak menelpon seseorang
"Halo? Pak Adli? Siapkan surar gugatan cerai segera saya ingin malam ini sudah selesai!" ucap Wisnu menelpon seseorang.
---
• Flashback On.
"Selamat siang, Andrew!" ucap seorang pria saat menemui Andrew disebuah restoran.
"Siang, pak!" ucap Andrew menjabat tangan pria tersebut.
"Bagaimana hubungan putraku dengan istrinya," ucap pria tersebut mengambil kursi untuk duduk.
"Hmmm semua ini terancam hancur pak!" ucap Andrew ragu.
"Apa!?" ucap pria itu kaget. "Apa maksudmu?"
"Begini pak! Semuanya terancam, karena Wisnu sudah menyerah dengan penyakitnya dan tak ingin menyulitkan Nissa," ucap Andrew menarik napas panjang.
"Sepertinya saya yang akan mengorbankan ginjal saya demi anakku," ucap pria tersebut berdiri dan terlihat menelpon seseorang.
__ADS_1
"Halo? Batalkan semua acara dan meeting dalam satu minggu kedepan saya sedang ada kunjungan ke luar negri!" ucap pria tersebut mematikan telpon sepihak.
"Apakah bapak sudah siap?" ucap Andrew berdiri menatap pria tersebut.
"Yah semua akan siapkan," ucap pria itu yakin.
"Apakah bapak yakin dengan ssmua ini?" tanya Andrew memastikan kembali.
"Yah aku sangat yakin, dengan penyakit Wisnu tidak lama lagi rumah tangga mereka akan hancur,"
"Tapi.."
"Jangan banyak bicara! Kerjakan saja urusanmu!" bentak pria itu.
"Ba... Baik pak!" ucap Andrew kemudian menelepon para staf rumah sakit agar menyiapkan operasi untuk besok lusa.
• Flashback Off.
Andrew menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang dan tampak mulai menelpon Wisnu.
"Halo Nu!?" ucap Andrew. "Aku sudah menemukan pendonor untukmu tapi... "
"Tapi kenapa?"
"Kesempatan selamat hanya 50% apakah kamu siap!"
Wisnu menarik napas panjang dan kemudian meletakkan kembali ponselnya didekat telinganya.
"Yah aku siap!' ucap Wisnu yakin.
"Jadi kamu tidak akan menceraikan Nissa kan?" ucap Andrew bertanya.
"Aku akan menceraikannya!"
"Tapi,"
"Kau bilang hanya 50% persen bagaimana kalau aku meninggal? Lebih baik aku bebaskan Nissa supaya nanti dia tidak terpukul karena diriku, dan kau Andrew, jika kau masih menganggapku sahabat! Berhasil atau tidaknya operasiku kau harus keparis menemui Ay dan tidak membocorkan semua ini pada Nissa," ucap Wisnu mematikan telpon sepihak.
Happy Reading ♡
__ADS_1