
< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >
"Sah!"
Suara orang bergemuruh di hari pernikahan Rendra dan Eva, sebuah pernikahan yang tidak di sengaja akibat perjodohan orang tua.
Jarak usia yang beda 8 tahun membuat pasangan ini lebih terkesan sebagai keponakan dan om.
Setelah para saksi mengesahkan pernikahan dua insan ini mereka pun mulai memanjatkan doa agar pernikahan mereka bisa bertahan lama namun mungkin semua doa itu takkan berfungsi pada pasangan ini.
Tidak ada raut wajah kebahagian dari pasangan ini kecuali dari Nissa, Wisnu, Ay dan Andrew yang memang orang tua dari Rendra dan Eva.
"Alhamdulillah, dulu yang nikah Amri dan Dela sekarang Rendra dan Eva, emang gak jauh jauh jodohnya yah," ucap Wisnu dengan raut wajah bahagia.
"Iya Nu, akhirnya mereka bisa berjodoh juga, semoga langgeng kayak Amri dan Dela,"
"Amin," ucap Nissa dan Ay.
Sementara itu Amri dan Dela terlihat menyalami Rendra dan Eva yang baru saja resmi menjadi pasangan suami istri.
"Selamat yah Dek," ucap Amri memeluk adiknya itu.
"Iya kak," ucap Rendra tersenyum kecut.
Begitu pula dengan Dela yang menyalami pengantin ini kemudian berlalu menuju tempat duduk mereka kembali.
---
__ADS_1
Prangg!
Suara gelas yang pecah dan vas bunga yang pecah akibat ditendang oleh Rendra, Rendra benar benar emosi dan sangat marah ia menatap kesal Eva dan mulai mendekatinya.
"Puas kamu!" teriak Rendra pada Eva. "Puas sudah bisa menjadi istri saya? Apalagi yang kamu harapkan dari saya?"
Eva terdiam mendengar bentakan Rendra yang sangat keras dan juga raut wajah Rendra yang penuh dengan kebencian.
"Ma ... Maaf om," ucap Eva terdiam.
"Kamu remaja masih kecil namun pikiran kamu licik yah? Kamu bisa membuat pria dewasa seperti saya menikahi kamu," ucap Rendra berjalan memutari Eva.
Rendra kemudian mengenggam erat tangan Eva sehingga membuatnya sedikit kesakitan dan membawanya kedalam kamar.
"Sini kamu!" bentak Rendra menghempaskan tubuh Eva ke ranjang. "Ini kan yang kamu mau? Dasar wanita ******,"
"Om mau apa?" tanya Eva ketakutan.
"Cih! Kamu jangan sok polos! Saya akan melakukan hal yang kamu lakukan sewaktu menjebak saya di hotel itu,"
"Jangan om saya sudah tidak mau,"
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Eva sehingga menimbulkan bekas yang perih jika disentuh.
"Apa? Tidak mau?" bentak Rendra. "Kamu sudah menjadi milik saya dan kamu harus melayani saya,"
__ADS_1
Rendra kemudian menindih tubuh Eva sehingga Eva tidak bisa bergerak sedikitpun.
Rendra kemudian mengelus wajah Eva yang masih sakit akibat tamparannya itu.
"Pipi yang mulus," ucap Rendra tersenyum sinis.
Rendra kemudian menciumi wajah Eva kasar kemudian memeluk erat Eva.
Eva hanya bisa terdiam mendapat perlakuan seperti itu yang tak terasa sebutir air mata jatuh dari sudut matanya.
Setelah puas menciumi Eva, Rendra kemudian menarik Eva untuk berdiri dan menarik tangannya keluar dari kamar.
"Kamu kira saya akan melakukan hal itu? Dasar wanita tidak tahu diri, menjauh kau dari hadapanku," ucap Rendra menarik Eva keluar dari kamar.
Deg!
"Apa maksud pria ini?" guman Eva dalam hati.
"Malam ini saya ingin sendiri dan kau tidur diluar," ucap Rendra menutup pintu kamar dengan sangat keras.
Duk!
Suara pintu yang dibanting oleh Rendra, sedangkan Eva masih berdiri membeku dengan air mata yang berjatuhan dari kedua bola matanya yang indah itu.
Penghinaan sudah diterimanya dari suaminya tepat pada malam pertamanya yang seharusnya menjadi hal yang membahagiakan namun dia salah karena ternyata suaminya sudah sangat membencinya.
Ia benar benar sakit hati akan perlakuan Rendra namun ini sudah takdirnya dan mau bagaimana pun Rendra adalah suaminya yang harus ia patuhi.
__ADS_1
Note : Seharusnya ini Up besok tapi berhubung ada event THR yah author gak bakal absen updatenya hehehehe.