Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
My Cold Police : Memilih Takdir


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru :) >


---


Hari sudah siang dan jam keberangkatan untuk kegiatan liburan mereka sudah tiba, Eva dan Rendra sudah siap dengan koper mereka di dalam mobil begitu pun dengan Amri dan Dela di mobil mereka sendiri sementara Zain dan Ali yang berada satu mobil sudah berangkat lebih dulu menuju villa tersebut.


Angin sepoi sepoi berhembus pelan melalui kaca mobil Rendra sehingga membuat Eva terbuai dalam rayuan angin saat itu.


Trittt!


Rendra menghentikan mobilnya mendadak dan beralih menatap Eva yang sedang tertidur dengan wajah polos tak berdosa ups banyak dosa miliknya.


"Kau terlalu menggodaku kurasa satu ciuman cukup untukmu," guman Rendra dalam hati.


Rendra kemudian beralih mendekat ke arah Eva dan menyibak rambut yang menutupi wajah Eva kemudian melihat bibir mungil Eva yang sangat menggoda bagi Rendra dan ... Cup!


Sebuah kecupan mendarat di bibir Eva, Rendra berpangutan dan memainkan lidahnya sementara Eva yang baru tersadar langsung kaget dan mendorong tubuh Rendra sehingga kepalanya terbentur dashboard mobil.


Eva mengatur napasnya kaget sementara Rendra hanya menatap tajam kearah istrinya itu lalu tanpa suara ia menancap gas melanjutkan perjalanan dengan keadaan Eva yang masih syok.


Sesampainya di tempat tujuan mereka sudah di suguhkan oleh pemandangan yang luar biasa Juga cantik ditambah dengan kemegahan villa dengan arsitektur yang bernuansa melankolis dan mengagungkan.


Amri dan Dela sudah turun dari mobilnya dan berjalan mengambil koper mereka lalu menemui penjaga villa tersebut untuk menanyakan di mana kamar mereka.


Sementara itu Ali lebih memilih menuju bangku yang ada di halaman villa yang menghadap kr arah pegunungan yang indah.

__ADS_1


Ia tampak memikirkan sesuatu tapi apa? Dan tidak jauh bedanya dengan Zain yang terlihat sedih dan murung dan entah apa yang di pikirkan oleh kedua pria ini sehingga mereka jadi begini.


Eva memandangi mereka satu persatu memcoba menebak isi hati dan pikiran mereka namun sayang itu bukan tebakan yang bagus baginya karena tetap saja mereka bagaikan misteri tak terpecahkan.


---


Syafa terduduk di bangku taman memandangi hamparan bunga yang luas dan juga indah terbayang lagi kenangan masa lalunya yang indah bersama Rendra dimana mereka pernah berjanji untuk selalu bersama.


Sebening air mata bahkan jatuh di sudut pipinya karena hal itu, ia berusaha ikhlas namun semudah itukah melepaskan sebuah cinta demi masa depan? Ini berat tapi ini takdir yang bahkan sudah di tentukan allah untuknya.


"Astagfirullah," ucap Syafa beristigfar. "Kenapa aku selalu memikirkan mas Rendra? Dia sudah jadi suami orang lain ya allah dan aku? Aku harus menunggu jodohku datang lagi,"


Di saat Syafa larut dalam kesedihannya tanpa dia sadari bahwa di sampingnya sudah ada sesosok pria yang menantikan apa yang dilakukan gadis ini.


"Hmmm tidak apa apa," ucap Syafa berbohong.


"Sudahlah kau jangan berbohong, mulutmu mungkin bisa menipu tapi raut wajahmu saja sudah menggambarkan keraguan bagaimana aku tak merasa kau berbohong,"


Syafa tertegun dan ia menatap ke arah pria dewasa di sampingnya yang sepertinya ia tidak mengenal orang tersebut.


"Aku memcintai seseorang namun dia sudah jadi milik orang lain," ucap Syafa menunduk.


"Kenapa tidak kau rebut saja lagi,"


"Apa? Kau pikir aku akan melakukan itu? Tidak mungkin," tolak Syafa dengan nada suara yang tinggi.

__ADS_1


"Lantas kenapa harus bersedih?" tanya Han.


"Aku tidak tahu harus bagaimana? Aku sangat sedih namun berusaha tersenyum," keluh Syafa.


"Kenapa kau tidak tahu? Kan jawabannya ada pada dirimu sendiri sebodoh itukah dirimu?"


"Apa maksudmu?" tanya Syafa berbalik menatap Han.


"Kau masih mencintainya, bukan?" tanya Han lagi.


Kali ini Syafa tidak menjawab melainkan hanya mengangguk pelan pada Han dengan posisi masih menatap Han.


"Cinta tak harus memiliki," ucap Han dengan senyum manisnya. "Cintailah dia dalam hatimu, bukan tak mampu untuk memilikinya namun itu dosa? Tidakkan? Setidaknya kita tahu bahwa kita memcintai dia namun harus membuka hati untuk orang lain,"


Syafa kembali bingung dan menatap Han serta menelaah baik baik kata kata dari Han. "Apa maksudmu?"


Han tersenyum lalu berdiri dari duduknya dan menatap juga kearah Syafa. "Berhentilah bersedih karena masih banyak pria lain yang mengharapkanmu,"


Han kemudian pergi dari tempat itu meninggalkan Syafa yang terdiam bingung dengan kalimat demi kalimat Han yang sarat akan makna namun asing bila tak mampu.


---


Halo semuanya bagaimana sih kalau kamu bertemu dengan seorang gadis yang dalam keadaan mabok tiba tiba menganggap kamu itu suaminya dan tidak mau lepas denganmu? Nah itulah yang dirasakan Aydene Alfredy pada seorang gadis bernama Adlene Dayne Azzarel.


Bagaimana kisah mereka? Yuk mampir ke My Cold Presdir cerita terbaruku lo ditunggu kehadirannya.

__ADS_1


__ADS_2