Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
50. MDD : Kerinduan Andrew


__ADS_3

Jangan lupa like sebelum membaca dan selamat membaca ♡


---


"Hari ini kalian boleh pulang!" ucap Andrew yang baru saja selesai memeriksa kondisi Wisnu.


Wajah Wisnu tampak sumringah mendengar penuturan Andrew dan tampak semangat dengan hasil yang sudah ia terima.


"Serius?" ucap Wisnu antusias.


Andrew tersenyum kemudian mengangguk dan membereskan alat pemeriksaannya.


"Alhamdulilah mas!" ucap Nissa tersenyum pada Wisnu.


"Iya sayang, alhamdulilah," ucap Wisnu hendak memeluk Nissa.


Wisnu bergerak untuk memeluk Nissa namun cepat di tolak oleh Nissa, dan membuat Wisnu kesal dan melipat kedua tangannya.


"Kenapa sih?" ucap Wisnu kesal.


Wisnu sangat kesal dengan tingkah Nissa yang menolak pelukannya, bisa bisanya dia menolak pelukan dokter setampan aku, mungkin itu yang sedang di pikirkan oleh Wisnu.


"Udah dari episode 46 peluk mulu, nanti pembaca pada bosan," ucap Nissa melipat kedua tangannya.


"Oh iya yah, apalagi si author kita jomblo!" ucap Wisnu menimpali.


"Udah stop balik ke cerita kita aja," ucap Nissa pada Wisnu.


Wisnu pun tersenyum lalu mengangguk mengerti kemudian merebahkan tubuhnya kembali di ranjang tempat tidurnya.


Andrew yang melihat kejadian itu hanya bisa tersenyum simpul lalu meninggalkan ruangan Wisnu.

__ADS_1


"Kalau gitu aku permisi yah?" ucap Andrew meninggalkan ruangan rawat Wisnu.


"Oke, terima kasih Dre!" ucap Wisnu pada Andrew.


Sungguh beruntung rasanya mempunyai sahabat seperti Andrew yang rela mengenyampingkan urusan pribadinya demi sahabatnya walaupun dia tahu bahwa ia sangat merindukan Ay dan anaknya namun apalah daya baginya bukan mau Andrew juga harus berpisah dari Ay untuk sementara dan semua ini telah selesai dan Andrew akan menjemput Ay secepat mungkin.


---


Andrew berjalan gontai menuju ke ruang kerjanya, ia terpaksa berbohong pada Wisnu bahwa sebenarnya dia tidak memeriksa pasien melainkan tak kuat menahan tangis akibat keromantisan Wisnu dan Nissa mengingatkannya pada Ay.


Andrew berjalan menuju kursi di ruangannya dan membuka laci meja kerjanya yang terdapat foto Ay dan anaknya, ia memandangi foto itu sambil sesekali menyeka air matanya.


Sudah sembilan bulan mereka tidak berjumpa dan pasti kerinduan ini sudah tidak bisa tertahankan lagi, Andrew masih saja menatap foto itu dan merenggangkan badannya kemudian menghela napas panjang.


"Ay?" ucap Andrew dalam hati. "Aku rindu!"


Andrew masih memandangi foto tersebut dengan air mata yang berjatuhan dengan rasa kerinduan yang berat.


Seketika Andrew langsung kalang kabut menyimpan foto tersebut dan menghapus air matanya kemudian bersikap seperti biasa.


"Ups!" ucap Wisnu membalikkan badannya. "Maaf!"


Wisnu kemudian melangkahkan kakinya hendak keluar dari ruangan itu sebelum Andrew mencegahnya keluar.


"Tunggu!" ucap Andrew menahan Wisnu.


Wisnu kemudian menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya ke arah Andrew lalu bersikap formal.


"Ada apa Nu?" ucap Andrew berjalan menuju ke arah Wisnu yang masih berdiri tidak karuan.


"Hmmm ... Sebenarnya aku hanya ingin pamit karena hari ini aku sudah boleh pulang," ucap Wisnu menerangkan.

__ADS_1


Mendengar penuturan Wisnu, Andrew hanya bisa ber oh ria dan menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu aku permisi, sebab Nissa sudah menungguku dan terima kasih untuk selama ini," ucap Wisnu memeluk sahabatnya itu.


"Sama sama," ucap Andrew melepas pelukannya dan Wisnu pun keluar dari tempat itu sedangkan Andrew hanya tersenyum sebab pasti Wisnu sudah tau apa yang terjadi.


---


Wisnu berjalan melewati koridor rumah sakit dengan perasaan bersalah karena dia tahu bahwa karena dia Andrew melakukan semua ini sampai ia mempertaruhkan kebahagiaannya.


Wisnu masih terus berjalan dengan gaya khasnya walaupun hanya memakai kaos lengan panjang yang biasa ia kenakan bukan setelah kedokterannya namun pesona ketampanannya tetap saja mempesona para orang sekitar yang ia lalui.


Wisnu mempercepat langkahnya menuju ke parkiran di mana sudah ada Nissa yang menunggunya dan harus bisa melewati para wanita yang sedang melirik terkagum akan ketampanan si dokter dingin yang berhasil di luluhkan oleh Nissa ini.


Sesampainya di parkiran wajah Wisnu sudah sangat pucat sehingga membuat Nissa heran dan juga bingung dengan apa yang terjadi pada suaminya itu.


"Ada apa mas?" ucap Nissa bertanya dari dalam mobil.


Wisnu tak cepat membahas pertanyaan istrinya dan buru buru masuk kedalam mobil dengan napas yang memburu.


"Sebenernya kamu kenapa mas?" tanya Nissa sekali lagi


"Habis meet and greet aku!" ucap Wisnu dengan napas yang masih memburu.


Seketika tawa Nissa pecah setelah mendengar penuturan Wisnu dan menatap geli suaminya itu seakan tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Oh pantas pucat, ketemu fans fanatik toh mas?" ucap Nissa mengangguk nganggukkan kepalanya.


Wisnu yang melihat istrinya tertawa tampak kesal dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit tersebut.


Happy Reading ♡

__ADS_1


__ADS_2