Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
61. MDD : Penculikan Part 2


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >


Amri terus memberontak dan melepas pegangan suster tersebut namun buru buru di cengkeram kuat dan di membekap mulut Amri sehingga ia tidak bisa bersuara.


Tak lama kemudian Amri pingsan akibat obat bius yang di berikan oleh suster tersebut sehingga suster tersebut bisa leluasa membawa Amri pergi dari tempat itu.


"Yuk Amri kita pergi! Ucapkan selamat tinggal pada papah mamahmu karena mungkin ini hari terakhir mereka melihat anaknya,"


Suster tersebut membawa Amri keluar dari rumah sakit dan memasukkannya kemobil dan membawanya ke suatu tempat.


Namun tanpa ia sadari ada orang yang memperhatikannya sedari tadi dan curiga terhadapnya.


"Kak?" ucap Puput pada Au yang melihat suster tersebut membawa Amri pergi.


"Ada apa?" ucap Au menatap ke arah adiknya.


"Itu bukannya anaknya kak Nissa yah?" ucap Put menunjuk ke arah mobil suster tersebut.


"Mana?" ucap Au bertanya.


"Itu lo kak,"


Au kemudian memperhatikan lagi dan ternyata benar bahwa itu Amri dan yang lebih membuatnya kaget ia melihat suster yang membawa Amri.


"Gea?" ucap Au kaget.


"Gea? Siapa dia?" ucap put bertanya.


"Dia gea, teman kampus kakak," ucap Au gugup. "Dan dia juga adik kembarnya Dea,.tapi ..."


"Tapi apa kak?" tanya put antusias.


"Dia udah di D.O dari kampus," ucap Au menjelaskan.


"Kenapa?"


"Dia hampir saja membunuh dosen,"


"Maksudnya?" ucap put bingung.


"Dia psycopat!" ucap Au menekan kalimat terakhir yang agak terkesan dramatis. "Kita harus selamatin anaknya Nissa,"


"Apa?" ucap Put kaget. "Kakak gila? Itu sama aja kayak kita menyerahkan nyawa kita,"


"Tapi ini cara kita supaya Nissa mau maafin kita," ucap Au tertunduk.


"Tapi gak gini juga kak!" bantah Put.


"Yasudah kalau kamu gak mau ikut," ucap Au berdiri dan berjalan masuk ke dalam mobilnya.


Put tampak tak punya pilihan dan memilih mendampingi kakaknya untuk hal ini.


"Tunggu kak!" ucap Put naik ke atas mobil.

__ADS_1


Setelah Put naik Au pun mengendarai mobilnya mengikuti mobil Gea yang memasuki kawasan hutan yang jauh dari pemukiman warga, tampak kesan menyeramkan namun tidak menyurutkan niat Au.


Sesampainya di sebuah rumah terbengkalai Gea kemudian membawa Amri yang tidak sadarkan diri masuk kerumah itu untuk di sekap.


Namun sebelum itu ia sempat mengirim pesan ancaman bagi Wisnu agar ia panik dan merasa bahwa ia kehilangan putranya.


Sementara itu Au dan Put berjalan mengendap endap mengikuti Gea memasuki rumah tersebut.


"Yakin kak?" ucap Put ketakutan.


"Iya kamu tenang aja, oke?" ucap Au menenangkan.


Sesaat Put bisa menguasai ketakutannya dan mengikuti kakaknya walaupun masih ada perasaan was - was.


Saat memasuki rumah itu Gea merasakan ada langkah kaki yang mengikutinya dan buru buru ia bersembunyi di samping tembok yang tertutup oleh lemari tua.


Gea kemudian meletakkan Amri di lantai dan mengambil sebalok kayu ditangannya dan menunggu orang yang mengikutinya.


"Dimana dia kak?" ucap Put mencari keberadaan Gea.


"Iya dimana dia yah?" ucap Au bingung.


Di saat mereka sibuk mencari Gea tiba tiba pukulan keras menghantam kepala mereka sehingga membuat mereka pingsan seketika.


Duk! Duk!


Dua kali pukulan balok membuat Au dan Put pingsan seketika, Gea kemudian membalikkan tubuh kedua remaja tersebut dan tertegun kaget sebelum akhirnya tersenyum sinis.


"Oh rupanya kalian lagi?" ucap Gea sinis. "Kalian telah sampai di sini dan sama saja kalian menyerahkan nyawa kalian kepadaku,"


Setelah memastikan ikatan korbannya aman, Gea kemudian berjalan mengambil sebuah pisau yang terdapat bekas darah kering dan mengasahnya pada pengasah pisau yang ia bawa.


"Rupanya pisau kecil ku akan merenggut nyawa dua orang kali ini dan malam ini kita akan mandi darah," ucap Gea sinis sebelum akhirnya terus mengasah pisaunya sembari tertawa puas.


---


"Ah dimana ini?" ucap Au terbangun dari pingsannya.


Au tampak melihat kanan dan kiri mencari keberadaan Gea namun ia tak melihatnya melainkan hanya ada Put yang terikat dengan tali sama seperti dirinya.


"Dek? Bangun!" ucap Au membangunkan adiknya.


Lama Au membangunkan Put sebelum akhirnya Put membuka matanya dengan keadaan kesakitan di bagian kepalanya.


"Kak dimana kita?" ucap Put bertanya


"Eh nyonya udah bangun?" ucap Gea datang membawa pisau ditangannya.


Ia tampak memainkan pisau itu sebelum yang nampak sangat menyerahkan bagi Au dan Put.


"Gea lepaskann kami!" ucap Au memberontak.


"Lepaskan kalian? Hahahahaha kalian rupanya lucu juga yah?" ucap Dea tertawa kejam. "Gak akan!"

__ADS_1


Gea kemudian menatap dengan tatapan penuh kebencian pada kakak beradik itu.


"Sebelum kalian pergi aku akan memberikan hadiah istimewa dariku dulu yah?"


"Apa yang kau mau?" ucap Put dengan suara tinggi.


Gea kemudian berjalan ke arah Put dan berjongkok di depannya dengan pisau yang sedang ia mainkan.


"Apa mauku?" ucap Gea tersenyum sinis. "Mata yang bagus,"


Gea kemudian mengelus pipi Put kemudian mengoreskan pisau kecilnya tepat di bawah mata Put.


Sithhh!


"Awww!"


"Jangan Gea!" ucap Au berteriak.


Tampak darah mulai mengucur dari bekas sayatan itu yang membanjiri wajah dan muka Put.


"Jangan apa?" ucap Gea tersenyum sinis.


Gea kemudian beranjak ke kaki Put dan mengelusnya lembut namun terkesan seram karena tangan Gea benar benar dingin.


"Kaki yang mulus, biar aku menghiasnya sedikit," ucap Gea menyeringai.


Sithhh!


Sebuah sayatan lagi tampak di kaki Put yang membuat Put menjerit kesakitan sebelum akhirnya suaranya terbungkam oleh tangisnya.


"Kini giliranmu!" ucap Gea pada Au.


Gea kemudian berjalan ke sebuah lemari tua dan tampak mengambil sebuah cangkul yang terdapat bekas tanah dan mengangkatnya lalu menancapkannya tepat didepan Au yang membuat Au menelan air ludahnya.


"Saatnya kau akan menerima akibatnya!"


Gea kemudian mengayunkan cangkul tersebut kearah Au dan Au hanya bisa memejamkan matanya menerima nasib yang akan terjadi.


Duk!


< Bersambung >


----


Halo semuanya author cuma mau bilang kayaknya author gak bakal update lagi sebelum semua epiaode tembus 100 like jadi jika tiba tiba author update mungkin itu karena mood author sedang bagus.


"Kenapa sih Thor?"


"Gak kenapa napa, cuma gak semangat aja kalau ada yang cuma baca gak like,"


"Author kok gini sih? Songong banget,"


"Yah karena kalian lah Author begini makanya belajar menghargai karya orang,"

__ADS_1


Oke mungkin itu saja dan sampai jumpa di episode selanjutnya dan jika kalian marah atau jengkel dan gak mau baca karya author lagi gak apa kok author ikhlas tapi jika memang mau liat author semangat updatenya silakan lakukan apa yang Author mau dan buat y sudah like terima kasih banget yah!


__ADS_2