
< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >
"Aku mau gitu juga," ucap Wisnu menunjuk Ay dan Andrew yang sedang berpelukan.
"Hmmm, gak mau!" jawab Nissa ketus.
"Kenapa?" ucap Andrew menatap Nissa.
"Yah gak mau," ucap Nissa berjalan meninggalkan Wisnu.
Wisnu hanya terdiam dan kembali melihat Ay dan Andrew yang masih dalam pose yang sama.
"Gak mau nolak pelukan kamu," ucap Nissa tiba tiba memeluK Wisnu dari belakang dan disambut senyum hangat dari Wisnu.
"Yaudah yuk pulang, udah sore juga," ajak Wisnu pada Nissa.
"Tapi Ay dan Andrew gimana?" ucap Nissa bingung.
"Udahlah bodo amat sama mereka, lagian nyuruh kita pergi tadi kan?" ucap Wisnu menarik tangan Nissa menuju mobil.
"Tapi mas gak baik lo begitu," ucap Nissa menasehati.
"Udah sayang, kalau kita nungguin mereka bakal lama banget yuk!" ucap Wisnu kembali.
Mendengar kata kata suaminya Nissa hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan suaminya.
Wisnu kemudian naik kemobilnya di susul oleh Nissa, kemudian menjalankan mobilnya menuju ke rumah mereka.
Di dalam perjalanan Wisnu tiada henti melirik Nissa dan sedikit membuat Nissa tersenyum kecil kadang Wisnu sengaja berpura pura tidak sengaja memegang tangan Nissa padahal dia sengaja namun semua ini tidak masalah bagi Nissa karena dia tahu bahwa suaminya adalah seorang pria romantis.
Sesampainya di rumah mereka sudah disambut oleh bu Darsih dan Amri, Amri tampak berlari kecil memeluk papahnya dan naik ke gendongannya Wisnu.
"Papah!" ucap Amri memeluk Wisnu.
"Eh anak papah?" ucap Wisnu mengacak ngacak rambut putranya.
"Papah darimana?" ucap Amri bertanya.
"Hmmmm, dari keluarga baik baik lah," ucap Amri tersenyum pada Amri.
Duk!
"Aw!" Wisnu meringis kesakitan saat Nissa menoyor kepalanya.
"Kalau ngomong yang bener, Amri masih kecil, jawab yang bener!" ucap Wisnu menatap tajam Wisnu.
"I ... Iya sayang! Maaf!" ucap Wisnu tersenyum kepada Nissa.
__ADS_1
"Papah gak apa apa?" tanya Amri polos.
"Gak apa apa sayang, tadi ibu negara ngamuk!" ucap Wisnu melirik Nissa.
"Mas!" ucap Nissa ketus.
"Eh! Yuk Amri kita main di kamar aja," ucap Wisnu menggendong Amri dan berlalu ke kamarnya.
Sementara itu Nissa hanya menatapnya dan menghela napas panjang.
"Nis? Kalau gitu ibu pulang dulu yah?" ucap bu Darsih pamit.
"Eh kok cepet banget?" ucap Nissa menahan ibunya.
"Iya gak apa apa, ibu juga belum bersih bersih rumah," ucap bu Darsih mengambil tasnya.
"Iya deh, kalau gitu hati hati yah bu!" ucap Nissa pada bu Darsih.
"Iya, Assalamualaikum," ucap bu Darsih pada Nissa.
"Waalaikusalam," ucap Nissa mencium punggung tangab bu Darsih.
Setelah bu Darsih pergi Nissa pun menutup pintu rumahnya dan bergegas ke kamar untuk melihat suami dan putranya, tapi ia merasakan ada sesuatu yang berbeda saat itu.
"Hmmm, kok sepi?" ucap Nissa bingung.
---
"Mas?" panggil Nissa pada Wisnu. "Sarapan dulu yuk!"
Wisnu tidak langsung menjawab Panggilan Nissa melainkan masih sibuk bermain dengan Amri, kadang mereka bermain seperti kuda atau bahkan jumpalitan kek badut sirkus dan itulah yang terasa semenjak keakraban ayah dan anak ini.
"Mas?" panggil Nissa sekali lagi namun masih tidak sahutan dari Wisnu.
Nissa tampak kesal dengan tingkah suaminya itu, sesaat ia mengambil sebuah panci dan berjalan masuk ke kamar Amri yang di mana ada Wisnu di situ.
Tinggg!
Suara panci yang di lemparkan Nissa hampir mengenai tubuh Wisnu, seketika Wisnu dan Amri pucat karena mereka tau bila! Nissa sudah begini mereka akan mendapatkan nasihat dan ceramah yang membosankan dari Nissa.
"Kalian punya telinga gak?" ucap Nissa lembut.
"Punya," ucap Wisnu dan Amri bersamaan.
"Terus telinganya mau di warnain dikit gak?" ucap Nissa tersenyum sinis ke arah suami dan anaknya.
Sesaat Wisnu dan Amri menelan ludah mereka mendengar perkataan Nissa, bagaimana tidak sekarang telinga mereka akan merasakan sakit yang luar biasa.
__ADS_1
"Tidak!" teriak Wisnu dan Amri ketakutan.
"Jadi apa yang harus kalian lakukan jika ingin telinga kalian selamat?" ucap Nissa tersenyum kejam.
Seketika Wisnu dan Amri langsung berlari menuju meja makan dan mulai menyantap makanan mereka tanpa suara.
Sedangkan Nissa hanya diam tersenyum sambil ikut duduk di meja yang sama.
"Dimakan yah sayang!" ucap Nissa mencubit hidung Wisnu.
Seketika Wisnu tersentak kaget dan menelan ludahnya sendiri sedangkan Amri tertawa kecil namun tiba tiba berhenti dengan tatapan senyum pancaran sun nova dari ibunya.
Tak lama kemudian Nissa merasakan sesuatu yang lain pada perutnya ia mengalami sakit yang sama pada saat ingin melahirkan Amri, apa dia sedang kontraksi?
"Mas?" panggil Nissa kesakitan.
"Ada apa?" ucap Wisnu mengunyah makanannya.
"Aku mau me ..."
"Me?" ucap Wisnu bingung. "Meminum?"
"Bukan! Mel ..."
"Melakukan?"
"Mel ..." ucap Nissa dengan napas terengah engah.
"Melanjutkan?"
"Bukan mas! Melahirkan!" ucap Nissa setengah berteriak.
"Ohhhh melahirkan," ucap Wisnu santai dan mengunyah makanannya.
"Apa!? melahirkan!" lanjutnya panik.
Seketika Wisnu panik dan bingung, ia kemudian menggendong Nissa dan membawanya keluar mencari taksi.
"Aduh taksi mana sih?" ucap Wisnu panik sementara Nissa sudah kesakitan.
"Eh bentar! Aku kan punya mobil," ucap Wisnu teringat sesuatu lalu segera membawa Nissa masuk kedalam mobilnya.
Kemudian Wisnu masuk kembali kedalam rumah mengambil beberapa pakaian dan juga Amri yang ia gendong bagai koper masuk kedalam mobil.
Setelah semua selesai akhirnya Wisnu segera tancap gas menuju kerumah sakit.
< Halo Happy Reading yah, gimana episodenya? Punya suami kayak Wisnu kudu kuat iman 😅 sebelum scroll kebawah jangan lupa dong likenya dan juga tinggalkan koment positifnya terima kasih (~_^) >
__ADS_1