
Selamat Membaca ♡
---
"Andrew?" ucap Wisnu pada sambungan telpon.
"Iya ada apa?" ucap Andrew.
"Hmmm, besok makan siang ldi luar yuk! Daripada kau di rumah aja," ucap Wisnu menawarkan.
"Hmmmm, gimana yah? Aku besok ada praktik pasien," ucap Andrew menolak.
"Kau lupa yah? Kan pemilik rumah sakit itu aku, jadi aku bisa suruh d9okter lain buat gantiin kamu dan besok full kau istirahat," ucap Wisnu berjalan duduk di sofa ruang tamu.
"Oh oke! Kita ketemu dimana?" ucap Andrew bertanya.
"Hmmmm, nanti aku share location tempatnya," ucap Wisnu pada Andrew.
"Oke," ucap Andrew mematikan telpon sepihak.
Setelah sambungan telpon mati Wisnu kemudian meletakkan ponselnya di meja di depannya dan merenggangkan badannya.
"Gimana mas?" tanya Nissa antusias.
"Katanya dia mau," ucap Wisnu pada Nissa.
"Akhirnya berhasil," ucap Nissa kegirangan.
"Jadi rencana kamu apa?" ucap Wisnu bertanya dan menatap Nissa.
"Hmmmm, rahasia!" ucap Nissa mengambil ponselnya.
Wisnu kemudian menarik Nissa lebih dekat dengannya dan mengambil ponsel yang ada di genggaman Nissa dan menaruhnya di belakang badannya.
"Masih mau rahasia?" ucap Wisnu mendekatkannya wajahnya.
"Yah rahasia gak boleh di kasih tau," ucap Nissa menjauhkan wajah suaminya dari depan wajahnya.
__ADS_1
"Jika aku memaksa bagaimana?" ucap Wisnu sambil tersenyum sinis.
"Hmmmm, kalau mas mampu kenapa tidak?" ucap Nissa cuek.
"Jadi kau meragukan kemampuan ku?" ucap Wisnu menjauhkan wajahnya.
"Kalau iya gimana?" ucap Nissa mengambil wajah suaminya untuk menatapnya.
"Kau benar benar membuatku jatuh cinta padamu," ucap Wisnu sambil tersenyum.
Nissa menatap lembut tubuh suaminya dan tersenyum membalas senyuman suaminya yang terkesan sangat tampan bila ia sedang tersenyum dan membuat Nissa semakin tak bisa memandang wajahnya lebih lama.
"Apaan sih mas, udah sana jangan lihat aku begitu," ucap Nissa memalingkan wajahnya.
"Kamu yang apaan," ucap Wisnu masih tetap memandang Nissa.
"Gak usah lihat lihat gitu," ucap Nissa risih.
Wisnu tersenyum simpul lalu menatap Nissa lebih dalam lagi kemudian menarik Nissa ke pelukannya dan menaikkan sebelah alisnya.
"Emang salah yah kalau aku pandang istriku sendiri?" ucap Wisnu berbisik.
"Mas udah yuk makan," ucap Nissa melepas pelukan Wisnu. "Katanya tadi mau makan nanti keburu dingin,"
"Oke," ucap Wisnu berdiri menyusul Nissa yang membawa box berisi pesanan mereka ke meja makan.
Nissa berjalan ke dapur untuk mengambil piring, sendok dan kawan kawannya, sedangkan Nissa menunggu di meja makan sembari tersenyum lepas akan apa yang ia rasakan.
"Ini mas piringnya, biar ku tambahin nasi yah?" ucap Nissa menyendokkan nasi ke piring Wisnu.
"Makasih," ucap Wisnu mengambil piringnya dan mulai menyantap makanannya.
Nissa juga tampak duduk di depan Wisnu dan mulai menyantap makanan di piringnya dengan lahap yang membuat Wisnu tersenyum memandang istrinya makan dan terus memperhatikannya istrinya makan.
Nissa yang merasa sedang diperhatikan oleh suaminya pun mengangkat kepalanya dan menatap suaminya yang sedang tersenyum sembari terus menatapnya.
"Kenapa liatnya begitu banget?" ucap Nissa menghentikan aktifitas makannya.
__ADS_1
Wisnu tidak menjawab dan tersenyum simpul lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Nissa, jarak kini hanya sangat dekat lalu Wisnu mengangkat jempolnya dan membersihkan sisa saus yang ada di samping bibir Nissa.
Nissa terdiam seribu bahasa dan tetap menatap suaminya yang sudah mulai menyantap makanannya dan mengabaikan Nissa.
Setelah makan malam dan melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim, Wisnu dan Nissa pun berjalan ke kamar mereka untuk segera tidur karena mereka sudah sangat lelah dengan aktifitas hari ini.
Nissa tampak bersandar di bahu Wisnu dengan duduk di ranjang sambil mengelus perutnya yang sudah sangat besar.
Wisnu kemudian mengusap lembut kepala Nissa yang terbalut oleh hijabnya yang senantiasa ia pakai sehingga membuat Wisnu semakin tidak bisa merelakan Nissa untuk orang lain.
"Cepet lahir yah sayang," ucap Nissa mengelus perutnya. "Mas?"
"Hmmmm," ucap Wisnu berdehem pelan.
"Nanti anaknya maunya cowok atau cewek?" ucap Nissa menatap suaminya.
"Hmmmm, tergantung yang dikasih yang di atas," ucap Wisnu singkat.
"Oh, gitu tapi kalau anaknya cowok lagi gimana?" ucap Nissa bertanya.
"Yah alhamdulilah, kalau bisa sih cewek tapi kalau cowok lagi yah kita bikin lagi anaknya supaya dam cewek," ucap Wisnu menggoda Nissa.
"Apa!?" ucap Nissa kaget. "Bikin anak lagi?"
"Iya," ucap Wisnu singkat.
Nissa membulatkan mata sempurna sedangkan Wisnu hanya menyengir kuda melihat ekspresi istrinya.
"Kamu bisa kan?" ucap Wisnu kembali menggoda.
"Kamu kira aku apa?" ucap Nissa menjauhkan wajah suaminya.
"Manusia lah, emang kamu alien?" ucap Wisnu mengangkat dagu Nissa untuk menatapnya.
"Gak mau!" ucap Nissa ketus.
"Terserah sih, tapi aku bisa memaksa jika aku mau," ucap Wisnu menarik selimut dan merebahkan badannya.
__ADS_1
Nissa terdiam akibat kata kata suaminya terbayang di kepalanya semua itu sehingga membuat ia terus memikirnya sedangkan Wisnu tersenyum puas lalu memejamkan matanya.
Happy Reading ♡