
Jangan lupa tinggalkan like sebelum membaca, terimakasih ♡
---
Setelah mematikan sambungan telpon dari Andrew, Wisnu segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas untuk menemui Andrew.
"Mas? Mau kemana?" ucap Nissa bertanya.
"Bukan urusanmu!" ucap Wisnu melangkah pergi meninggalkan Nissa.
Wisnu berjalan menuju mobilnya dan mengendarainya menuju ke rumah sakit untuk menemui Andrew.
Di perjalanan Wisnu merasa terbebani pikirannya tidak karuan dan semuanya berantakan namun semua ini harus dihentikan karena adalah sebuah kesalahan.
Sesampainya dirumah sakit Wisnu segera berjalan menuju ke ruangan Andrew, Wisnu berjalan seperti biasanya namun tampak wajah heran para suster karena setau mereka Wisnu sedang keluar kota.
Tok! Tok! Tok!
Wisnu mengetuk pintu ruangan Andrew.
"Masuk!" ucap Andrew dari dalam ruangan.
"Hai Dre!" ucap Wisnu duduk di sofa ruangan Andrew.
"Hai Nu, ada perlu apa kau datang kemari?" ucap Andrew bertanya.
"Aku dengar sudah ada yang ingin jadi pendonorku siapa dia?" tanya Wisnu sambil merentangkan tangannya.
"Hmmm sepertinya kau tak perlu tau sekarang!" ucap Andrew kembali fokua dengan tumpukan kertas dihadapannya.
Wisnu menghela napas panjang lalu kembali bersikap biasa saja.
"Oke, tidak apa apa," ucap Wisnu berdiri hendak keluar dari ruangan Andrew. "Kalau gitu aku pergi duluan yah!"
Wisnu melangkahkan kaki ke pintu dan hendak membukanya sampai Andrew memanggilnya kembali.
__ADS_1
"Tunggu!" ucap Andrew mencegah Wisnu keluar.
Wisnu menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya menatap Andrew.
"Ada apa?" ucap Wisnu melipat kedua tangannya.
"Hnmm, apa kau jadi menceraikan Nissa?" tanya Andrew ragu.
"Yah aku akan tetap memceraikannya," ucap Wisnu santai.
"Tapi kenapa? Kau kan sudah dapat donor kau bakal tertolong walaupun kemungkinannya kecil tapi ada harapan," ucap Andrew berjalan lebih dekat dengan Wisnu.
Wisnu menarik napas panjang lalu memasang raut wajah sesantai mungkin dan mulai berbicara.
"Aku sudah tak cinta lagi,"
"Apa!?" ucap Andrew setengah berteriak.
"Yah, apakah ada yang salah?" ucap Wisnu dengan santainya.
"Sejauh ini otakmu yang bermasalah!" ucap Andrew kesal.
"Karena kalian itu tak mungkin berpisah dan melihat keputusanmu aku rasa semua pengorbananku selama 9 bulan ini lebih sia sia lagi!" ucap Andrew dengan nada sedikit meninggi.
"Maaf,"
Hanya itu kata yang keluar dari mulut Wisnu dan berdiri hendak memeluk sahabatnya itu.
"Keluar!" perintah Andrew. "Aku mohon keluar!"
"Oke baiklah!" ucap Wisnu melangkah meninggalkan ruangan Andrew.
----
Setelah keluar dari ruangan Andrew. Wisnu kemudian berjalan menuju keparkiran dan mencari mobilnya.
__ADS_1
Sesampainya didalam mobil, Wisnu pun mulai menitikan air mata dan rasa kesalnya ia tumpahkan disitu yang tadi semua perasaan ini disembunyikan oleh sikapnya yang santai.
"Maafkan aku,"
"Ini semua harus kulakukan mengingat kesempatan kuselamat hanya 50% setidaknya Ketika aku mati tidak ada orang yang merasa kehilanganku dan bila aku selamat kuharap Nissa bisa mencari penggantiku yang lebih baik,"
Setelah mengeluarkan semua perasaan emosi yang ia pendam Wisnu pun menancap gas menuju ke rumahnya untuk mengambil semua pakaiannya sebab besok sudah hari operasinya.
Wisnu memarkirkan mobilnya didepan rumah dan masuk kedalam rumah tanpa mengetuk terlebih dahulu, Nissa dan Amri yang ada di ruang tamu pun sempat bingung dengan apa yang terjadi dan mulai menyusul Wisnu ke kamar
Tampak Wisnu mengemasi bajunya dalam 2 buah koper besar dan setelah selesai Wisnu membawanya keluar rumah.
"Mas? Mau kemana dengan koper ini?" ucap Nissa bertanya.
"Bukan urusanmu dan jangan pernah bertanya atau mencariku surat cerai aku akan kirim malam ini dan secepatnya kita akan bercerai secara agama jika aku masih hidup," ucap Wisnu sarkas.
Bagai disambar petir disiang bolong mendengar hal itu seketika tubuh Nissa lemas tak berdaya dan terduduk bingung.
"Tapi.. "
"Tapi apa!? Uang? Aku sudah menyiapkan semuanya aku tidak sebodoh itu meninggalkanmu tanpa uang!"
"Kau pikir uangmu bisa membuatku bahagia?" ucap Nissa Emosi. "Aku tidak perlu uangmu aku hanya ingin cintamu,"
"Hah! Dasar wanita munafik, masih gengsi kau menolaknya?" ucap Wisnu asal yang ternyata melukai hati Nissa. "Oke jangan cari aku lagi karena aku sudah tidak mau hidup, melihat dan dicintai olehmu,"
"Papah!" ucap Amri berlari memeluk Wisnu. "Papah jangan pergi!"
"Papah?" ucap Wisnu melepas pelukan Amri. "Aku bukan papahmu,"
Setelah mengatakan itu Wisnu kemudian berjalan keluar rumah dengan membawa kopernya.
Wisnu kemudian memasukkan koper kopernya kebagasi mobilnya dan segera tancap gas meninggalkan kediamannya.
Diperjalanan Wisnu hanya bisa menangis dan sangat kecewa dengan semua ini namun apalah daya menurutnya ini adalah keputusan yang tepat.
__ADS_1
"Maafkan aku Nissa,"
Happy Reading ♡