
< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >
"Nissa! Au!" teriak Ay dari dapur.
Nissa dan Au yang awalnya sedang duduk manja syantik di depan tv seketika gelagapan ketika mendengar teriakan melengking dari Ay.
"Mampos kita Nis," ucap Au ketakutan.
"Emang ada sih?" tanya Nissa masih fokus kedepan tv.
"Aduh lupa lagi yah?" ucap Au memutar kedua bola matanya. "Hari ini kan kita mau masak bareng buat makan malam bersama,"
"Malam ini yah?"
"Iya, malam ini!" ucap Au mengingatkan.
"Apa!? ****** kita pasti Ay udah emosi tuh belum ada yang kita buat," ucap Nisaa ikut panik.
"Yaudah yuk kita ke dapur, pura pura aja gak tau," ucap Au berdiri dari duduknya.
"Yuk!"
Nissa dan Au pun bergegas menuju dapur dengan perasaan yang was was karena takut Ay akan memberikan peluru tiga dimensi yang bisa membuat Nissa dan Au skarat seketika.
Setibanya di dapur mereka dapat melihat Ay menatap mereka dengan tatapan tajam setajam silet dan sorotan mata yang penuh dengan esmosi eh typo emosi.
"Ngapain aja kalian?" tanya Ay pada kedua Sahabatnya itu.
"Nonton," ucap Au dan Nissa kompak.
"Kalian tau gak?"
"Gak!"
"Kalian mau kerjain sekarang atau aku yang ngerjain?" tanya Ay dengan pengucapan kata yang terkesan seram.
"Kerjain sekarang,"
"Jadi nona nona yang cantik ulalala baby, silakan di kerja!" perintah Ay dengan suara mulai meninggi.
Setelah mendengar kata kata Ay, Au dan Nissa pun segera mengerjakan tugas mereka.
"Nis? Kita mau buat apa?" tanya Au mempersiapkan bahan bahannya.
"Hmmm, gimana kalau cake anak krakatau," usul Nissa.
"Hah?"
"Iya! Yang lumer itu lo cake cake orang kaya itu,"
"Udahlah yang penting jadi," ucap Au setuju.
"Pertama, kita masukkan keluarga," ucap Nissa.
__ADS_1
"Hah? Keluarga?" tanya Au bingung.
"Iya, Vamili,"
"Vanili Nissa,"
"Udahlah sama nya itu namanya, terus yang kedua masukkan bedak baby,"
"Tepung!"
"Terus tambahkan bola pingpong,"
"Telur!"
"Dan berikan yellow band,"
"Mentega, Nissa!"
"Yaudah kali sama aja, terus tambahkan air kesejukan syurgawi," ucap NIssa memasukkan air.
"Ya allah tinggal nyebut air aja apa susahnya sih?"
"Udah diem! Terus kita aduk aduk diam sampai pusing!"
"Habis itu?" tanya Au.
"Kita masukkan ke cetakan,"
"Terus?"
"Keju! Ribet amat sih?" protes Au kesal.
"Habis itu kita sauna dia didalam oven selama 30 menit," ucap Nissa memasukkan adonan kue kedalam oven.
Maafkan Author yang gak pernah masak ini yah readers.
"Terus ngapain lagi?" tanya Au.
"Yah nunggu lah," ucap Nissa pada Au. "Ay mana yah?"
"Iya nih? Ay mana? Tumben gak ngomel," timpal Au.
"Yaudah yuk cari di luar aja!"
Au dan Nissa kemudian berjalan ke arah ruang tamu namun langkah mereka terhenti Seketika saat mendengar suara dengkuran.
"Itu suara apa Nis?" tanya Au.
"Gak tau emang itu suara apa?" tanya Nissa kembali.
"Lah kok tanya balik sih kan harusnya aku yang nanya," ucap Au kesal. "Yaudah yuk kita cek,"
"Bentar kita ambil senjata dulu, siapa tahu penjahat kan?" usul Nissa.
__ADS_1
"Iya juga yah! Yaudah yuk!" ucap Au menyetujui.
Setelah mengambil senjata masing masing, mereka berdua pun berjalan kembali menuju ke ruang tamu sambil membawa benda pertahanan masing masing, Au dengan sendal swallownya dan Nissa dengan sikat wc ditangannya.
"Yuk Au!"
"Yuk!"
Mereka kemudian melihat siapa yang ada di ruang tamu dan setelah melihat siapa yang ada di ruang tamu Seketika ekspresi mereka berubah drastis.
"Astaga, macam betina rupanya," ucap Au melempar sendal yang ia pegang.
"Hmmm, enaknya diapain yah?" ucap Nissa berpikir.
"Eh gak usah di apa apain, mumpung Ay lagi tidur mending kita nonton ikan terbang," saran Au.
"Hmmm yaudah yuk!" ucap Nissa menyetujui.
Melihat kesempatan ini mereka berdua pun bergegas menuju ke depan tv yang terletak di ruang tengah, sudah tersedia beberapa pack tissu dan beberapa bungkus cemilan untuk menemani nonton mereka.
---
"Ih Nis? Untung aku gak punya suami, tega banget dah tau istrinya sakit malah selingkuh," ucap Au emosi melihat ftv yang di tayangkan indosari ( Gak di Endorse )
"Iya Au, kalau mas Wisnu begitu dah kupatah patahkan lehernya," ucap Nissa ikut emosi.
"Wah sadis kali kau Nis?" ucap Au menatap sahabatnya itu.
"Iyalah gak boleh di kasih kesempatan laki laki kek gitu,"
"Eh tapi kenapa kita pula yang emosi?"
"Hmmm, biasanya itu kalau nonton terbawa suasana kita jadi begini dah," ucap Nissa mengelap air matanya. "Eh Au nyium sesuatu gak?
"Hmmm, iya bau apa yah?" ucap Au mengendus sekitarnya.
"Hmmm, kayak bau?"
"Iya kayak hangus gitu,"
"Ya allah kue kita!" teriak Nissa berlari menuju dapur.
"Kenapa Nis?" ucap Au menyusul Nissa kedapur.
"Yah, gosong kuenya Au," ucap Nissa cemberut.
"Astoge!"
"Yah jadi kue rasa mantan," ucap Nissa.
"Lah kok mantan?"
"Iya soalnya kenangan bareng mantan itu pahit kayak kue yang gosong ini," ucap Nissa disambut ledakan tawa dari Au.
__ADS_1
< Happy Reading! >
Nasehat dari Author kurang kurangi Nonton istri istri tersakiti cukup Author aja korbannya 😥😅😅😀