Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
23. MDD : Kemunculan Han


__ADS_3

Assalamualaikum dan alhamdulilah masih bisa up hari ini dan selamat membaca para pembaca kesayangan author jangan lupa dilike karena like dari kalian bisa memompa semangat author agar melanjutkan karya ini.


---


"Han!?" ucap Ay kaget.


Wisnu yang melihat Han ada di depannya turun dari ranjangnya berjalan mendekati Han menatap tajam adiknya itu seakan menyimapan dendam dan juga dari sorot matanya menyimpan kekesalan dan juga kebencian.


Ay disana seakan tak mau melihat Han dan mulai merasakan cinta yang telah lama ia pendam berubah menjadi kebencian pula.


"Kak Wisnu," ucap Han ingin memeluk Wisnu.


Belum lama ia memeluk Wisnu tiba tiba, Wisnu melepaskan pelukannya dan kembali menatap tajam adiknya.


Plak!


Sebuah tamparan keras jatuh di wajah Han yang di akibatkan oleh Wisnu.


"Siapa kamu?" tanya Wisnu menahan emosi yang sudah ada diubun ubun.


Seketika Andrew, Ay dan Nissa hanya bisa diam karena mereka tak pernah melihat Wisnu seemosi itu.


"Maaf kak," ucap Han meringis menahan sakit di pipinya.


"Kenapa kamu minta maaf sama saya?" ucap Wisnu kembali menahan emosinya.


"Maaf kak saya menyesal," ucap Han berlinang air mata.


"Penyesalan kamu terlambat, dan mulai detik ini kamu bukan siapa siapa saya," ucap Wisnu dengan suara mulai merendah.


"Maaf kak, Ay? Andrew? Semoga kalian bahagia," ucap Han menunduk dan berjalan keluar dari ruangan tersebut meninggalkan mereka yang diam seribu bahasa.


Han berjalan keluar dan menuju ke mobilnya yang sudah terparkir di luar sana, Ia memasuki mobilnya gan menangis menyesal akan apa yang telah terjadi dia memilih meninggalkan Ay pada hari pernikahannya dan nyatanya kini Han sangat mencintai Ay dan baru merasakannya setelah Ay sudah menjadi milik orang lain atas kebodohan Han sendiri.


Han memukul mukul setir mobilnya mengacak rambutnya dan seakan semua ini sudah terlambat dan tak sanggup lagi untuk menjalani hidupnya.


Inikah karma? karena rencana balas dendam cinta kini membuat Han sangat mencintai Ay. Han kemudian mulai menyalakan mesin sebelum ada yang mengetuk pintu mobilnya dan mematikan mesin mobilnya


"Siapa yah?" tanya Han membuka kaca jendela mobilnya.


"Bisa kita bicara sebentar?" ucap wanita tersebut.


"Yah silakan masuk!" ucap Han mempersilakan.


Wanita tersebut kemudian masuk kedalam mobil dan membisikkan sesuatu ke telinga Han.


"Oke saya setuju," ucap Han mengangguk setuju.


---


Siang ini Wisnu sudah keluar dari rumah sakit dan telah bersiap karena keadaannya yang sudah membaik.

__ADS_1


"Mas? Yuk mobil antar jemputnya sudah datang," ucap Nissa menggendong Amri.


Wisnu masih diam sebentar memainkan ponselnya sembari meredam emosinya yang tadi ia pendam, Wisnu tampak menahan tangisnya karena dia sudah melukai adiknya yang ia sayangi.


"Iya bentar," ucap Wisnu beranjak keluar dari ruangan.


Wisnu dan Nissa berjalan menuju ke parkiran yang dimana sudah ada mobil jemputan yang menunggu mereka.


Mereka kemudian menaiki mobil tersebut dan segera menuju kediaman mereka.


Sepanjang perjalanan Wisnu lebih banyak diam dan tidak berkata kata.


Nissa yang melihat tingkah suaminya seakan tau apa yang sedang di rasakan suaminua itu.


"Ingat Han yah mas?" ucap Nissa menatap lekat suaminya.


"Hmmm ngak kok biasa aja," ucap Wisnu menjelaskan. "Sini Amri biar ayah yang gendong,"


"Biasa aja kok sedih?" tanya Nissa menyerahkan Amri ke gendongan ayahnya.


"Iya sayang aku gak apa apa," ucap Wisnu kali ini dengan menekan kata apa apa.


"Aku tahu mas kamu sedikit emosi karena adik kamu mengecewakan kamu, tapi bukankah itu sungguh dilarang oleh agama? Mau sebesar apapun kesalahannya harus bisa kita maafkan kan? Allah aja maha pemaaf apalagi kamu yang hanya manusia biasa,"


"Iya sayang maafkan mas," ucap Wisnu mengelap air matanya yang sudah jatuh. "Masya allah sesungguhnya kamu adalah bidadari yang dititipkan oleh allah,"


"Dan kamu adalah iman yang sudah dititipkan allah untukku," ucap Nissa bersender di pundak Wisnu.


"Terima kasih Ya Tuhan, Sang Pencipta yang Maha Agung atas hadiahmu yang berharga. Kau berikan seorang istri yang terbaik untuk hamba. Engkau adalah pemberi semua berkat yang baik dan sempurna, dan saya kagum dengan cara-Mu Ya Tuhan dalam menunjukkan cinta-Mu melalui dia. Tolong bantu saya untuk menghargai pemberian yang luar biasa ini Ya Tuhan," bathin Wisnu dalam doanya.


Begitulah doa yang selalu di panjatkan oleh Wisnu di setiap sujudnya, karena doa itu adalah senjata yang paling kuat yang bisa merekatkan segala urusan dan membuatnya semakin jatuh hati pada Nissa karena allah.


"Dan kamu adalah iman dunia akhiratku yang akan selalu terus bersamaku,"


Itulah kata kata yang dilontarkan Nissa dalam hati seolah ia menjawab doa suaminya setiap ia mendekap tubuh suaminya.


Mereka akhirnya menikmati posisi tersebut sambil merasakan angin semilir yang berasal dari jendela.


Sesampainya di kediamannya mereka akhirnya memasuki rumah dan melihay seisinya yang sudah bersih.


"Siapa yang bersihkan yah?" pikir Nissa bertanya tanya.


Prok!!


"Selamat ulang tahun Wisnu," ucap Ay dan Andrew.


"Astoge!" ucap Wisnu dan Nissa kaget yang entah darimana datangnya.


Seketika Andrew dan Ay tertawa melihat ekspresi mereka akibat terkejut oleh kehadiran mereka.


"Lah? Kok kalian bisa masuk sih?" ucap Wisnu bertanya tanya.

__ADS_1


"Lupa atay pikun gak sih kan kau yang ngasih," ucap Andrew menepuk pundak sang sahabat


"Belum tua sudah lupa," ucap Nissa dengan nada rendah namun masih tetap terdengar oleh Wisnu.


• Flashback On.


"Wisnu? kunci rumahmu mana?" tanya Andrew setelah memeriksa kondisi Wisnu.


"Hmmm buat apa emang," ucap Wisnu membetulkan posisi duduknya.


"Aku sudah sewa pembersih rumah, makanya aku minta kunci rumahmu," ucap Andrew menghela napas. "Lagian rumah kalian kan berantakan terus pulang dari sini gak ada waktu buat bersihin mending aku sewa aja biar kalian bisa langsung istirahat,"


"Oh gitu? Makasih yah bro," ucap Wisnu mengambil kunci rumahnya, "Nih kuncinya,"


"Oke! Kalau gitu aku keluar dulu yah," ucap Andrew setelah mengambil kunci rumah Wisnu.


Andrew berjalan keluar sambil tersenyum penuh kemenangan.


• Flashback Off.


"Apa!?" ucap Wisnu menatap tajam istrinya.


"Hehehehe gak mas, aku bercanda aja," ucap Nissa sembari memeluk tubuh Wisnu. "Selamat ulang tahun suamiku,"


"Makasih sayang," ucap Wisnu mempererat pelukannya.


"Cie... " ucap Andrew menggoda mereka.


"Apaan sih?" ucap Wisnu melepas pelukannya. "Tuh istrimu peluk gih,"


"Iya dong sini sayang," ucap Andrew memeluk Ay.


Plok!


"Aw sakit sayang," ucap Andrew meringis ketika di tampar oleh Ay.


"Nyamuk baby, jangan ngambek yah," ucap Ay memeluk suaminya.


"Yaudah deh kita pulang dulu yah soalnya ada acara sama orang tua Ay," ucap Andrew pamit.


"Iya kita pulang dulu yah," timpal Ay.


"Hmmm enak yah punya orang tua? Sedangkan aku gak tau orang tuaku sekarang dimana," ucap Nissa menunduk sedih.


"Lah? Kok sedih udah dong kan ada mas Wisnu disini," ucap Wisnu menenangkan Nissa.


Andrew tampak terdiam dan ikut menunduk sementara Ay memeluk sahabatnya itu.


"Andaikan ini sudah waktunya Nis, mungkin aku akan membawa orang tuamu kesini. Tapi demi keselamatannya aku harus menyembunyikannya dahulu," bathin Andrew.


Happy Reading😊

__ADS_1


#30DaysWritingChallengePNS


__ADS_2