
Assalamualaikum para pembaca tersayang jangan lupa tinggalkan likenya dan selamat membaca.
---
"Yaudah kami pulang dulu yah," ucap Andrew pamit mengenggam tangan Ay.
"Nis?" ucap Ay membuyarkan lamunan sang sahabat.
"Oh iya Ay, ada apa? " ucap Nissa kaget.
"Kamu kenapa Nis?" ucap Ay bertanya tanya.
"Gak ada apa apa, kok," jawab Nissa pada Ay.
"Yakin?" ucap Ay memastikan.
"Iya yakin zubaidah, lama gak gelut kita yah? Apa mau ku tendang lagi kau," ucap Nissa memutar kedua bola matanya.
"Ha.. Ha.. Ha.. Yaudah kalau gitu aku sama mas Andrew pamit pulang dulu yah?" ucap Ay berjalan keluar bersama Andrew.
"Iya hati hati yah!" ucap Nissa mengantar mereka sampai kedepan pintu.
"Iya Nis," ucap Ay memeluk sahabatnya itu. "Bentar malam aku telpon yah?"
"Ada apa?" ucap Nissa bertanya.
"Udah nanti malam aja aku ceritanya yah?" jawab Ay.
"Oke!" ucap Nissa antusias.
Kemudian Ay berjalan menuju ke dalam mobilnya yang sudah ditunggu oleh Andrew dan berangkat pergi.
Pitttttt
Suara klakson yang dinyalakan oleh Andrew yang mulai menjalankan mobilnya menjauh dari pandangan Nissa dan Wisnu.
Mobil Ay sudah jauh dan tak tampak dipandangan, Nissa pun kembali dalam lamunannya entah apa yang sedang ia pikirkan baru beberapa menit yang lalu ia tertawa namun sudah kembali sedih.
Nissa masih tetap berdiri di ambang pintu terdiam dan menatap kosong ke arah jalan yang sedikit sepi.
"Mama kenapa? Kok mama sedih? Nanti Amri ikut sedih kalau mama sedih," ucap Wisnu dengan suara bayinya yang seolah olah Amri yang sedang berbicara.
Melihat hal itu Nissa hanya tersenyum namun tak menghilangkan ekspresi kosongnya.
"Sayang?" panggil Wisnu pada Nissa yang masih terdiam.
"Iya mas? Ada apa?" tanya Nissa berbalik menatap sendu Wisnu.
"Kamu kenapa sih?" ucap Wisnu.menghapus air mata Nissa.
"Gak apa apa kok mas," ucap Nissa menjelaskan.
"Kamu gak bisa bohong Nis, feeling seorang suami itu kuat," bathin Wisnu sembari memegang wajah Nissa.
Nissa masih menunduk dan tak mau melihat suaminya hingga air matanya berjatuhan tak tertahankan dan seolah tau apa yang dirasakan sang istri, Wisnu hanya bisa memberinya kehangatan dengan mendekapnya.
"Yaudah gendong Amri dulu yah? Aku mau sholat asar," ucap Wisnu menyerahkan gendongan putranya ke sang istri.
__ADS_1
"Iya mas," ucap Nissa mengambl bayinya lalu berjalan masuk ke kamar.
Wisnu sendiri berjalan menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah mengambil air wudhu ia kemudian berjalan menuju kamarnya yang sudah ada sang istri dan anak tercinta, tampak Nissa masih memperlihatkan wajah sedihnya.
Lama Wisnu memandangi istrinya dan mulai menggelar sajadah dan melaksanakan kewajibannya sebagai umat islam.
Setelah melaksanakan sholat asar Wisnu memanjatkan doa kepada yang maha esa atas kerunia yang telah ia berikan.
Wisnu bangkit dari duduknua dan berjalan menuju ke tempat Nissa yang masih terdiam, bayi mereka sudah tertidur diranjang bayinya dan Nissa hanya diam tanpa suara.
Melihat hal itu Wisnu melangkahkan kakinya menuju ke ranjang dimana dia ingin menghibur istrinya itu.
"Nis? Kamu kenapa sayang?" ucap Wisnu duduk disamping Nissa.
"Gak apa apa mas," ucap Nissa menyandarkan kepalanya ke dada bidang Wisnu.
"Terus kok dari tadi diam terus?" ucap Wisnu bertanya "Kan hari ini suami kamu ulang tahun kok sedih?"
Wisnu kemudian mengangkat dagu Nissa untuk menatapnya lebih dekat tanpa batasan.
"Bukan begitu mas, maafin aku hanya rindu sama orang tuaku," ucap Nissa dengan air mata berlinang.
Wisnu kemudian kembali membawa Nissa ke dekapannya yang mampu membuat Nissa nyaman dalam posisi ini dan seakan tak mau lepas dari suaminya.
"Iya sayang, mas juga tahu, tapi mas sudah lapor sama kepolisian dan sampai sekarang ayah dan ibu belum ditemukan," ucap Wisnu dengan nada rendah.
"Iya mas, tapi aku berharap ibu sama bapak gak apa apa," ucap Nissa menyeka air matanya.
"Yaudah senyum dong!" pinta Wisnu memencet pipi bakpao sang istri.
"Iya nih senyum," ucap Nissa memperlihatkan senyum terbaiknya.
"Apa mas?" tanya Nissa masih dalam dekapan Wisnu.
"Kan kamu belum kasih kado sama mas," ucap Wisnu tersenyum simpul.
"Terus?" jawab Nissa singkat.
"Aku boleh minta sesuatu gak?" ucap Wisnu melepaskan dekapannya.
"Apa?"
"Bikin adik buat Amri yuk!" ajak Wisnu tersenyum mesum.
Plak!
Sebuah bogeman dari Nissa menghantam wajah mesum Wisnu.
"Dasar laki laki, yang satu belum gede aja dah mau punya lagi," ucap Nissa kesal sambil melipat kedua tangannya.
"Aduh, sakit sayang," ucap Wisnu memegangi pipinya.
"Kamu sih? Aku kan kelepasan," ucap Nissa mendekati Wisnu. "Mana yang sakit?"
"Ini," ucap Wisnu menunjuk pipinya.
"Maaf yah mas," ucap Nissa menyesal sambil mengelus pipi suaminya.
__ADS_1
Hap!
Nissa kaget karena tiba tiba Wisnu mendekapnya erat sekali lalu berbaring di ranjang.
"Udah gini aja yah sayang," ucap Wisnu tersenyum penuh kemenangan akibat tak ada perlawanan dari Nissa.
---
Malam sudah tiba, nampak Wisnu sedang sibuk menonton sebuah acara tv yang di bawakan oleh seorang presenter "Deddy Buldozer".
Sedangkan Nissa sibuk dengan ponselnya dan berselancar di media sosial sungguh banyak notifikasi terlewati oleh Nissa akibat tak bisa memegang ponsel selama di rumah sakit.
Tit.. Tit.. Tit..
Sebuah panggilan telepon masuk ke ponsel Nissa dengan atas nama "AY" Nissa kemudian mengangkatnya dan mulai berbicara.
"Assalamualaikum Nis?" ucap Ay dari seberang telepon.
"Waalaikumsalam Ay, ada apa?" balas Nissa.
"Gini Nis? Jadi aku tertarik sama tawaranmu buat berhijab dan bisa membuat mas Andrew senang dengan aku berhijab," ucap Ay panjang kali lebar.
"Oh gitu, jadi?"
"Aku kan gak punya baju muslimah, jadi besok temanin aku yang buat beli?" ucap Ay mengajak Nissa.
"Oh gitu? Yaudah besok ketemu dibutik yah? Nanti aku kirim alamatnya," ucap Nissa mengiyakan
"Oke! Kau memang sahabatku," ucap Ay mematikan telpon. "Assalamualaikum,"
Setelah menelpon Nissa, Ay sudah bersedia untuk tidur di samping suaminya yang sudah tertidur lelah.
"Mas?" ucap Ay menoel noel pipi suaminya.
Andrew hanya berdehem pelan tanpa membuka matanya.
"Mas? Bangun aku mau minum," ucap Ay membangunkan Andrew.
"Apa sayang?" ucap Andrew bangun dari posisi tidurnya.
Andrew bangun dari posisinya mengerjapkan matanya dan mengumpulkan kekuatan untuk menatap istrinya.
"Aku mau minum ambilin air sayang," rengek Ay pada Andrew.
"Iya bentar yah?" ucap Andrew berjalan gontai menuju kedapur.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Ay untuk mengerjai suaminya itu dengan berpura pura tidur.
"Sayang ini airnya," ucap Andrew membawa segelas air ditangannya. "Lah kok tidur?"
Andrew hanya bisa melongo dan sangat kesal melihat tingkah laku istrinya itu namun dia hanya bisa mendumel kesal sementara Ay tertawa geli melihatnya.
Andrew pun berjalan untuk tidur disamping Ay, tapi sebelum itu Andrew berjalan untuk menutup gordennya dari dalam kamar yang tanpa ia sadari ada sepasang mata yang memperhatikan gerak gerik mereka berdua dari kejauhan sana.
Happy Reading😊
Episode selanjutnya akan di update sore ini dan mulai besok yah hari ini dan seterusnya tidak ada up 2 kali karena berhubungan Author ada kesibukan tapi akan author usahakan Crazy up.
__ADS_1
#30DaysWritingChallengePNS