Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
28. MDD : Kembalinya Andrew Kepada Dea


__ADS_3

Assalamualaikum, jangan lupa dilike yah para pembaca setiaku agar aku semangat updatenya.


NOTE : BAB INI ADA ADEGAN YANG SANGAT DILARANG UNTUK DIBAWAH UMUR 17 TAHUN.


---


Tok! Tok! Tok!


"Siapa?" ucap Dea berjalan membuka pintu rumahnya. "Mas Andrew?"


"Dea!"


Andrew memeluk erat tubuh Dea yang sudah sah bukan istrinya itu, Dea yang bingung sekaligus kaget juga tidak tau apa yang terjadi.


"Maafkan aku sayang," ucap Andrew memegang tangan Dea.


"Ada apa ini? Bukannya kamu sudah menikah dengan Ay," ucap Dea bingung.


"Iya sayang maafkan aku, semenjak kecelakaan Han aku sadar bahwa Ay sebenarnya sangat mencintai Han dibandingkan aku," ucap Andrew menjelaskan.


Kembali Andrew memeluk erat Dea yang notabenenya sudah menjadi mantan istrinya itu, Dea yang tampak kaget dengan tingkah laku Andrew mengajak Andrew masuk agar tidak timbul kata kata tetangga tentang kejadian ini.


"Ayo mas! Masuk gak enak di lihat tetangga," ajak Dea pada Andrew.


Mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah yang sudah sangat lama tidak di lihat Andrew, ruang tamu yang masih sama dengan terakhir dia tinggalkan.


"Tunggu yah mas, aku ambilin kamu minum dulu," ucap Dea hendak berjalan ke dapur.


Pluk!


Tiba tiba Andrew menarik Dea masuk ke dalam pelukannya dan memangkunya mesra.


"Temenin aku di sini," bisik Andrew pada Dea.


Dea yang masih bingung juga kaget akan apa yang terjadi membiarkan mantan suaminya itu melakukannya karena dia berpikir bahwa (mantan) suaminya sudah menyesal akan apa yang terjadinya.

__ADS_1


"Apa sih mas," ucap Dea berdiri dari pangkuan Andrew. "Kayak anak kecil saja,"


"Aku sangat mencintaimu sayang, maafkan aku," ucap Andrew dengan senyum tulusnya. "Kamu lapar gak sayang?"


"Hmmm iya sih? Kamu lapar gak atau mau aku masakin?" ucap Dea pada Andrew.


"Makan diluar aja yuk!" ajak Andrew berdiri dari duduknya.


Dea tampak menimbang tawaran dari Andrew tapi kemudian ia menerimanya dan mereka berdua sudah siap tuk pergi ke cafe favorit mereka biasa makan siang.


Andrew menjalankan mobilnya menuju cafe tempat mereka biasa menyantap makan siang, sebuah kenangan tersimpan disana. andrew menatap wajah Dea yang tenang sambil menunjukkan sedikit senyum manisnya.


Sesampainya di tempat itu Andrew dan Dea segera masuk ke dalam cafe dan memesan makanan, sembari menunggu makanan Andrew sedikit bercanda gurau dengan Dea seperti dulu.


"Andaikan sikapmu bisa menganggapku sebagai seorang suami mungkin ini tidak akan terjadi Dea," bathin Andrew.


"Mas Andrew?" ucap Ay yang entah darimana datangnya. "Apa ini?"


"Ay?" ucap Andrew panik.


"Apa ini mas?" ucap Ay dengan air muka kecewa. "Dan apa yang kalian lakukan disini?"


"Hmmm mungkin aku bisa jelaskan," ucap Dea mengeggam erat tangan Adrew. "Seperti yang kamu liat kami akan rujuk,"


Bagai disambar petir disiang bolong hati Ay bagi terkoyak koyak mendengar kenyataan ini.


"Benar itu mas?" ucap Ay dengan nada rendah.


Andrew nampak menundukkan wajahnya lalu mengangguk pelan.


Plak!


Sebuah tamparan langsung di wajah Andrew dari Ay membuatnya meringis kesakitan.


"Dasar laki laki *******!" ucap Ay menahan emosi kemudian berlalu pergi.

__ADS_1


---


"Mas? Mas Wisnu!" teriak Nissa dari dalam kamar.


"Iya sayang kenapa?" ucap Wisnu memasuki kamar dan melihat Nissa sedang dalam keadaan bersandar di ranjang mereka.


"Sini mas," ucap Nissa lembut.


"Ada apa?" tanya Wisnu bingung.


"Kan katanya kamu mau nambah anak?" ucap Nissa menggoda.


"Hmmm iya sih, tapi kamu yakin kuat?" tanya Wisnu dengan senyum genit dan menaik turunkan alisnya.


"Hmmm menurut kamu?" ucap Nissa tak kalah genit.


Mendengar kata kata Nissa, Wisnu hanya tersenyum lalu mendekati Nissa dan memeluknya erat.


"Mas? Anak kedua kita maunya apa?" tanya Nissa pada Wisnu yang sedang memeluknya erat.


"Tergantung yang dikasih aja," jawab Wisnu singkat.


Wisnu kemudian berdiri dari duduknya kemudian melepas kaos, lantas membuat Nissa tercengang melihat dada bidang serta barisan roti sobek milik suaminya yang mengundang air liur para kau hawa.


kemudian Wisnu menghambur dan mencumbu mesra NIssa. Wisnu memeluk erat dan membelai lembut Nissa dan menciumi wajahnya sampai akhirnya..


Terdengar sayup sayup azan isya dari masjid terdekat yang membuat Nissa mengehtikan aksi suaminya itu.


"Ups mas dah isya, gak baik lo menunda sholat," ucap Nissa melepas pelukan Wisnu. "Lain kali aja yah sayang,"


Wisnu tampak kesal namun apalah daya dia tidak bisa memuaskan hasratnya dan hanya bersabar kemudian berjalan memakai kaosnya dan berjalan mengambil air wudhu dan berganti pakaian menjadi baju koko dan mulai melaksanakan kewajibannya.


Sementara Nissa duduk memainkan ponselnya dan tersenyum penuh kepuasan, ia tampak senang sekali bisa mempermainkan perasaan suaminya itu.


"Satu sama kan mas?" ucap Nissa dalam hati.

__ADS_1


Happy Reading😊


Karena ada berbagai pertimbangan maka dari itu judul novel ini akan diubah dari 99 Nama Cinta : Menikahi Dokter Dingin menjadi "Menikahi Dokter Dingin" berikut perubahan takkan akan mengubah unsur cerita.


__ADS_2