
< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >
Hari sudah sore, Eva baru saja selesai memasak makan malam untuk Rendra yang mungkin akan pulang sebentar lagi.
Sembari menunggu Rendra, Eva memilih duduk di ruang tamu sembari memeriksa ponselnya yang tidak ia pegang semenjak semalam.
Banyak sekali pesan masuk, dan juga beberapa spam dari sahabatnya Aurel, Aurel adalah orang yang paling mengerti Eva dan bahkan alasan pernikahan ini Aurel sudah mengetahuinya dan Aurel berjanji akan menutup semua rahasia ini rapat rapat.
Tringg! Tringg!
Suara ponsel Eva berdering yang ternyata panggilan suara dari Ay sang mama.
[Halo mah?]
[Halo? Eva? Kamu baik baik aja kan nak?]
[Iya mah, alhamdulillah Eva baik baik aja kok]
[Terus suamimu gimana? Dia romantis gak?]
Eva terdiam cukup lama, ia tak tahu harus menjawab apa kepada Ay, apakah dia harus jujur akan masalah ini atau dia memilih menyembunyikannya rapat rapat, namun batinnya sungguh terganggu tapi di sisi lain ini adalah masalah pribadinya dan dia harus menanggungnya.
[Va? Eva?]
[Eh iya mah? Ada apa?]
[Hmmm, itukan gak fokus yaudah kalau gitu, kamu istirahat aja yah]
__ADS_1
[I ... Iya Mah]
Setelah mematikan sambungan telepon, Eva kemudian menaruh ponselnya kembali, bayangin rumah tangga yang akan ia hadapi sungguh sangat berat bagaimana dia bisa mempertahankan hubungan ini.
Tok!
Tok!
Tok!
Suara pintu yang di ketuk oleh Rendra, ia pulang dalam keadaan lunglai dan tidak sadar.
"Woy! Buka!" teriak Rendra tak karuan.
Eva yang mendengar bahwa yang mengetuk pintu adalah suaminya segera keluar untuk membukakan pintu, namun betapa terkejutnya dia mendapati keadaan Rendra yang mabok dan mulut yang berbau alkohol.
"Ah! Bukan urusan kamu! Kenapa lama sekali bukanya?" bentak Rendra dengan badan yang tidak bisa ia kontrol. "Minggir!"
Rendra masuk ke rumah dengan langkah gontai dan meracau tak jelas dengan keadaan mabuk begini.
"Om mandi dulu yah?" ucap Eva membuka sepatu Rendra. "Lain kali jangan mabuk gini yah om, gak baik soalnya,"
"Eh bodoh! Siapa kamu yang berani memerintahku?" ucap Rendra menarik rambut Eva sehingga Eva sedikit kesakitan.
Rendra kemudian menarik Eva kepelukannya dan memeluknya erat dan menyeret Eva masuk ke kamarnya.
"Apa yang akan om lakukan?"
__ADS_1
"Diam!"
Bentakan Rendra sukses membuat Eva diam tak berdaya dan pasrah menerima nasibnya.
---
Pagi telah menampakkan wujudnya, Rendra terbangun dari tidurnya dengan keadaan terkejut pasalnya ia kini tidur bersama dengan Eva dan entah apa yang terjadi semalam.
"Apa yang kulakukan?" guman Rendra kesal. "Tidak! Tidak mungkin aku melakukan hal itu pada anak ini,"
Rendra menarik napas panjang dan mencoba mengingat kembali apa yang terjadi semalam namun ia tak berhasil mengingat apapun.
Eva masih tertidur pulas seperti kehilangan banyak tenaga sehingga tidak biasanya dia bangun lebih lambat.
"Woy! Bangun!" bentak Rendra pada Eva.
"Ada apa om?" tanya Eva tertunduk.
"Apa yang kau lakukan di kamarku?" tanya Rendra yang sebenarnya adalah pertanyaan paling bodoh yang pernah ia lontarkan.
"Kenapa dengan pria ini? Bukankah dia yang memintaku menyerahkan segalanya dan mungkin nanti aku akan hamil itu sudah jadi tanggung jawab dia,' gerutu Eva dalam hati.
Melihat Eva tak menjawab, Rendra kemudian menarik tubuh Eva dan menghempaskannya kelantai sehingga Eva sedikit terbentur pada tembok.
Eva meringis kesakitan memegangi kepalanya sebelum akhirnya berdiri dan berjalan keluar dari kamar Rendra.
Sementara Rendra merasa sangat menyesal dengan apa yang terjadi karena ia yakin bahwa ia melakukan hal yang lain terhadap Eva dia benar benar bingung akan apa yang terjadi dan memilih merebahkan badannya dan kembali tertidur.
__ADS_1
- Bersambung -