Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
My Cold Police : Terlanjur Benci


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >


Duk!


Suara pintu yang dibanting oleh Rendra, sedangkan Eva masih berdiri membeku dengan air mata yang berjatuhan dari kedua bola matanya yang indah itu.


Penghinaan sudah diterimanya dari suaminya tepat pada malam pertamanya yang seharusnya menjadi hal yang membahagiakan namun dia salah karena ternyata suaminya sudah sangat membencinya.


Ia benar benar sakit hati akan perlakuan Rendra namun ini sudah takdirnya dan mau bagaimana pun Rendra adalah suaminya yang harus ia patuhi.


---


Pagi sudah menyambut, Eva membuka matanya perlahan badannya benar benar sakit serta rasa perih akibat tamparan Rendra masih terasa di pipinya.


Ia merenggangkan badannya dan menguap perlahan dan mengerjapkan matanya kemudian berjalan keluar dari kamarnya.


Eva kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Setelah Eva membuat makanan untuk suaminya itu, Eva bergegas untuk membangun Rendra karena hari ini dia akan bekerja.


Tok!


Tok!


Tok!


Eva mengetuk pintu kamar Rendra untuk mengajak Rendra sarapan dan menyiapkan seragam kerjanya. Ia mengetuk pintu perlahan karena takut akan menganggu Rendra dan membuatnya marah.


"Siapa?" tanya Rendra dari dalam kamar.

__ADS_1


"Ini aku mas, Eva," ucap Eva ragu.


"Masuk!"


Setelah mendapat izin dari suaminya, Eva kemudian membuka pintu dan melangkahkan kakinya ragu masuk ke dalam kamar.


Rendra sedang terduduk di ranjang dengan keadaan bertelanjang dada yang membuat otot serta barisan roti sobek di perutnya terekspos dimata Eva.


Eva terdiam memandangi suaminya itu sehingga tanpa ia sadari Rendra sedikit risih akan hal itu.


"Kenapa kau memandangi begitu?" tanya Rendra risih.


"Ma ... Maaf mas," ucap Eva tertunduk malu.


"Sudahlah lupakan, segera siapkan seragam untukku aku ingin mandi terlebih dahulu," ucap Rendra berjalan ke kamar mandi.


Terdengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi dan tak lama kemudian Rendra keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Mana seragamku?" tanya Rendra pada Eva.


"Ini mas," ucap Eva berjalan menuju ke arah Rendra.


Eva sangat canggung dan gemetar mendekati Rendra sehingga jarak mereka hanya tersisa beberapa meter saja.


"Mana?" tanya Rendra kembali.


"I ... Ini mas," ucap Eva gugup.


"Akh! Lama sekali kau," ucap Rendra menarik tangan Eva sehingga wajah Eva terbenam di dada bidang milik Rendra.

__ADS_1


Eva terdiam cukup lama dan sangat gugup ia merasa bahwa anggota badannya kini sudah tak memiliki fungsi dan ia hanya bisa terdiam tak berdaya.


"Ah! Minggir kau," ucap Rendra mendorong tubuh Eva menjauh dari badannya.


"Ma ... Maaf," ucap Eva tertunduk diam.


"Sudah keluar sana! Aku ingin memakai baju terlebih dahulu," usir Rendra pada Eva.


Mendengar ucapan Rendra, Eva kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar Rendra. Sedangkan Rendra tengah bersiap memakai seragam kerjanya dan tak lama kemudian keluar dari kamarnya.


Badan yang tegap dengan wajah yang tegas kini terpampang jelas di hadapan Eva, seorang pria dewasa yang berstatus sebagai suaminya dengan berseragam kepolisian yang sangat ia banggakan.


"Mas? Sarapan dulu," ucap Eva membawakan sepiring nasi goreng.


Rendra kemudian mengambil piring itu dari tangan Eva dan menatapnya cukup lama sebelum akhirnya ia melemparkan piring itu kelantai.


Prang!


Suara piring yang pecah akibat di hempaskan di lantai serta nasi goreng yang sudah berhamburan di lantai.


"Kau tidak usah memberiku sarapan! Apakah kau tidak lupa kau memberiku air yang membuatku kehilangan kesadaran sehingga aku tanpa sadar merebut kehormatanmu," uvap Rendra emosi. "Kau memang sudah merasakan kenikmatan yang ku lakukan tapi kau takkan mendapatkan kebahagiaan setelah menjadi istriku, ingat itu wanita ******, dasar tidak tahu malu!"


Sebuah penghinaan terlontar dari mulut Rendra yang membuat Eva sangat sakit hati, ia menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya sehingga membanjiri pipi mulusnya yang masih ada bekas tamoaran Rendra.


"Kau tidak usah berakting kau pikir dengan itu aku akan merasa kasian? Tidak! Malah aku akan semakin menyiksamu," ucap Rendra berjalan keluar rumah dan bergegas berangkat ke tempat kerjanya.


Setelah Rendra pergi, Eva merasakan lemas pada kakinya sehingga ia terduduk lemas dengan air mata yang bercucuran yang terjadi atas penghinaan yang dilakukan suaminya..


< Selamat membaca yah guys, maaf season ini gak bahagia dulu jangan emosi karena lebaran sebentar lagi hehehehe jangan lupa vote, like dan juga tips koin seikhlasnya kalau kalian mau >

__ADS_1


__ADS_2