Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
My Cold Police : Sebuah Takdir


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru :) >


---


Eva berjalan masuk menuju kamarnya untuk istirahat pasalnya ia sudah sangat lelah setelah menempuh perjalanan Villa ini.


Sementara itu Rendra dari tadi hanya diam karena kesal dengan perlakuan Eva tadi padanya, ia memilih untuk mengacukan Eva sampai Eva sadar akan kesalahannya, sebenarnya ia tidak tega namun ini harus dilakukan demi gengsinya yang tinggi.


"Om? Kenapa kok Om daritadi diam?" tanya Eva pada Rendra.


Rendra tak langsung menjawab dan malah mengacukan Eva sampai Eva bingung sendiri dengan sikap suaminya itu.


"Aku ingin mandi! Sebaiknya kau keluar," ucap Rendra ketus.


"Kenapa aku harus keluar?" tanya Eva pada Rendra.


"Aku hanya tak ingin di ganggu," ucap Rendra ketus.


"Oh begitu? Bukannya Om yang sering mesum kepadaku apa tak ingin merasakan sesuatu lagi dariku?" goda Eva mengedipkan matanya.


Rendra terdiam ia masih menahan diri untuk tetap diam sementara Eva semakin menggodanya dengan sentuhan lembut dibahu suaminya itu.


Rendra berdiri mengambil handuk dan berjalan ke arah kamar mandi dan mencoba mengacukan Eva sementara itu Eva tidak kehabisan akal untuk menggoda suaminya.


"Om yakin gak mau nih?" ucap Eva centil. "Padahal kalau kau mau merasakan bibirku ini aku sudah siap lo,"


Eva kini berjalan ke arah suaminya dan memeluk suaminya dari belakang sembari meraba dada bidang Rendra yang membuat Rendra semakin membara.


"Ahhh,"


Desahan keluar dari mulut Rendra yang sudah tak tahan dengan rabahan Eva yang semakin liar masuk kedalam kaos bajunya, sementara Rendra merinding kenikmatan Eva malah tersenyum puas bisa menggoda suaminya itu.


"Aku sudah tidak tahan!" ucap Rendra menarik tubuh Eva kehadapannya dan mendorong kepala Eva ke arah dada bidang miliknya. "Kau terlalu menggodaku sayang!"


Rendra kemudian menarik tubuh Eva dan menyandarkannya ketembok kamar villa itu dan mendekatkan wajahnya ke wajah Eva sehingga ia bisa merasakan deru napas Eva yang memburu.

__ADS_1


"Akan kubuat kau menyesali ini istriku!" goda Rendra sembari menciumi leher Eva yang membuat Eva melenguh pelan.


"Aku akan menikmatinya Om polisi tampanku,"


Rendra kemudian menciumi bibir ranum milik Eva dan memainkan lidahnya didalam sana sembari tak hentinya mendesah kenikmatan.


Setelah puas dengan bibir Eva, Rendra kemudian menarik Rendra mendorong tubuh Eva keranjang dan mulai menindihnya pelan.


"Sabar yah sayang ini tidak akan sakit," ucap Rendra melenguh kenikmatan.


---


"Ali!" teriak Zain pada Ali yang duduk sendiri di atas sofa yang menghadap ke arah jendela yang menawarkan pemandangan kebuh teh yang indah dan hijau.


"Eh Zain ada apa?" ucap Ali pada Zain.


"Harusnya aku yang bertanya kau sedang apa disini," ucap Zain ikut duduk di samping Ali.


"Ah gak apa apa,"


"Udah kau jangan bohong sama aku, pasti kau cemburu kan dengan Rendra dan Eva?" tanya Zain menebak.


"Aku cuma gak nyangka Zain, ternyata Eva yang selama ini kujaga adalah Jodohnya pak Rendra, tapi udahlah aku udah tenang kok cuma masih cinta aja walaupun ku tahu Eva gak memungkinkan dia menjadi milikku lagi,"


"Hmmm, kau membahas itu, lantas bagaimana dengan diriku dan Dian yang harus berpisah karena orang ketiga dan aku harus mmengikhlaskannya walaupun itu sakit," ucap Zain menyandarkan badannya di sandaran sofa.


"Sepertinya kita punya masalah yang sama," ucap Ali merangkul pundak Zain.


"Sepertinya begitu, tapi tenang yang penting mereka bahagia pasti dihati kita juga bahagia kan?" ucap Zain bernapas lega.


"Pastinya, tenanglah jodoh kita sudah menanti di depan dan sebentar lagi akan bertemu aku yakin itu," ucap Ali yakin.


Ali dan Zain kini sudah merasa lega setelah mereka saling mencurahkan isi hati mereka dan ternyata mereka memilih masalah yang sama dan ternyata tidak semua masalah yang miliki itu paling berat melainkan ada yang lebih susah dengan masalah mereka sendiri dan intinya hanya perlu ikhlas dan bersikap positif dalam menghadapi semua masalah walaupun harus bisa menahan sakit pada hati yang terluka.


"Woy!" teriak Amri pada Zain dan Ali.

__ADS_1


"Udah kelar curhatnya? Apa perlu kupanggilin mamah dedeh?" goda Rendra pada mereka.


"Ah gak curhat kok!" ucap Ali mengelak.


"Cuma berbagi duka aja!" timpal Zain di susul tawa dari mereka semua.


"Udahlah daripada kalian sedih mulu mending kita main bola!" ucap Amri melempar Bola kearah Zain.


"Ayok lah!" ucap Zain berdiri dari duduknya di susul oleh Ali.


Mereka berempat pun segera berjalan ke arah lapangan luas di belakang Villa ini yang khusus di pake untuk berolahraga walaupun kebanyakan di pakai bermain bola.


Sementara itu Eva dan Dela berada di dapur memasak untuk makan malam mereka walaupun pasti hasilnya mengecewakan dan setidaknya mereka sudah mencoba.


"Kak aku takut deh," ucap Eva memulai percakapan.


"Takut kenapa?" ucap Dela fokus memotong bawang.


"Kan tadi pagi mantannya mas Rendra datang," ucap Eva ragu.


"Siapa? Syafa?"


"Hah kok kakak tau?" tanya Eva heran.


"Syafa mah sahabat kakak, dia udah cerita semuanya ke kakak soal pertemuannya dengan Rendra, mereka awalnya pasangan bahagia sampai faktor pendidikan memisahkan mereka,"


"Jadi? Ternyata aku ini pelakor kak?" ucap Eva lemah.


"Bukanlah, ini tuh namanya takdir,"


"Maksudnya?"


"Ini tuh takdir kamu! Kakak aja gak nyangka bisa nikah sama mas Amri yang awalnya hanya pacar berpura pura," ucap Dela menatap Eva. "Dan tugasmu adalah menjaga takdir yang sudah diberikan walaupun nanti takdirmu akan berubah,"


Eva terdiam dan tertegun bingung berusaha menelaah kata kata kakaknya sehingga ia larut dalam pikirannya sendiri.

__ADS_1


- Bersambung -


Halo semuanya menurut Autjort pelajaran pada bab ini dari Zain dan ali yang bisa kalian petik adalah jangan merasa bahwa masalah kita adalah masalah kita yang paling berat karena pada dasarnya ada yang lebih berat dari kita dan intinya hanya perlu ikhlas, positif dan sabar asal jangan positif Corona yah hehehehhe.


__ADS_2