
Assalamualaikum, jangan lupa di like yah supaya Author makin semangat updatenya.
---
• Flashback On.
"Makasih yah nak Andrew, ibu seneng banget bisa ketemu sama Nissa," ucap bu Darsih dengan wajah berseri seri.
Andrew ikut bahagia melihat reaksi bu Darsih yang telah lama tak berjumpa, mungkin ini kebahagian tersendiri bagi orang tua Nissa dan Nissa sendiri setelah hampir setahun lebih mereka tak bertemu.
"Iya bu, sama sama," ucap Andrew masih fokus menyetir.
Andrew menjalankan mobilnya menuju jalan utama karena sekarang dia masih berada di area yang kurang akan penduduk.
Andrew hendak membelokkan mobilnya namun ia merasa janggal karena rem pada mobil tersebut mendadak tidak berfungsi.
"Hah!? Kok gak bisa di rem?" ucap Andrew panik karena tidak dapat mengerem mobilnya.
"Kenapa nak Andrew?" tanya bu Darsih ikut panik.
Andrew berulang kali mengerem mobilnya namun hasilnya tetap nihil. Wajah Andrew kini dipenuhi keringat dingin dan pucat pasi.
"Ini bu gak bisa di rem!" ucap Andrew sambil terus mengerem mobilnya.
"Nak Andrew, Awas!" teriak bu Darsih ketika melihat sebuah truk di depan mereka.
Dengan sigap Andrew membelokkan setirnya ke pinggir jalan sehingga menabrak pembatas jalan.
"Ahhh!"
Brakk!
Suara mobil yang menghantam keras pembatas jalan sehingga membuatnya bengkok tak beraturan, kini mobil itu sudah di penuhi oleh asap dari mesinnya juga percikan api dari kap depan.
Andrew dan bu Darsih masih sadarkan diri dan bisa cepat keluar namun lain dengan pak Hazim yang terjepit dan tidak bisa bergerak sedikitpun.
"Bu! Ayo bu kita keluar!" ajak Abdrew menarik tangan bu Darsih.
"Tapi bapak, gimana?" tanya bu Darsih mencoba membantu pak Hazim.
"Sudah bu, tidak ada waktu, mobil ini akan meledak," ucap Andrew memaksa bu Darsih.
"Tapi..."
__ADS_1
Belum selesai menyelesaikan kata katanya bu Darsih sudah ditarik pergi oleh Andrew.
"Ayo bu!" Andrew menarik tangan bu Darsih menjauh dari mobil itu sebelum tiba tiba..
Duarr!
Suara ledakan yang berasal dari mobil Andrew bersama dengan pak Hazim di dalamnya.
Seketika bu Darsih menangis sejadi jadinya berusaha mendekati mobil Andrew namun bu Darsih sudah di pegang oleh Andrew.
"Lepaskan saya nak!" teriak bu Darsih mencoba melepaskan pegangan tangan Andrew.
"Jangan bu! Bahaya!" ucap Andrew kembali.
Duarrr!
Kini suara ledakan itu kembali terdengar, bu Darsih seketika lemas dan tak sadarkan diri sampe para bantuan berdatangan ke tempat itu.
• Flashback Off.
"Kenapa mas?" tanya Nissa yang melihat wajah Wisnu pucat dan panik.
"Kita ke rumah sakit sekarang!" ucap Wisnu memutar balik dan menyetir mobilnya nenuju rumah sakit tersebut.
"Ada apa?" tanya Nissa semakin bingung.
"Hah!?"
Wisnu mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit dimana tempat Andrew dan orang tua Nissa dibawa.
Wisnu memasuki halaman rumah sakit kemudian memarkirkan mobilnya dan masuk ke rumah sakit di susul oleh Nissa.
"Andrew?" ucap Wisnu yang melihat Andrew dan bu Darsih di sampingnya nampak menangis.
"Wisnu, maafin aku Nu, aku gak tau ini bakal terjadi," ucap Andrew meminta maaf.
"Iya gak apa apa, terus mertuaku bagaimana?" tanya Wisnu panik.
"Kalau bu Darsih alhamdulillah selamat tapi... "
"Mas! Tungguin," ucap Nissa yang baru sampai di tempat itu.
"Nissa?" ucap bu Darsih dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
"Ibu!?" ucap Nissa berlari memeluk ibunya. "Ibu! Dari mana aja?"
"Ibu kangen sama kamu nak!" ucap bu Darsih dengan air mata yang menetes.
"Ibu? Bapak mana?" tanya Nissa melepas pelukannya.
Seketika Andrew dan bu Darsih terdiam seribu bahasa.
"Iya bapak dimana?" ucap Wisnu ikut bertanya.
"Kenapa? Kok diem?" tanya Nissa panik.
"Pak Hazim meninggal," ucap Andrew dengan wajah tertunduk.
"Apa!? Bapak!!!" ucap Nissa berlari masuk kedalam ruangan tersebut.
Nissa memasuki ruangan tersebut disusul oleh Andrew, Wisnu dan bu Darsih.
Nampak di dalam ruangan tersebut sebuah ranjang yang ditutupi kain putih, air mata Nissa kini tumpah ruah, tepat di hadapannya ada cinta pertama dari seorang anak perempuan terbaring tak berdaya dengan wajah penuh luka bakar.
Hening di ruangan itu dan hanya terdengar isakan tangis dari Nissa dan bu Darsih sementara di balik pintu nampak seorang suster yang sedang tertawa puas.
"Ini baru awalnya, ini semua balasan karena kalian menghancurkan hidup kakakku,"
Kemudian suster tersebut pergi dari tempat tersebut dengan senyum penuh kemenangan.
"Tenang kak Dea, mereka akan menerima ganjaran yang setimpal, sama seperti mereka menghancurkan hidupmu kak!"
---
Nissa dan bu Darsih bersimpuh di depan kuburan pak Hazim yang masih basah dan merah.
Nissa masih sangat terpukul atas kepergian sang ayah, dan masih terus menangis sementara bu Darsih masih berusaha sabar dan menenangkan Nissa.
"Sabar yah nak!" ucap bu Darsih mengelus punggung Nissa.
"Iya Nis, sabar yah aku turut berduka," ucap Ay ikut mengelus pundak Nissa.
Satu persatu para pelayat sudah pergi dari tempat itu, Nissa dan bu Darsih berdiri dan berjalan menuju mobil di susul oleh Wisnu, Ay dan Andrew.
Suasana sangat senyap tak ada suara dari mereka semua sampai mereka tiba di kediaman keluarga Wisnu dan Nissa mereka semua berkumpul di ruang tamu.
Suasana masih sangat tegang Andrew dan Wisnu menunduk sementara Ay duduk di samping Nissa.
__ADS_1
"Sekarang kalian bisa jelaskan apa yang terjadi?"
Happy Reading😊