Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
58. MDD : Andrew dan Ay


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >


"Kita sudah sampai!" ucap Wisnu setengah berteriak.


"Iya aku tahu," ucap Andrew menyimpan ponselnya dan melihat tempat ini.


Seketika Andrew tertawa dan membulatkan mata sempurna antara senang bisa berada disini dan mengingat masa lalunya.


"Tempat ini?"


Seketika Andrew teringat akan mimpinya tempo hari lalu yang bertempat sangat mirip di taman ini dan bangku itu dia sangat ingat dan sangat jelas di kepalanya.


"Bukankah ini hanya mimpiku?" tanya Andrew tak percaya.


"Kenapa harus jadi mimpi jika ini bisa jadi kenyataan," ucap Wisnu berjalan ke depan Andrew.


Andrew tampak tersenyum dan berlari menuju satu bangku taman yang sangat ia ingat dan disini ia bertemu Ay dalam mimpinya juga awal pernikahan mereka.


Andrew duduk di kursi itu dengan pandangan kosong dan raut wajah senang kini berubah sedih.


"Andaikan Ay ada disini," ucap Andrew murung. " Tapi itu hanya mimpiku,"


"Kenapa kau harus bermimpi jika bisa jadi kenyataan?" ucap Ay dari belakang Andrew.


Tampak juga Nissa di sana yang berdiri sambil tersenyum kemudian berjalan ke arah suaminya Wisnu.


"Ay?" ucap Andrew membulatkan mata sempurna.


Andrew terdiam menatap Ay yang mendorong kereta bayinya dan tersenyum ke arah Andrew, Andrew nampak tersenyum sumringah kemudian berjalan ke depan Ay sehingga jarak mereka hanya beberapa senti saja.


"Mas?" panggil Ay. "Apakah kau baik baik saja?"


Andrew terdiam cukup lama lalu menatap bingung ke arah Ay. "Apakah aku bermimpi?" Andrew memegang pipi Ay lembut dan meneteskan air matanya.


"Kau sepertinya tidak mengingat istrimu ini?" ucap Ay menunduk.


"Mana mungkin aku melupakanmu," ucap Andrew memeluk tubuh Ay.


Andrew kemudian melepas pelukannya kemudian menatap ke arah Wisnu dan Nissa sambil tersenyum simpul.

__ADS_1


"Apakah kalian bisa pergi?" ucap Andrew.


"Apa? Kau menyuruh kami pergi?" ucap Wisnu menatap tajam Andrew.


"Yah apa kurang jelas bagimu?" ucap Andrew kembali.


Wisnu mengangguk kemudian mengandeng tangan Nissa pergi dari tempat itu. "Yuk Nis kita pergi takut ganggu orang pacaran nanti, bentar kita pacarannya di semak semak aja bareng jangkrik,"


Setelah Wisnu dan Nissa pergi daei tempatnya, Andrew kemudian bersimpuh dan menatap ke arah kereta bayinya dan mencium pipi sang bayi sambil tersenyum manis.


"Anak kita cantik yah," ucap Andrew mengelus pipi Dela anaknya.


"Iya kayak aku kan?" ucap Ay menghadap antusias ke Andrew.


Andrew tersenyum lalu menggelengkan kepalanya dan menatap ke arah Ay.


"Siapa bilang kayak kamu?" ucap Andrew mengalihkan pandangannya kembali ke arah sang putri.


"Apa?"


Ay tampak kesal dengan ucapan suaminya dan mengerucutkan bibirnya hingga beberapa centi ke depan yang membuat Andrew tersenyum geli. Ay kemudian menginjak kaki suaminya dengan sekuat tenaga akibat kesal pada suaminya.


"Kenapa sakit?" ucap Ay kesal.


"Gak!" jawab Andrew berusaha bersikap biasa.


Mendengar penuturan suaminya Ay semakin kesal dan ingin sekali menginjak keras kaki suaminya itu namun bukan itu yang ia lakukan dan malah menunjukkan wajah cemberut serta bibir yang dikerucutkan sehingga membuat Andrew tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"Masih ngambek yah?" tanya Andrew pada Ay.


"Gak tau!" jawab Ay ketus.


Andrew kemudian tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke pipi Ay dan cup, sebuah kecupan jatuh di pipi Ay yang membuat Ay terperanjat kaget.


"Kalau gini masih ngambek gak?" ucap Andrew kembali.


Seketika pipi Ay memerah tak karuan dan tersenyum tersipu malu akibat perlakuan suaminya.


"Apaan sih mas," ucap Ay pada Andrew.

__ADS_1


"Kau tahu?" ucap Andrew mengelus puncak kepala Ay.


"Gak tahu!" ucap Ay ketus.


"Semua kejadian ini sama seperti mimpiku," ucap Andrew menyandarkan punggungnya di bangku taman.


"Terus?" ucap Ay menatap suaminya itu.


"Aku kira kau akan menghilang tiba tiba seperti dalam mimpiku," ucap Andrew tersenyum pada Ay.


Ay nampak tersenyum lalu memegang dada suaminya dan mengelus pipi Andrew.


"Menghilang?" ucap Ay pada Andrew. "Aku tidak akan menghilang karena aku akan selalu ada disini, dihatimu,"


Ay tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di dada Andrew kemudian di sambut dengan senyuman dan dekapan hanya Andrew.


"Aku memang tak pernah seromantis ini," ucap Andrew pada Ay. "Tapi semenjak melihatmu dan mengenalmu rasanya aku sudah menemukan landasan cintaku,"


Andrew kemudian mencium kening Ay dan memeluknya erat tubuh istrinya dan larut dalam pelukan hangat yang mereka kembali rasakan setelah 9 bulan.


Sementara di pojok sana Nissa dan Wisnu berdiri dengan senyum merekah karena mereka telah Berhasil menyelesaikan misinya.


"Nis?" panggil Wisnu.


"Apa mas?" ucap Nissa menatap suaminya.


"Aku mau gitu juga," ucap Wisnu menunjuk Ay dan Andrew yang sedang berpelukan.


"Hmmm, gak mau!" jawab Nissa ketus.


"Kenapa?" ucap Andrew menatap Nissa.


"Yah gak mau," ucap Nissa berjalan meninggalkan Wisnu.


Wisnu hanya terdiam dan kembali melihat Ay dan Andrew yang masih dalam pose yang sama.


"Gak mau nolak pelukan kamu," ucap Nissa tiba tiba memeluK Wisnu dari belakang dan disambut senyum hangat dari Wisnu.


< Halo Happy Reading yah, gimana episodenya? Kayaknya pertemuan mereka kayak di drama drama cina itu yah wkwkwkw Author jadi iri 😅 sebelum scroll kebawah jangan lupa dong likenya dan juga tinggalkan koment positifnya terima kasih (~_^) >

__ADS_1


__ADS_2