
Aqilla membuka matanya dan melirik jam yang menempel di dinding. Sudah pukul 10 pagi, Sedikit terkejut 10 pagi ia baru bangun dan benar benar kesiangan.
Disampingnya masih ada Aidan yang terlelap dan memeluknya dari belakang. Keduanya masih telanjang bulat, mengingat semalam adalah malam pertama bagi mereka setelah sekian lama hingga membuat keduanya baru berhenti pukul 6 pagi. Entah sudah berapa kali Aidan memasukinya, ini pertama kalinya untuk Aqilla dan badan nya terrasa sangat remuk tapi ia benar benar merasa bahagia karena sekarang pernikahan nya adalah nyata bukan semu lagi.
Ia sudah benar benar menjadi istri sah di mata Aidan sekarang.
Aqilla hanya berharap Aidan bisa seterusnya seperti ini, menyanyanggi Aqilla dan menganggap Aqilla adalah istrinya bukan adik lagi.
Cukup lama Aqilla melamun hingga sebuah kecupan mendarat di punggungnya membuat Aqilla sedikit bergetar.
"Pagi sayang... " ucap Aidan mesra dengan suara serak khas bangun tidur.
"Pagi bee " ucap Aqilla masih malu malu kucing.
"Hari ini mau ngelibur dulu ahhh " ucap Aidan.
"Iyalah bee, udah jam 10 juga, udah telat pake banget ini mah" gerutu Aqilla.
"Maaf sayang, rasanya nggak mau berhenti buat masukin kamu" ucap Aidan sambil terus menciumi punggung Aqilla.
"Ini pertama kalinya buat aku bee " ucap Aqilla masih malu malu.
"Makasih sayang, udah ngejaga semuanya buat Aku" ucap Aidan sambil memperat pelukanya pada Aqilla dan Aqilla hanya tersenyum.
"Udah bee... mau mandi dulu , lengket semua badan aku , habis itu nanti kerumah mama soalnya mama kemarin udah pesen disuruh kesana" jelas Aqilla.
"Emang bisa jalan ??? harusnya ini aku gendong sampe kamar mandi " ucap Aidan mengejek.
"Ihh apa sih kak, enggaklah , Qilla jalan sendiri aja .., aduhhh " ucap Aqilla mengaduh saat akan berdiri dan merasakan dibawahnya sedikit nyeri.
"Apa aku bilang..." ucap Aidan seketika langsung mengendong Aqilla ala bridal menuju kamar mandi.
"Gimana kalau 1 ronde lagi sambil mandi " ucap Aidan mengoda Aqilla.
"Bee... " teriak Aqilla merenggek.
"Udah nggak tahan sayang ... pengen lagii" keluh Aidan dan akhirnya Aqilla mengangguk pasrah, keduanya menikmati 1 ronde lagi sambil mandi dan entah apa nanti akan nambah ronde lagi tapi sudah terdengar desahan keduanya dikamar mandi.
__ADS_1
...
Aqilla nampak memasuki mobil dengan wajah cemberut. Aidan yang mengetahui itu hanya tersenyum kemudian mengecup kening Aqilla mesra.
"Maaaf sayang... kalau mau marah nihh marahin junior ku yang nakal ngajakin 3 ronde" ucap Aidan melirik kearah bawah sambil tersenyum nakal.
"Beee.. " ucap Aqilla nambah kesal dan malu karena ucapan Aidan yang terlalu vulgar menurutnya.
"Iya iyaa sayang ... nanti lagi yaa " goda Aidan langsung membuat Aqilla melirik sebal membuat Aidan terkekeh gemas melihat tingkah menggemaskan istrinya itu.
Aidan melajukan mobilnya menuju mansion orangtuanya, dengan canda dan tawa kedua pasangan yang sedang dimabuk asmara itu.
Mobil sedan mewah Aidan sudah terparkir di garasi mansion Zen.
"Sayang....." sambut Anna langsung memeluk putra dan menantu kesayanganya itu.
"Mama apa kabar ??" Tanya Aidan pada Anna mamanya.
"Kamu gitu ya sekarang, udah punya Aqilla , mama nggak pernah ditenggokin" ucap Anna pura pura cemberut dan cemburu.
"Enggak lah, maa... kan ini Aidan udah datang " ucap Aidan memeluk mama nya.
"Kesini lah ma, kan kemarin udah janji juga ma.." ucap Aqilla sambil terseyum tulus.
"Mama udah masakin masakan spesial buat kalian, " ucap Anna mengajak Aidan dan Aqilla memasuki mansion.
"Papa pulang awal kan maa??" tanya Aidan yang tak melihat keberadaan sang papa, karena memang Zen papanya tak bisa menganggur jadi disaat usia yang seharusnya pensiun pun masih bekerja untuk mengisi waktu luang.
"Iyaa tadi papa janji udah pulang awal " ucap Anna.
"Duh sampai lupaa kan, happy brithday sayang... semoga panjang umur, sehat selalu, sayang terus sama mama papa, sayang terus sama istrinya, semoga tambah yang terbaik pokoknya " ucap Anna kemudian mengecup kening putranya itu.
" Aamiiin... makasih mamaku sayang" ucap Aidan memmeluk mama nya lagi.
Aqilla tersenyum memandang kedua Ibu dan Anak yang terlihat saling menyayanggi itu.
....
__ADS_1
Malam ini nampak Zen , Anna , Aidan dan Aqilla berkumpul dimeja makan menikmati makan malam spesial buatan Mama Anna.
Aqilla sedikit sedih karena Roni ayahnya tak bisa ikut menikmati kebahagiaan ini tapi mau bagaimana lagi, Ayahnya itu masih suka berkelana, dan Aqilla juga tak bisa melarang karena Aqilla tau mungkin itu cara sang ayah untuk sekedar menghilangkan rasa sepi akibat ditinggal pergi oleh sang bunda.
"Apa kalian tak merencanakan honeymoon??' tanya Zen pada putra dan menantunya itu.
"Emm belum tau juga Pa, soalnya perusahaan baru saja gabung sama klien dari Amerika jadi nanti Aidan bakalan sibuk banget" ucap Aidan disela sela makan nya.
"Mama setuju banget, Mama kan juga pengen segera punya cucu biar nggak kesepian ditinggal sama papa kamu" Gerutu Anna yang langsung mendapat kekehan Zen.
"Gimana Aqilla kamu setuju enggak kalau kalian ngadain honeymoon???" tanya Zen pada Aqilla.
"Aqilla ngikut kak Aidan aja Pah" ucap Aqilla sambil melihat kearah Aidan.
"Soalnya kado ulang tahun kamu kali ini papa udah siapin tiket honey moon kalian ke korea" ucap Zen.
"Korea Pah ???" tanya Aqilla seketika mendengar nama negara yang sangat ingin ia kunjungi itu.
"Iya korea .. tuh Aidan , Aqilla kayaknya seneng banget mau ke korea jadi lebih baik kamu ambil cuti biar sesekali ngrefresh otak" ucap Anna .
"Ya nanti Aidan usahain Ma, Pa... " ucap Aidan yang melihat kearah Aqilla yang nampak antusias sekali.
"Beneran kak ???" ucap Aqilla dengan nada bahagia dan tidak memanggil bee karena merasa tak enak didepan mertuanya itu.
"Beneran asal dikasih jatah dobel" bisik Aidan ditelingga Aqilla membuat Aqilla sedikit cemberut membuat Aidan terkekeh.
"Kalian apa sih pake acara bisik bisik" ucap Mama Anna.
"Urusan anak muda dong Ma , .. " ucap Aidan cenggegesan.
"Papa nggak mau tau yang penting Papa mau kalian pulang dari korea, Papa sama Mama bisa punya cucu." ucap Zen tegas.
"Siap ... Papa tenang aja... cucunya papa sama mama baru on the way nihh" ucap Aidan lagi seketika membuat gelengan kedua orangtuanya dan membuat Aqilla sedikit malu karena Aidan terlalu vulgar pada orang tuanya itu.
Bersambung.....
Kasiihh yang bahagia2 dulu ya...
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen nyaa...
maaciw readerskuu ,😘😘😘