MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
35


__ADS_3

Salah satu maid mendekati tania yang terkapar mengenaskan.


Dengan air es satu baskom beserta alat p3k ia mulai merawat tubuh tania yang penuh luka.


Tania hanya diam menatap kosong sambil sesekali merintih saat merasakan perihnya luka yang diobati oleh maid tersebut.


Sejujurnya maid itu ingin mengajak bicara tania , tapi cukup takut karena ia hanya diperintah merawat luka luka tania .


Setelah dirasa selesai sang maid itu meninggalkan tania sendiri dikamarnya.


Tania hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang sungguh mengenaskan.


Tapi bukan tania jika hanya berdiam diri tak membalas mereka yang menyakitinya.


Tania harus membalas mereka semua , harus.


                            *****


Hari ini anna pulang lebih awal karena ia harus pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilanya.


Ia pergi sendiri karena tau zen mungkin sibuk dengan pekerjaannya.


Sebisa mungkin anna berusaha menjadi istri yang mandiri dan tak merepotkan sang suami.


Saat anna sedang menunggu taksi, ia mendengar suara tlakson mobil yang ia kenal mobil siapa itu.


"Hay anna , mau bareng???" sapa pemilik mobil yang tak lain adalah rio.


"Enggak perlu , aku ada acara setelah ini" tolak anna halus.


"Ohh ayolah anna, aku akan mengantarkanmu " ucap rio sedikit memaksa.


"Tak perlu rio, aku bisa pergi sendiri" ucap anna sedikit kesal karena rio memaksa.


"Apa kau sudah tak ingin berteman lagi dengan ku hmm?" tanya rio dengan wajah kecewa.


"Bukan seperti itu rio, aku hanya..." ucap anna menghentikan ucapanya.


"Ayolah anna , kali ini saja" bujuk rio lagi.


"Baiklah, selama itu tak merepotkan mu" ucap anna pada rio.


Semoga zen tak melihat ini batinn anna sedikit takut.


Anna memasuki mobil rio diikuti oleh rio.


"Jadi mau kuantar kemana tuan putri??" goda rio sambil memasang seatbeltnya.


Anna nampak terkekeh mendengar rio memanggilnya tuan putri.


"Aku hanya ingin ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan ku" ucap anna jujur membuat rio sedikit terkejut tak percaya.


"Kau hamill???" tanya rio.


"Iya sudah berjalan hampir dua bulan" ucap anna.


"Baiklah akan kuantar kau kesana, apa kau sudah menemukan dokter yang tepat???" tanya rio lagi.


"Tentu saja , aku sudah mendapatkan rekomendasi dokter kandungan terbaik dari teman sekelasku" jelas anna , rio hanya manggut manggut dan melajukan mobilnya menuju klinik yang dimaksud anna.

__ADS_1


Sesampainya disana , rio masih mengantar anna sampai di bertemu dengan dokternya.


"Jadi disini, apa kau yakin???" tanya rio lagi.


"Tentu saja, apa kau akan ikut masuk juga???" tanya anna.


"Iya , aku akan menemanimu hingga selesai" ucap rio .


Setelah melakukan pendaftaran, keduanya memasuki ruangan dokter dan disambut oleh sang dokter.


"Jadi dengan ibu siapa???" tanya dokter wanita yang memeriksa.


"Ibu anna" jawab anna.


"Jadi ini suaminya ya bu???" tanya dokter lagi .


"Bukan...." belum sempat anna menjawab , rio sudah menjawab lebih dahulu.


"Ya kami sepasang suami istri yang baru saja mendapatkan kabar bahagia tentang kehamilan istri saya" ucap rio yang kemudian mendapatkan delikan dari anna.


" wahh ibu beruntung sekali mempunyai suami penyanyang yang mau mengantarkan istrinya periksa kandungan, jarang jarang lhoo saya melihat ada suami mau mengantar istrinya" ucap dokter itu tersenyum.


Anna hanya mengangguk pasrah ,


Selesai pemeriksaan anna tampak bahagia melihat janin yang dikandungnya berkembang sehat dan normal.


Andai saja zen yang mengantar mungkin dia juga merasakan bahagia seperti yang anna rasakan saat ini batin anna.


Rio kembali melajukan mobilnya untuk mengantarkan anna pulang, padahal anna sebenarnya ingin pulang naik taksi saja , takut zen akan melihat dan salah paham.


Tapi rio memaksakan untuk mengantar membuat anna tak enak harus menolak rio.


Anna hanya berharap zen belum pulang dan tak melihatnya.


Siall sekali, semoga zen tak melihat batin anna.


Saat anna memasuki mansion tampak pang pang seperti menunggunya didepan mansion.


"Nona , tuan zen sudah menunggu nona dikamar" ucap pang pang yang membuat wajah anna pucat seketika.


"Matilah akuu" batin anna gelisah.


Flashback on....


Zen baru saja keluar dari ruangan meeting dan berjalan menuju ruangan nya.


Sesampainya diruangan nya , zen menyandarkan kepalanya dikursi kebesaran nya.


"Tuan , nona baru saja mengirim pesan pada saya " ucap pang pang yang baru saja memasuki ruangan zen.


"Pesan apa???" tanya zen memgeryit penasaran.


"Nona tak ingin dijemput karena ia akan pulang awal dan ingin memeriksakan kehamilanya di dokter kandungan " ucap pang pang sambil memperlihatkan isi pesan dari anna.


"Hmmm.... Setelah ini apa masih ada pertemuan??!" tanya zen .


"masih dua kali pertemuan dengan kolega asing tuan" jelas pang pang.


"Bisakah kita memudurkan jadwalnya??? sepertinya aku ingin memberikan sureprize untuk anna" ucap zen dengan bahagia.

__ADS_1


"Baiklah tuan, saya akan mencoba bernegoisasi dengan pihak mereka" ucap pang pang kemudian meninggalkan zen diruangan nya.


Zen bisa bernafas lega karena ia bisa memundurkan jadwal pertemuanya dan bisa menemani sang istri memeriksa kan kehamilan.


Sesampainya dikampus anna , pang pang dan zen sudah melihat anna berdiri dihalte kampus , sepertinya anna sedang menunggu taksi.


Segera pang pang memajukan mobilnya untuk mendekati anna berdiri tapi sayang sekali ada mobil didepan pang pang yang berhenti tepat didepan anna berdiri.


Segera zen menyelidik , siapa dia , dan betapa kesalnya zen melihat rio mantan anna lah pemilik mobil dan nampak menghampiri anna.


"Tuan , apakah saya harus turun untuk meminta nona masuk mobil" tanya pang pang sedikit khawatir dengan raut tuan nya yang mulai berubah seperti akan marah.


"Tak perlu , kita cukup melihat dan mengikuti saja" ucap zen yang sudah terlihat amarah nya.


Cukup lama zen melihat anna berbincang dan kemudian anna memasuki mobil rio.


"Sialannnnnn" ucap zen tampak kesal dan marah melihat anna memasuki mobil rio.


Ternyata anna tak pernah takut ancaman nya pada anna mengenai kedekatan nya dengan rio.


"Ikuti mereka!!!" perintah zen yang kemudian pang pang melajukan mobilnya mengikuti mobil rio.


Sampai akhirnya mereka berhenti disebuah klinik kandungan yang cukup besar dan terkenal.


Rio dan anna memasuki klinik itu berdua membuat zen menggepalkan tangan nya.


"Apa tuan tak turun untuk menghampiri nona??" tanya pang pang mencoba mengalihkan amarah tuan nya.


"Tak perlu, lebih baik kita pulang dan menunggu dimansion" ucap zen tegas .


"Baiklah tuan " ucap pang pang kemudian melajukan mobilnya menuju mansion.


Sesampainya dimansion , zen turun dengan raut wajah yang terlihat marah.


"Suruh anna masuk kekamar jika sudah pulang" ucap zen pada pang pang kemudian meninggalkan pang pang.


Alenna yang melihat tuan nya pulang lebih awal dan tanpa ada anna sedikit senang dan berniat mengodanya tapi melihat wajah tuan nya yang sepertinya sedang dilanda amarah, alenna mengurungkan niatnya untuk merayu tuan nya itu.


Brakkkkk.....


Zen memasuki kamar dan membanting pintu kamar.


"Sialan kau anna, bisa bisanya kau pergi dengan pria lain, sepertinya kau meremehkan ancaman ku" maki zen didalam kamar.


Flashback offfff.....


Ceklek..... Anna membuka pintu kamar pelan pelan dan betapa terkejutnya dia melihat zen sudah menunggu nya diranjang sambil bersedekap....


"Apakah sudah puas bersenang senangnya baby...."ucap zen tampak senyum menyerigai membuat anna takut.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Bersambung.....


baru selesai ngetikkk 😁😁😁


gara gara tadi nonton master chef dulu...


siapa disini yang suka master cheff juga ngacunggg....☝☝

__ADS_1


dan nggak lupa juga aku ngingetin buat like vote dan komen nnya....


thank yiuhhh readers.....


__ADS_2