
Dengan langkah malas, riana memasuki kamar hotel yang dipesan hendra untuk anna.
"Mamah..." ucap anna saat melihat riana memasuki kamar hotel.
"Sayang... kamu apa kabar ???" tanya riana pada anna.
"Baik mah, mamah katanya sakit ya" tanya anna.
"Iya harusnya mamah kerumah sakit tapi mamah sempetin kesini buat ngeliat putri mamah yang cantik ini" ucap riana.
"Jangan dipaksain mah, aku bisa kok nganter atau nemenin mamah dirumah sakit" ucap anna yang langsung mendapatkan gelengan dari riana.
"Nggak perlu sayang, kamu kan lagi hamil besar jadi lebih baik kamu istirahat hmm" ucap riana yang membuat anna cemberut.
Hendra yang sedari tadi disana hanya menatap istri dan putrinya sedang berbincang tanpa menganggu.
......
Setelah mendapatkan telepon dari susi perihal anna yang dibawa pergi hendra, pang pang segera ke mansion untuk memastikan dan benar saja melihat kedua satpam zen tengah tertidur pulas.
Pang pang yakin pasti hendra sudah merencanakan ini.
Pang pang jadi teringat pesan tuannya zen bahwa zen pergi keluar kota untuk menemui tawanan mereka yaitu hendra yang hendak kabur.
Tapi kenyataannya hendra malah sudah membawa kabur anna.
Pang pang menyesal karena keteledoranya ia akan mendapatkan masalah besar.
Sedari tadi ponselnya berbunyi yang ia biarkan saja karena itu panggilan dari zen.
Tentu saja zen akan mengamuk jika tau anna dibawa pergi oleh hendra.
Sekarang pang pang dan susi tampak duduk diruang tamu mansion zen.
Pang pang berulang kali mencoba mendial nomer anna tapi nihil tak ada jawaban.
keduanya tampak memikirkan bagaimana caranya membawa anna pulang sebelum zen pulang.
"Mau pecah kepala gue !!!, sial banget ya punya majikan keras kepala!!" ucap susi menggerutu kesal.
Tampak pang pang melirik tak suka pada ucapan susi.
"Kenapa ??? emang kenyataannya kan!! coba kalau dia nurut apa yang gue bilang , nggak bakal kayak gini!!!" ucap susi kesal karena lirikan pang pang yang sepertinya tak menyukai ucapanya.
"Gue cuma curiga ada yang ngebantuin papahnya anna masuk kemansion, soalnya setau gue , satpam diluar udah pada dapet peringatan dari zen buat enggak memasukan orang sembarangan kemansion sekalipun itu keluarganya nona anna" jelas pang pang tampak berpikir.
"Gue mana tau, coba tuan zen bilang sama gue, nggak bakalan gue biarin non anna keluar!! lagian non anna juga keras kepala banget jadi orang !!! nggak mikirin kita banget!!!" ucap susi tambah kesal.
"Udah cukup okey!!! sekarang lebih baik kita pikirin gimana caranya nemuin non anna !!!" ucap pang pang tampak berdiri dan berjalan keluar menuju pos satpam diikuti oleh pang pang.
Pang pang tampak membangunkan dua satpam dimansion zen yang masih pulas tertidur.
__ADS_1
"Pakk... !!" ucap salah satu satpam yang terbangun dan tampak terkejut melihat pang pang dan susi yang membangunkanya.
"Kalian ini gimana sih !!! bisa bisanya tidur , kalian tau nggak non anna dibawa kabur papahnya!!!" ucap susi tampak kesal.
"Aapaa??!!, non anna pergii..." ucap satpam satunya yang tampak masih mengumpulkan kesadaran.
"Gue nggak mau marah marah sekarang gue cuma mau tanya, kenapa kalian bisa ketiduran bareng kayak gini!!' ucap pang pang.
"Aanuuu, tuan saya juga binggung!!" ucap salah satu satpam.
"Gampang banget ya jawabnya!!! , liat aja kalau tuan zen pulang dan kalian sudah dipastikan bakalan dipecat!!!" ucap susi jengkel.
Kedua satpam zen tampak memucat ketakutan.
"Sudahlah percuma, marah marah nggak bakal nyelesein masalah, sekarang gini aja kita cari non anna bareng bareng" ucap pang pang.
"Trus kita mau cari dimana ???'' tanya susi tampak frustasi.
"Dari tadi tuan zen juga telepon gue trus!!, gue bener bener takut" ucap susi lagi sambil memperlihatkan ponselnya pada kedua satpam zen dan pang pang.
......
"Siall.....!!!" ucap zen tampak membanting ponselnya.
Setelah ia mengetahui hendra tawanannya berhasil kabur zen langsung berusaha menghubungi anna , tapi sayangnya ponsel anna tidak aktif.
Ia takut hendra menemui anna dan memisahkan mereka, sungguh zen tak bisa membayangkan itu terjadi.
"Menurutmuu???!!!" ucap zen sambil menatap tajam roni membuat roni menunduk.
Roni tau tuanya sedari tadi gelisah mencoba menghubungi orang mansion tapi sepertinya tak ada yang menjawab panggilan zen karena zen terlihat marah sampai membanting ponselnya.
Roni sendiri sedari tadi mencoba menghubungi lisa tapi juga tak mendapatkan jawaban dari lisa.
"Segera pesan tiket pesawat pulang , dan usahakan malam ini kita bisa segera pulang!!" perintah zen.
"Baik tuan" ucap roni kemudian meninggalkan zen yang terlihat sangat frustasi.
"Siallll, sepertinya dia sudah berani macam macam denganku!!!" gerutu zen kesal.
.....
"Apa mah cerai?!!!" tanya anna tak percaya dengan apa yang diucapkan mamahnya itu.
"Iya , kamu mau kan cerai dengan zen , !!jangan khawatir ada laki laki baik yang akan menerimamu dengan anak yang sekarng ada dirahim mu ini" ucap mamahnya tampak santai.
"Mahh , pahhh ... apa salah zen sampai aku harus menceraikanya??" tanya anna tampak ingin menangis.
"Kamu nggak tau apa yang udah dia lakukan pada keluarga kita!!! zen sirubah licik itu sudah menjebak papah!!" ucap hendra tampak emosi.
"Benar anna, bahkan ia tak memberikan kami kehidupan yang layak!!" tambah riana.
__ADS_1
"Nggak mungkin, bukanya zen yang sudah mengeluarkan papah dari penjara???" tanya anna.
"Sudahlah anna!! hanya itu keinginan kami, pikirkan baik baik" ucap riana tampak kesal dan hendra tampak diam saja memperhatikan raut sedih anna.
"Maaf mah pah , jika mengecewakan kalian tapi anna benar benar tak bisa " ucap anna mulai menangis.
"Jadi kamu lebih memilih zen dari pada orangtuamu sendiri???, keluargamu sendiri??" ucap riana tampak emosi.
" Mah sudahlah, biarkan anna memikirkan semuanya" ucap hendra yang langsung mendapatkan tatapan tajam riana.
Anna hanya bisa menangis sendu tanpa menjawab orangtuanya.
"Sudahlah, aku lelah aku ingin pulang!!" ucap riana tampak berdiri.
"Mama tak menginap??' tanya anna menghentikan tangisanya.
"Mama tak ingin menganggumu, pikirkan baik ucapan maama sama papa dan jika kamu mau, kamu bisa kembali bersama kami lagi" ucap riana yang membuat anna terkejut tak percaya dengan ucapan mamahnya itu.
"Mahhh...." ucap hendra yang tampaknya sudah mulai tak tega melihat anna tampak shock mendengar ucapan riana.
"Dan lagi ... jika kamu menganggap kami ini orangtuamu jangan sekali kali kamu mencoba pergi dari sini sebelum kamu memberikan jawaban untuk mama dan papa!!" ucap riana kemudian meninggalkan anna yang mulai menangis lagi.
"Maafkan mama ya sayang, dia hanya emosi, biarkan papah yang bicara dengan mamah lagi!!" ucap hendra tampak memeluk anna sebelum berdiri meninggalkan anna.
"Papah liat ponsel anna nggak??, apa ketinggalan dimobil papah??" tanya anna sebelum hendra menghilang dari pandangannya , karena sewaktu anna bangun ia tak mendapatkan ponselnya , ia takut jika zen menghubunginya.
"Papah tidak tau, apa kamu yakin sudah membawanya ???tanya hendra.
"Hmm ya sudah pah, mungkin anna memang lupa membawanya, papah pulang nya hati hati!!" ucap anna yang kemudian diangguki oleh hendra.
Anna tampak ambruk diranjangnya , ia masih tak percaya dengan ucapan mamahnya.
Cerai ???
Bahkan anna sama sekali tak berfikir untuk melakukan itu.
Dulu ia menikah dengan zen karena ingin berbakti pada orangtuanya ...
tapi sekarang apa ???
Orangtuanya menginginkan perceraianya disaat ia juga tengah mengandung anak dari zen.
Dan yang membuat anna sulit karena...
Ia sudah mulai mencintai zen......
Bersambung....
makasih buat para readers yang masih setia baca dan maaf jika kadang tak sesuai dengan apa yang kalian inginkan...
jangan lupa like vote dan komen ya ...
__ADS_1