
Aidan nampak keluar dan membuka kan pintu mobil untuk Aqilla serta menuntun Aqilla memasuki mansion.
Dan benar saja didalam sudah banyak sekali orang yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa dan Aqilla memandanggi sebuah mayat yang terbujur kaku didepan nya dan ia sangat mengenali siapa itu.
"Ayahh.... " ucap Aqilla lirih seketika Air matanya pecah dan ia terjatuh lunglai dilantai membuat semua orang terkejut.
"Sayang...." sedih Aidan disamping Aqilla mencoba membantu Aqilla bangkit.
"Itu nggak mungkin ayah kan??? itu bukan ayah kaann " ucap Aqilla pada Aidan yang nampak ikut menangis, terlihat Anna menghampiri Aidan dan Aqilla kemudian nampak memeluk Aqilla sedangkan Zen berdiri tak jauh dari mereka sambil terus melihat kearah tubuh Roni yang kini sudah terbalut kain kafan, tak terasa Zen pun ikut meneteskan air matanya. Zen masih tak menyangka akan kehilangan sahabat dan orang kepercayaan nya itu.
"Ayah... bentar lagi ayah punya cucu, kenapa ayah ninggalin Qilla, ayah bahkan belum liat cucu ayah lahir..." ucap Aqilla masih sesenggukan menangis.
"Sabar sayang... ikhlasin ayah ketemu sama bunda disurga ya... Disini masih ada Mama, Papa dan Juga Aidan yang terus sayang sama jagain Aqilla" ucap Mama Anna mencoba menenangkan Aqilla.
Dan Aqilla masih sesenggukan menangis dipelukan Anna dan Aidan yang sedari tadi setia memegang tangan Aqilla erat.
...
"Bagaimana ini bisa terjadi, bukankah sebelumnya baik baik saja ???" tanya Zen pada salah satu rekan Roni yang mengetahui Roni tiada.
"Selaama ini ternyata Roni memiliki riwayat penyakit jantung, dan dia menyembunyikan dari kita semua tuan termasuk pada putrinya sendiri, Hanya dia dan dokter pribadinya yang mengetahui riwayat penyakitnya" jelas rekan Ayah Roni yang sempat membawa Roni kerumah sakit sebelum dinyatakan meninggal itu.
Zen hanya terdiam mendengar pengakuan dari rekan Roni, kemudian berjalan memasuki mansion lagi dan memerintahkan anak buahnya untuk segera melakukan prosesi pemakaman, karena ia tak ingin Aqilla menantunya larut dalam kesedihan karena melihat Roni dan tak ingin terjadi sesuatu pada calon cucunya itu.
.....
Aqilla nampak tersungkur didepan makam sang Ayah yang makamnya berdampingan dengan makam Bundanya.
Hari sudah mulai gelap karena memang perjalanan menuju makam sangatlah jauh, tapi Aqilla masih enggan beranjak, dan Aidan masih setia menemani istrinya itu tak lupa pula dengan Anna dan Zen yang masih menemani Aqilla dimakam sang ayah.
"Sayang... udah mau gelap, pulang yukkk, biarin Ayah bahagia sama Bunda disana" ucap Aidan menghibur sang istri.
Aqilla hanya menggelengkan kepalanya pelan tanda masih belum ingin berajak dari sana.
Anna dan Zen kini telah masuk kemobil lebih dahulu dan tinggalah Aqilla yang masih termenung didepan gundukan tanah serta masih ditemani oleh Aidan dengan setia.
Hingga 2 jam barulah Aqilla berajak dari makam membuat Aidan sedikit lega karena ia khawatir dengan kondisi istrinya itu.
Aqilla dan Aidan kini sudah berada di dalam mobil duduk dibelakang, karena memang Aidan sengaja membawa sopir pribadinya untuk menyetir mobilnya.
Aidan nampak memeluk istrinya dan membelai rambut istrinya, membuat Istrinya merasa nyaman.
__ADS_1
Sesampai diapartemen Aqilla memasuki kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun dan Aqilla langsung berbaring tanpa memnersihkan badan nya terlebih dahulu.
Akhirnya Aidan berinisiatif membawa sebaskom air hangat dan handuk untuk mengelap tubuh Aqilla tak lupa membantu Aqilla menganti pakainya.
Aqilla tak menolak karena memang ia benar benar sudah tak berdaya walau hanya melangkah kekamar mandi jadi dia lebih memilih pasrah.
Selesai membersihkan badan Aqilla, Aidan segera menuangkan sup hangat dan juga bubur ayam yang tadi ia pesan lewat aplikasi online. Karena seharian ini memang Aqilla sama sekali belum makan membuatnya sangat khawttir.
"Sayang.... makan dulu yaa..." ucap Aidan yang kini telah meletakan nampan berisi bubur dan sup di nakas.
Terlihat Aqilla tak mengubris ucapan Aidan dan masih melamun entah memikirkan apa.
"Sayang...." panggil Aidan lagi sambil memegang tangan Aqilla.
"Hmmm...." balas Aqilla yang nampak terkejut, matanya memandang Aidan sayu.
"Makan dulu yaa, kan seharian belum makan" ucap Aidan sambil mengambil mangkuk dan siap untuk menyuapi Aqilla.
"Aku nggak laper..." ucap Aqilla pelan.
"Dikit aja sayang, kasian anak kita yang ada diperut kamu... yaa ???? Aku suapin ..." ucap Aidan dan terlihat Aqilla menghela nafas kemudian mengangguk menerbitkan senyum diwajah Aidan.
Aidan yang melihat itu merasa cemas, akhirnya Aidan berajak dan membuatkan susu hangat untuk Aqilla agar perut Aqilla terisi dan kali ini tanpa bantahan Aqilla langsung meminum susu buatan Aidan.
"Sekarang tidur yaa ??? nggak usah mikir aneh aneh, ikhlasin ayah, disana ayah udab bahagia sama bunda" ucap Aidan sambil mengelus rambut Aqilla.
"Aku hanya takut..." ucap Aqilla dengan suara terisak seperti akan menangis.
"Takut kenapa sayang....??" tanya Aidan.
"Takut kalau sewaktu waktu kamu ninggalin aku, aku udah nggak punya siapa siapa lagi" jelas Aqilla yang kini kembali menangis.
"Huss... mana mungkin aku ninggalin kamu hmmm... bentar lagi keluarga kita udah lengkap karena kehadiran ini" ucap Aidan nampak menyentuh perut Aqilla.
"Dan aku sama sekali nggak pernah mikir buat ninggalin kamu hmm, trusting mee.. hmmm" ucap Aidan tulus.
Aqilla hanya terdiam karena binggung harus percaya atau tidak dengan ucapan Aidan.
"Percaya sama aku sayang" ucap Aidan yang kemudian mendapatkan anggukan dan senyuman dari Aqilla.
Keduanya pun berpelukan dan tak lupa Aidan mencium kening Aqilla membuat Aqilla merasakan hangat seketika.
__ADS_1
....
Seorang wanita berjalan pelan memasuki gerbang mansion mewah dengan menarik koper berwarna merah.
Terlihat penjaga mansion menghadang jalan wanita itu.
"Nona mencari siapa ???" tanya penjaga itu yang masih melihat wajah wanita yang terlihat masih muda itu.
Wanita itu nampak melihat kearah dua penjaga membuat penjaga terkejut setelah mengetahui siapa yang baru saja masuk.
Setelah berhasil melewati penjaga itu segera wanita itu kembali memasuki mansion dan masih menyeret kopernya.
Plaakkkkkkkk.....
Sebuah tamparan melayang kearah wanita itu.
"Masih berani kamu menginjakan kaki dimansion ini setelah kamu mempermalukan keluarga!!!" geram Kai pada putrinya Allea yang baru saja memasuki mansion.
Ya wanita yang memasuki mansion adalah Allea.
"Pah... sudah... " lerai Tania yang tak tega melihat Kai menampar Allea.
"Dia pantas mendapatkan ini karena sudah mempermalukan keluarga kita??!!!" geram Kai.
"Dan sekarang untuk apa dia kembali lagi !!!" ucap Kai lagi masih emosi melihat wajah Allea.
"Sayang selama ini kamu kemana saja dan mengapa kamu harus membatalkan pernikahan itu tanpa sepengetahuan kami ???" tanya Tania lembut membuat Kai geram dan meninggalkan Tania dan Allea.
"Maafin Allea Ma... Allea salah.... " ucap Allea mulai membuka suaranya setelah Kai pergi.
Nampak Tania memeluk putrinya Allea.
**Bersambung....
halooo...
maaf baru up...
insyallah besok bakalan up 2hari sekali...
makasih buat yang masih setia baca cerita aku... jangan lupa like vote dan komen** ...
__ADS_1