MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
42


__ADS_3

"Ya takut ,siapa tau zen disana dengan wanita lain" ucap rio tersenyum sinis.


Deggg.....


Jantung anna berdetak lebih cepat, ia seperti dejavu teringat zen dengan wanita lain dan tampak mesra.


"Apa kamu takut???" tanya rio yang sedikit senang melihat anna nampak khawatir.


"Ahh tidak aku mempercayai Zen tak akan melakukan itu, ya sudah aku kekelas dulu yaa " ucap anna tiba tiba, kemudian meninggalkan rio tapi tangan nya dicekal oleh Rio.


"Apa kamu yakin dia tak akan melakukan itu dibelakangmu????" Tanya Rio lagi membuat Anna sedikit cemas.


"Tentu saja aku yakin, dia tidak seperti mu yang menempel pada semua wanita" ucap Anna membuat Rio sedikit tercubit hatinya.


Melihat Rio tampak lenggah, Anna kemudian melepaskan cekalan tangan Rio dan meninggalkan Rio.


Terlihat Rio tampak geram dengan ucapan Anna, meskipun sebenarnya ucapan Anna benar.


Ia ingat pernah meninggalkan Anna hanya karena kepolosan anna tak seperti wanita lain yang rela melemparkan tubuhnya untuk memuaskan hasratnya.


Anna sedikit senang bisa menghindari Rio, walaupun ada sedikit perasaan takut jika ucapan Rio benar, tapi ia harus mempercayai Zen, ya ia harus percaya pada suaminya.


                             ****


Zen tampak membuka pesan dari pang pang dan memperlihatkan aktifitas Anna, ia cukup lega karena pang pang disisi Anna ia bisa leluasa meninggalkan Anna tanpa khawatir ada yang mendekati anna.


"Tuan kita sudah sampai" ucap Roni yang sedari tadi menyetir dibangku depan, ia kemudian keluar dan membukakan pintu untuk Zen .


Pintu mobil terbuka dan Zen nampak keluar didepan nya terdapat gedung kantor yang tak terlalu besar.


Ia kemudian memasuki gedung itu dan terlihat para karyawan membungkuk hormat pada zen.


Ia memasuki sebuah ruangan dan nampak pria yang terlihat sedikit tua dengan setelan jas kantornya sedang terlihat fokus menatap layar laptop.


"Halo ayah mertua apa kabar???" Ucap Zen kemudian tersenyum.


Pria yang tadi sempat fokus didepan layar laptop itu kemudian melihat wajah Zen tampak raut kesal diwajahnya pria itu.ya dia hendra papah anna.


"Zen... " ucap hendra datar.


"Sepertinya papah mertua ku sedang sibuk" ucap zen dengan senyum smirk nya.


"Kau sendiri ??? Tak mengajak anna" tanya hendra papah anna.


"Seperti yang papah lihat, aku sendiri" ucap zen.


Tampak hendra menggepal tangan nya .


"Sebenarnya apa yang kau lakukan pada keluargaku ???" tanya hendra mulai tersulut amarahnya.


"Memang apa yang aku lakukan papah mertua??? Bukankah aku membantu mu mendirikan perusahaan yang sudah bangkrut???" ucap zen sinis.


"Tapi kamu memisahkan aku dengan putriku sendiri!!!' " ucap hendra tampak berteriak.


"Benarkah itu putri papah???'' tanya zen terlihat meremehkan.


"Jika anna tau apa yang sedang kau lakukan pada keluargaku, aku yakin dia akan meninggalkan mu!!!" teriak hendra lagi.


"Dan jika anna siapa dia sebenarnya , mungkin papah dan mamah riana harus bersiap siap hidup miskin lagi " ucap zen tenang.


"Brengsekkk!!!!! sebenarnya siapa kau dan apa yang kau tau tentang keluargaku" tanya hendra masih dengan amarahnya.


"Jika papah masih ingin hidup kaya, jangan sekali kali mencoba mengusik ku dan anna, tapi jika kalian ingin kembali miskin yaa silahkan saja, aku akan dengan mudah melemparmu dari sini" ucap zen dengan nada santai.


"Jangan pernah mencoba mengatur hidupku!!!!" teriak hendra lagi.


"Bahkan tanpa anna , kalian bukan siapa siapa, jadi jangan sekali kali berani mengusik hidup anna lagi jika masih ingin kehidupan kalian berjalan normal" ucap zen bangkit dari duduknya.


"Dan ingatlah mulai sekarang semua aset kekayaan anna berada dibawah kendali ku, aku pastikan pembunuh seperti kamu tak akan mendapatkan sepeser pun dari aset itu" ucap zen kemudian meninggalkan tempat itu.


Hendra tampak menggepalkan tangan penuh amarah , dia kemudian melampiaskan dengan mengobrak abrik apa yang ada di mejanya.


Hendra tak menyangka, ternyta didunia bisnis zen terkenal pintar dan kejam, dulu dia pikir dengan menikahkan anna dengan zen tak hanya bisa membuatnya keluar dari penjara tapi juga bisa membuat perusahaan nya semakin maju tapi ia malah dibuang ditempat yang sangat jauh dan ia sudah tak mempunyai akses untuk keluar dari kota itu.

__ADS_1


Zen benar benar mempersiapkan segalanya , ia sampai menutup akses nya dan keluarganya untuk keluar dari tempat itu.


Bahkan setiap hari ia harus bertengkar dengan riana sang istri yang selalu protes ingin kembali ke kota sebelumnya , karena dikota kecil yang hendra dan keluarga tempati sekarang sama sekali tak ada para wanita sosialita teman teman riana.


Hendra benar benar terpuruk, usaha nya selama ini untuk mendapatkan aset yang anna punya harus ia kubur dalam dalam karena zen , ya karena zen sialan itu yang menghancurkan segala usaha hendra yang selama ini ia bangun.


 



 


"Silahkan tuan" ucap roni sambil membukakan pintu hotel.


"Istirahtlah, mungkin kita akan kembali besok, persiapkan tiket pulang" ucap zen .


"Baiklah tuan" ucap roni.


Zen memasuki hotel yang sangat mewah kemudian duduk disalah satu sofa.


Ia menggendurkan dasinya, dan menyandarkan kepalanya disofa.


Sebenarnya zen masih harus mengurus beberapa hal disini tapi ia sangat merindukan istrinya , jadi zen memilih menghandle melalui asisten kepercayaan nya disini agar ia bisa pulang lebih awal dan bertemu dengan istrinya tercinta.


Zen kemudian mengeluarkan sebuah foto lusuh yang ia simpan didompet.


Foto dua orang anak laki laki dan satu perempuan, terlihat mereka tersenyum kearah kamera.


"Aku udah nepatin janji aku kan buat bahagiain kamu, semoga kamu selalu bahagia dengan ku" ucap zen lirih kemudian mencium foto itu dan memasukan ke dompet lagi.


Flashback on....


Seorang gadis kecil nampak keluar dari mobil mewah papahnya dan berlari kearah taman sebuah rumah yang sangat mewah.


"Apa kamu suka???" ucap seorang pria pada gadis yang masih duduk dibangku dasar itu.


"Suka sekali pah, jadi mulai sekarang kita tinggal disini yaaa??" tanya gadis itu polos.


Sore hari nya gadis itu nampak berjalan jalan menikmati suasana sekitar rumah barunya.


Dan dia melihat 3anak laki laki nampak mengolok olok satu anak laki laki yang hanya diam saja.


"Haha dia tidak mungkin bisa membeli sepeda seperti kita"


"Iya dia kan tak punya ayah"


"Kasian sekali , dasar anak pungut"


Olokan olokan yang membuat gadis itu kesal dan menghampiri keempat laki laki itu


"Berhenti menghina atau kalian akan kulaporkan pada papahku" ucap gadis itu dengan berani.


Seketika keempat anak laki laki itu melihat dan langsung terkejut.


"Bukankah dia anak baru yang tinggal disana"


"Iya ayahku bekerja pada ayahnya"


"Lebih baik kita segera pergi"


Mereka tampak bisik bisik kemudia pergi meninggalkan satu anak laki laki yang jadi bahan olokan tadi.


"Kamu nggak apa apa???" tanya gadis itu.


"Tidak, terimakasih, tapi aku sebenarnya sudah biasa mendengar itu" ucap laki laki itu.


"Mereka memang anak nakal, ohh iya nama kamu siapa??' tanya gadis itu.


"Aku alex , kamu???"


"Aku anna, dimana kamu tinggal?? Aku tinggal dirumah baru warna hijau itu" ucap anna sambil menunjukan rumahnya.


"iya aku tau kok, aku tinggal di panti dekat danau" ucap alex.

__ADS_1


"Apakah jauh dari sini??" tanya anna.


"Tidak terlalu, kapan kapan kamu boleh main kesana" ucap alex.


"Tenti saja , jadi kita berteman???' ajak anna.


"Kamu tidak malu berteman dengan anak panti sepertiku??" tanya alex.


"Tentu saja tidak, kenapa harus malu" tanya anna heran.


"Tidak apa, ya sudah aku mau kembali ke panti" ucap alex kemudian meninggalkan anna.


Sejak saat itu anna dan alex sering bermain bersama , bahkan alex sering bermain dirumah anna, keluarga anna juga sangat menyayangi alex.


Siang itu anna tampak menunggu alex ditaman rumahnya.


"Dorrr" goda alex yang tiba tiba berada dibelakang anna.


"Ihh alex , kamu ngagetin aku" ucap anna tampak sebal.


"Maaf ya, aku lama ya" ucap alex nampak terkekeh.


"Iya lama banget sih" gerutu anna.


"Tadi ibu panti nyuruh aku ngaterin pesenan dulu jadi lama, ohh iya anna aku punya sesuatu lho buat kamu" ucap alex.


"Apa???" tanya anna penasaran.


"Tadaaaa, kamu suka nggak" tanya alex yang tampak memgeluarkan sebuah gelang berinisial A2.


"Wah bagus banget, " ucap anna tampak antusias menerima gelang itu.


Alex nampak memakaikan gelang itu pada anna.


"Nanti kalau kita udah besar kalau aku udah kaya , kamu mau kan jadi istri aku" ucap alex Sambil memakaikan gelang.


"Jadi istri kamu kayak papah sama mamah gitu??' tanya anna dan diangguki oleh alex.


"Iya aku mau" ucap anna malu malu, keduanya kini nampak tersenyum bahaggia.


Hingga tragedi itu terjadi dimana mobil ambulance memasuki area rumah keluarga anna.


Ya terjadi kecelakaan tragis saat anna dan keluarganya sedang mengadakan liburan.


Hanya anna yang selamat dikecelakaan itu sedangkan kedua orangtuanya tidak selamat.


Anna mengalami luka parah dan amnesia.


Anna kemudian diadopsi oleh paman nya , kakak dari papah anna dan dia pindah ikut kekota dengan paman nya.


Alex sempat shock karena ia bahkan belum sempat bertemu dengan anna sebelum pindah.


Hingga suatu hari ia diadopsi oleh keluarga kaya raya yang sudah lama menikah dan tak memiliki anak.


Disitu alex kecil bertekad untuk bersekolah tinggi dan menjadi orang sukses agar nanti bisa mencari anna dan menikahi anna seperti janjinya pada anna dan papah anna .


Ya papah anna yang baik hati , yang mau menerima alex yang hanya anak panti , menyayangi alex saat alex bermain dirumah anna.


Pernah suatu siang saat alex membantu papah anna merapikan tempat kerjanya,


"Alex , om percaya kamu anak baik, jadilah orang sukses dan om harap kamu bisa menjaga anna suatu hari nanti" ucap kriss papah anna.


Flashback offf.....


Zen terbangun dengan nafas terengah engah.


Dan untuk kesekian kalinya ia memimpikan itu lagi....


Bersambungg......


maaf yeee baru update dan hanya update satu karena hari ini super sibukkkk....


jangan lupa like vote dan komen yaaa....thankyouuu

__ADS_1


__ADS_2