
Aqilla mencoba membuka matanya yang masih lengket karena kantuk yang masih menyerang, entah mengapa ia merasa ada sebuah tangan yang merengkuh pinggangnya dan Aqilla juga mencium wangi maskulin dari Aidan.
Mencoba membuka matanya, Aqilla benar benar melihat Aidan yang kini juga ikut terpejam disampingnya.
"Apa ini mimpi ???" batin Aqilla nampak mengerjapkan matanya mencoba menyadarkan dirinya jika ini bukanlah mimpi.
Yang ia lihat memang nyata, Aidan sudah pulang dan berada disampingnya. hingga sebuah suara serak Aidan benar benar memyadarkan Aqilla jika memang Aidan sudah kembali.
"Apa sebegitu meridukan aku hingga membuatmu menatapku seperti itu hmmm??" ucap Aidan yang langsung mendapatkan cubitan mesra dari Aqilla.
"Kok udah pulang ??? katanya seminggu ???" tanya Aqilla, pasalnya Aidan memang mengatakan jika Aidan akan pergi seminggu dan ini baru 3hari Aidan sudah kembali.
"Kenapa ??? emangnya nggak boleh ???" tanya Aidan yang nampak mengeratkan pelukanya agar Aqilla tetap berbaring disampingnya.
"Nggak kok, aku malahan seneng banget kamu udah pulang" ucap Aqilla manja.
"Hari ini nggak usah ngampus yaa??? nanti aku temenin soalnya aku mau libur sayang" ucap Aidan.
"Nggak bisa sayang, hari ini aku terakhir ujian dan harus masuk , maaf yaa " ucap Aqilla nampak sedih.
"Ya udah nggak apa apa biar aku nanti yang anter jemput" ucap Aidan santai.
"Ya udah aku mau mandi dulu, lepasin dong pelukanya" ucap Aqilla mencoba memindahkan lengan Aidan yang semakin erat memeluknya.
"Nantilah sayang, masih malem ini " ucap Aidan santai.
"Udah jam 6 ini sayang , nanti aku bisa telat" ucap Aqilla sedikit jengkel.
"Iya iya oke, yuk mandi bareng kalau gitu" ucap Aidan dengan senyum mesumnya.
"Bisa telat aku kalau mandi bareng" ucap Aqilla mengerti maksud Aidan, melepaskan rengkuhan Aidan dan langsung kabur kekamar mandi. Aidan nampak geleng geleng kepala melihat tingkah istrinya.
Aidan dan Aqilla nampak turun dari kamarnya dan berjala menuju meja makan yang sudah ditunggu oleh Anna dan Zen.
"Gimana sama proyeknya???"Tanya Zen pada Aidan yang baru saja duduk didepan Mama Anna.
__ADS_1
"Papa ini apa sih . anak baru duduk juga udah ditanyain masalah kerjaan" ucap Anna pada Zen.
"Iya nih Pah, Papah nggak perlu khawatir, senuanya aman kalau sama Aidan " bangga Aidan pada Zen.
"Oke Papa percaya kamu" ucap Zen singkat.
"Sayang hari ini kamu masih kuliah ???" tanya Anna pada Aqilla yang sibuk mengambilkan makanan untuk Aidan.
"Iya Mah, hari ini terakhir Aqilla masuk, doain ya Mah biar ujianya lancar" ucap Aqilla.
"Pasti sayang, Mama bakalam selalu doain kamu" ucap Anna membuat Aqilla tersenyum bahagia.
"Setelah ini kamu istirahat dirumah nggak usah ngerjain kerjaan apapun, kamu harus jaga kesehatan bayi yang kamu kandung" nasehat Zen pada Anna.
"Iya pah" jawab Anna sambil tersenyum, Anna nampak menghela nafas bersyukur karena memiliki keluarga yang baik dan sayang padanya walaupun kedua orang tua Anna sudah meninggal.
Selesai sarapan, Aidan dan Aqilla sudah berada dimobil karena Aqilla akan diantar oleh Aidan.
Mobil melaju dengan santai karena keduanya melepas rindu dengan obrolan obrolan santai sambil sesekali ada candaan yang membuat keduanya tersenyum bahagia.
"Iya sayang, " ucap Aqilla yang kini mencium tangan suaminya sebelum keluar dari mobil.
Setelah memastikan Aqilla sudah memasuki area kampus, Aidan melajukan mobilnya menuju apartemen untuk beristirahat karena hari ini ia memutuskan untuk mengambil cuti, sudah menjadi kebiasaan Aidan akan mengambil cuti setelah pulang dari bertugas keluar kota.
Sesampainya diapartemen Aidan merasakan ponselnya bergetar. Ia mengambil ponsel disaku celana dan membuka isi pesan dari nomer yang tak ia kenal.
Nomer baru itu nampak mengirimkan beberapa foto ke Aidan yang membuat Aidan terkejut karena itu foto istrinya yang terlihat dekat dengan pria yang tak asing untuk Aidan, Aidan mencoba menginggat ingat siapa pria itu hingga ia menginggat jika pria itu yang ia lihat didepan kampus Aqilla dan terlihat dekat juga dengan Aqilla.
"Apa maksudnya ini??" batin Aidan yang kesal melihat istrinya nampak dekat dengan pria lain.
Segera Aidan menghubungi nomer yang baru saja mengirimkan gambar namun sayangnya sudah tak aktif, akhirnya Aidan menghubungi detektif kepercayaan nya untuk kejelasan dari foto yang baru saja ia lihat.
"Segera lacak nomer yang kukirim dan cari tahu tentang foto laki laki yang aku kirim, Segera!!!!" ucap Aidan kemudian nampak membanting ponselnya kesofa karena kesal.
Bagaimana tidak kesal jika ada yang ingin menganggu hubungan nya dengan Aqilla disaat ia sudah bisa menerima Aqilla sebagai istrinya dan cinta terakhirnya sekarang malah ia mendapatkan foto yang dikirim dari orang yang tak ia kenal.
__ADS_1
.....
Aqilla memasuki mobil Aidan dan melihat Aidan hanya diam saja tanpa ekspresi, terlihat sangat datar dan dingin.
"Lama ya bee nungguin???" tanya Aqilla walaupun sebenarnya Aqilla tak merasa jika ia terlambat.
.
"Sedikitt.. " ucap Aidan yang kini melajukan mobilnya menuju apartemen.
"Maafin aku yaa..." ucap Aqilla merasa tak enak .
"Enggak apa apa sayang" ucap Aidan mencoba memaksakan senyuman walaupun sebenarnya ia sedang kesal dengan Aqilla.
Melihat Aidan yang membalas dengan embel embel sayang membuat Aqilla lega, setidaknya Aidan tak marah dengannya.
Hening..
Itulah yang dirasakan Aqilla saat berada dimobil bersama Aidan.
Aqilla binggung sebenarnya ada apa dengan Aidan, tak seperti biasanya ia mendiamkan nya seperti ini.
Apa aku melakukan kesalahan batin Aqilla mencoba mencari cari dimana salahnya.
"Kamu marah sama aku ???" tanya Aqilla akhirnya membuka obrolanya.
"Enggak..." ucap Aidan masih fokus menyetir mobil.
"Perasaan tadi pagi baik baik aja .." ucap Aqilla.
"Aku nggak apa apa sayang" ucap Aidan masih fokus menyetir tak melihat kearah Aqilla.
Fix Aidan marah ini ... batin Aqilla sambi memikirkan dimana letak kesalahanya.
**Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa vote like and koment ya gengskuu**....