MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
34


__ADS_3

Zen berjalan memasuki mansion setelah seharian ia lelah bekerja bahkan hingga tengah malam baru menyelesaikan pekerjaan nya yang menumpuk akibat liburan dadakan untuk menemani sang istri dikota gudeg kemaren.


"Baru pulang tuan???" sapa alenna ramah .


"Hmmm,anna sudah tidur??" tanya zen sambil terus berjalan.


"Sepertinya sudah tuan, mau dibuatkan kopi atau teh tuan???" tanya alenna lagi.


"Tak perlu!!!" jawab zen singkat.


Jujur zen sebenarnya muak dengan sifat pembantunya seperti susi dan alenna, ingin rasanya ia membuang jauh kedua pembantu centilnya itu.


Saat memasuki kamar , dilihatnya sang istri sudah terlelap dengan wajah yang menenangkan.


Selesai mandi zen bergegas mendekati istrinya, dikecupnya kening istrinya kemudian ia elus perut sang istri.


"Gimana keadaaan anak ayah ?? Rewel nggak hari ini???" tanya zen sambil terus mengelus perut istrinya.


"Jangan nakal ya dek , kasian bunda " ucap zen lagi sebelum akhirnya mengecup perut istrinya kemudian berbaring disamping istrinya.


 


\\\*


 


Pagi harinya setelah mengantar sang istrinya , mobil zen melaju menuju kantor.


"Jadi akan sesibuk apa hari ini???" tanya zen pada pang pang.


"Mungkin akan pulang larut lagi tuan, karena ada jadwal meeting 3x dan pertemuan dengan investor asing" ucap pang pang pada zen .


"Baiklah jadi kali ini aku tak akan bisa melihat anna lagi" ucap zen sedikit kesal.


Tampak pang pang mengulas senyuman nya.


Ia cukup mengerti apa yang dirasakan oleh tuan nya yang begitu merindukan istrinya.


Sesampainya dikantor salah satu sekertaris zen langsung mendekati zen.


"Tuan , ada salah satu tamu perusahaan asing yang ingin menemui anda" ucap sang sekertaris.


Tampak zen mengerutkan alisnya , sepagi ini??? Dan tanpa membuat janji .


"Dimana dia???" tanya zen.


"Beliau sudah memaksa masuk ruangan anda tuan, maafkan saya tak bisa mencegah masuk" ucap sang sekertaris tampak ketakutan.


Zen bergegas menuju ruangan nya dan tanpa menjawab sang sekertaris.


Saat memasuki ruangan nya sejujurnya zen sedikit terkejut tapi ia mencoba biasa saja melihat siapa yang datang kali ini.


Kai , iya kai suami tania yang menemui nya sepagi ini.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan zen , apakah kedatangan saya menganggu anda pagi ini???' tanya kai tampak tersenyum palsu.


"Tentu saja tidak, suatu kehormatan seorang kai yang sangat sulit untuk ditemui tiba tiba datang menemui saya" ucap zen tersenyum kemudian duduk disofa depan kai.


"Kedatangan saya kali ini ingin menawarkan kerja sama yang pastinya saling menguntungkan untuk kita berdua" ucap kai .


Zen tampak mengeryit,


"Kerja sama seperti apa??" tanya zen.


"penggabungan dua perusahaan, jika anda menyetujui saya akan memberikan apa yang anda sukai" ucap kai.


"Apa yang aku sukai ??? seperti???" tanya zen memancing kai.


"Wanita mungkin" ucap kai tegas.


"Hahahaha, maafkan saya tuan, saya menjalankan bisnis secara sehat, dan lagi untuk apa saya mencari wanita lagi sedangkan saya sudah menikah dan wanita saya sudah membuat saya puas lebih dari cukup" ucap zen dengan nada mengejek.


Tampak kai sedikit geram dengan ucapan zen.


"Jadi anda menolak tawaran saya" tanya kai dengan wajah tenangnya .


"Maafkan saya tuan, sepertinya iya karena itu sama sekali tidak menguntungkan untuk saya" ucap zen tegas.


"ahh sepertinya saya salah orang, bukan anda orang yang saya cari , maafkan saya salah menilai anda, saya pikir anda cukup tergoda dengan wanita ****** yang saya punya" sindir kai pada zen.


Zen mengulas senyum tipis.


"Sayang sekali tuan, sepertinya ****** ****** itu yang datang pada saya secara cuma cuma tanpa saya mengoda nya terlebih dahulu" ucap zen yang sangat menohok untuk kai.


Seperginya kai, raut zen tampak kesal kemudian ia mengendurkan dasinya dan mengambil ponselnya disaku untuk menghubungi seseorang.


"Lihat setiap gerak gerik kai, sepertinya dia berniat menghancurkan ku" ucap zen kemudian menutup ponselnya.


 


\\\


 


Kai berjalan cepat memasuki mansiom dengan wajah marahnya.


"Dimana tania????" tanya kai pada salah satu maid dimansion itu.


"Nona masih dikamar tuan, " ucap salah satu maid itu.


Kai segera berjalan kearah kamar tania dan ,


Brakkkkkkk....


Ia membuka kasar pintu kamar tania membuat tania yang baru saja keluar dari kamar mandi dan masih mengunakan jubah mandinya tersentak kaget.


"Apa apan ini kai" tanya tania yang binggung melihat wajah amarah kai.

__ADS_1


Plaaakkkkkkk....


Satu tamparan mendarat dipipi tania membuat tania meringgis perih.


"Dasar ****** memalukan,!!! " ucap kai kemudian ia melempar tania ke ranjang dan mencekik leher tania.


"Lepas... Lepaskan kai... Apa maksudmu??? " tanya tania sambil menangis dan menahan tangan kai yang mencoba mencekik lehernya.


"Apa pria yang kuberikan masih tidak memuaskan mu ******, sampai harus membuatmu menganggu zen sialan itu" ucap kai masih dilanda amarah.


"Zen??? Apa maksudmu!!" ucap tania binggung.


"Berhenti pura pura bodoh, brengsek , sepertinya kali ini aku akan menghukum mu!!!" ucap kai kemudian melepaskan ikat pinggang yang melilit dicelana nya.


Kai membuka secara kasar jubah mandi tania kemudian ia menyabetkan satu sabetan ditubuh tania menggunakan ikat pinggang.


"Sakitt,,, ampun kai sakitttt" jerit tania yang membuat kai bersemangat terus menyiksa tania.


"Dasar ****** sialan, berani beraninya kau mengoda zen , bahkan menyerahkan tubuhmu pada zen secara cuma cuma" ucap kai sambil terus menyiksa tania.


Tania hanya pasrah dan menangis , berharap penderitaan ini segera berakhir.


Setelah puas melihat tubuh tania yang tampak memerah dan banyak luka, kai segera meninggalkan kamar tania .


Tania masih meringkuk menangis kesakitan.


Ia benar benar lelah dengan semua ini.


"Mengapa kau begitu jahat pada ku zen, aku akan membalasmu , ya aku akan membalasmu !!! Jika aku tak bahhagia kamu juga nggak akan bahagia" ucap tania lirih sambik terus menangis.


Sedangkan kai setelah puas menyiksa tania ia berjalan memasuki ruangan kerjanya , meneguk segelas vodka berharap bisa menghilangkan amarahnya kala melihat senyuman zen yang meremehkannya.


Awalnya kai ingin mengajak kerja sama zen untuk memancing zen agar mengakui jika ia masih memiliki rasa dengan tania dan menghancurkan zen dengan itu.


Tapi siapa sangka ternyta tania lah yang menggoda zen dan malah ia yang diremehkan oleh zen.


"Sialan , !!!! Aku harus tau apa kelemahanya " ucap kai membanting vas yang berada dimeja kerja kai.


Kai merogoh saku dan mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang.


"Cari tau semua tentang zen, serta cari apa kelemahanya , segera !!!! Jika kamu bisa mendapatkan itu aku akan memberikan apapun yang kamu mau, jika tidak maka kamu harus melepaskan putrimu untuk kunikmati" ucap kai tegas.


"Baik bos" ucap seorang yang ditelepon kai.


Segera kai mematikan panggilanya dan menyerigai.


"Kita lihat kali ini siapa yang akan menang zen" ucap kai tersenyum jahat.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Bersambung......


jangan lupa like vote dan komenya yaa readers....

__ADS_1


thank youuuu buat yang masih setia baca.....


__ADS_2