
Setelah mengemas beberapa barang yang ia bawa dan aqilla bawa, dan perjalanan yang tak terlalu jauh mereka pun sampai apartemen aidan.
Apartemen aidan sangat mewah dan bagus, aqilla tak menyangka ia akan tinggal ditempat semewah ini.
"Ini kamar kamu, dan disana kamar aku" ucap aidan yang membuat aqilla kaget setengah mati.
"Mak..maksud kakak ????" tanya aqilla binggung.
"Ya kamu bakalan tidur disini dan aku dikamar sana , jadi kita nggak tidur bareng" ucap aidan membuat aqilla terlihat kecewa.
"Tapi bukankah kita suami istri kak??" tanya aqilla pada aidan.
"Jangan berharap lebih padaku aqilla, kamu cukup tau alasan aku menerima menikahi kamu, hanya tak ingin membuat keluargaku malu dan jika segalanya telah mereda aku akan melepaskan mu" ucap aidan jujur.
"Jadi , .. aku pikir kakak bakalan bisa menerima aku secara perlahan" ucap aqilla nampak menunduk dan sangat kecewa.
"Selama ini aku hanya menganggapmu sebagai adik qilla tak lebih dari itu jadi jangan berharap lebih, aku tak ingin menyakitimu " ucap aidan kemudian meninggalkan aqilla .
Aqilla memasuki kamar apartemen yang sangat mewah, dia nampak duduk dipinggir ranjang dan memikirkan perkataan aidan yang baru saja ia ucapkan.
Tak terasa air mata aqilla menetes karena terlalu kecewa hingga tak sanggup menahan lagi.
"Apa sih kak susahnya nerima aku" ucap aqilla nampak sesenggukan menangis.
...
Aidan memasuki kamar nya dan sedikit merenung tentang apa yang ia katakan pada aqilla, apa perkataanya sudah keterlaluan hingga membuat qilla nampak ingin menangis, tapi mau bagaimana lagi aidan hanya tak ingin memberi harapan yang nantinya akan mengecewakan aqilla karena aidan sendiri masih belum bisa melupakan allea, ya allea... walaupun allea sudah menyakitinya tapi sangatlah susah melupakan semua kenangan begitu saja.
Cukup lama aidan merenung dan ia akhirnya bergegas untuk mandi karena ia ingin tidur siang sekedar melepas penat yang sangat berat ia rasakan.
Lama sekali aidan mencoba memejamkan mata tapi nyatanya ia masih juga belum bisa tidur.
Aidan malah penasaran apa yang dilakukan aqilla, entahlah setelah apa yang diucapkanya tadi ia merasa tak enak dengan aqilla.
Hanya merasa tak enak bukan berarti dia suka menyukai aqilla.
Aidan masih menganggap aqilla adiknya, hanya adik saja.
Karena frustasi tak bisa tidur akhirnya aidan keluar kamar dan melihat aqilla nampak sibuk membersihkan ruang santai diapartemen itu.
__ADS_1
"Apa kamu tak lelah??? istirahatlah biaar besok dibersihkan bik marni, karena mulai besok bik marni yang akan menjadi asisten diapartemen ini" ucap aidan menjelaskan.
Bik marni adalah salah satu penbantu dimansion zen yang dulu juga merawat aidan dan karena dekat dengan aidan makanya aidan memilih bik marni untuk menjadi asisten rumah tangga di apartemenya.
"Nggak apa apa kak, lagian qilla binggung juga mau ngapain nggak ada kerjaan, kakak mau dibikinin sesuatu??" tanya aqilla merasa sedikit senang dperhatikan oleh suaminya itu.
"Ehm... enggak usah, aku bisa bikin sendiri" ucap aidan.
"Kalau pengen dibikin apa gitu bilang aja kak, nanti qilla bikinin" ucap qilla tersenyum pada aidan membuat aidan salah tingkah.
"Hmm iya... kamu mulai kuliah kapan???" tanya aidan sambil duduk disofa dan memperhatikan aqilla yang sibuk mengelap vas bunga.
"Lusa kak, aku cuma ambil cuti 3hari soalnya, takut ketinggalan kelas banyak" ucap aqilla.
"Mulai sekarang kalau berangkat biar aku yang anter, nanti pulangnya kamu naik taksi, nggak usah bawa mobil sendiri" jelas aidan.
"Qilla kan juga nggak bisa bawa mobil kak" ucap qilla sambil tersenyum.
"Ehmm... maafin aku ya qilla, gara gara aku harus jadi korban sandiwara pernikahan ini" ucap aidan membuat qilla menuduk sedih.
Jika saja kakak tau, qilla seneng banget bisa nikah sama kakak, qilla juga nggak menganggap semua ini sandiwara, tapi sayangnya cuma qilla yang merasakan ini, kakak enggak, tapi qilla bakalan sabar sampai kakak bisa menerima qilla, ya qilla bakalan sabar kak batin aqilla sambil menunduk.
"Padahal kamu nggak harus ngelakuin ini qilla sayang" ucap aidan spontan membuat dada aqilla berdetak kencang.
Apa ???? sayang ??? iya baru saja aidan memanggilnya sayang batin qilla dengan girangnya.
Tanpa aqilla sadari ia nampak tersenyum malu malu membuat aidan merasa tak enak sepertnya aidan sudah salah ucap.
"Ya sudah kakak kekamar dulu, kamu istirahat aqilla besok kamu kecapekan ??" ucap aidan kemudian pergi meninggalkan aqilla.
Tak sulit ya benar, untuk membuat aidan menerima aqilla sepertinya tak terlalu sulit, qilla hanya butuh kesabaran lebih lagi.
Itulah keyakinan qilla, karena ia paham betul aidan orang yang hangat dan baik .
....
Setelah sibuk berkelut dengan dapur akhirnya tersaji juga makan malam untuk aqilla dan aidan.
Aqilla memang sengaja memasakan aidan makan malam, agar lebih menghemat pengeluaran, meskipun aidan kaya raya tapi aqilla tak ingin memanfaatkan itu untuk bermalas malasan.
__ADS_1
Sebagai seorang istri memang sudah kewajibanya melayani suaminya.
"Kamu yang masak semuanya???" tanya aidan sudah berganti pakaian dan rambutnya terlihat masih basah.
"Iya dong kak, kakak duduk dulu" ucap aqilla nampak masuk kekamarnya membuat aidan binggung .
Dan saat keluar aqilla sudah membawa hairdryer membuat aidan tambah binggung.
"Sini rambut kakak biar aku keringin dulu" ucap aqilla nampak menghidupkan hairdryer.
"Enng.. enggak usah " ucap aidan merasa tak enak.
"Enggak apap apa kak, maaf ya aku megang kepala kakak" ucap aqilla yang kini sudah mulai mengeringkan rambut aidan dengan hairdryer itu.
Jantung aqilla berdegup sangat kencang , karena untuk pertama kalinya ia memegang bagian tubuh aidan.
Begitupun aidan, baru pertama kali ia merasakan perhatian dari seorang wanita selain mamanya karena selama ini allea hanya bersikap manja padanya tetapi jarang sekali memanjakan ataupun memperhatikan aidan.
"Udah kering deh" ucap aqilla nampak mematikan hairdryer nya.
"Makasih" ucap aidan merasa kikuk.
"Ya udah kak, yukk makan, biar qilla ambilinn" ajak aqilla nampak mengambilkan nasi kepiring aidan.
"Kakak mau lauk apa ??" tanya aqilla dan belum sempat aidan menjawab ponsel aidan sudah berdering lebih dulu dan segera aidan mengangkat panggilanya tanpa menjawab aqilla yang sedari tadi menunggu jawabanya.
"Jadi gimana, kamu sudah menemukan allea???" tanya aidan seketika saat menerima panggilan tanpa basa basi .
Deggggg.....
mendengar aidan menyebut nama allea seketika membuat dada aqilla bergemuruh.
Jadi kak aidan masih berusaha mencari keberadaan kak allea batin aqilla merasakan sesak didadanya....
**Bersambung.....
Jangan lupa like , komen dan vote ya gengskuu๐๐๐
Tengkyuuuu myreadersss**.....
__ADS_1