MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
37


__ADS_3

"Akhirnya tuan pulang juga " ucap lisa saat membuka pintu mansion nya.


" hmm , apa anna sudah tidur, ???" tanya zen.


"Iya tuan, sedari tadi nona menunggu tuan hingga tak makan malam" ucap lisa membuat zen terkejut.


"Kenapa bisa ???harus nya kamu anterin kekamarnya atau paksa gitu!!!" ucap zen sedikit kesal.


"Maaf tuan, nona menunggu tuan katanya ingin makan malam bersama" ucap lisa jadi takut melihat zen marah.


"Arghh sudahlah !!!!" ucap zen menghela nafas kasar kemudian pergi meninggalkan lisa.


Lisa sedikit lega , setidaknya ia tak dimarahin oleh tuan nya.


"Tuan kenapa???" tanya alenna tiba tiba dibelakang lisa.


"Entahlah mungkin mereka sedang bertengkar" ucap lisa kemudian meninggalkan alenna yang terlihat senyum memyerigai.


Zen memasuki kamar dan dilihatnya wajah tenang sang istri yang tengah terlelap.


Apa harus kubangunkan untuk ku ajak makan malam batin zen .


Diliriknya jam sudah pukul 2pagi, akhirnya zen memutuskan tidur disamping istrinya.


Pagi harinya anna cukup terkejut melihat zen tidur disampingnya sambil memeluknya.


Dia membalik kan badan menghadap zen, dipandangi nya wajah tampan suaminya .


Ya memang benar benar zen yang berada disampingnya sekarang dan sedang memeluknya.


Anna menggurungkan niatnya untuk segera mandi, ia sedang asyik menikmati wajah tampan suaminya, tiba tiba sang suami membuka matanya.


Sedikit terkejut tapi kemudian anna tersenyum pada zen.


Zen langsung bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.


"Zenn...." panggil anna sebelum zen memasuki kamar mandi.


Zen tak menjawab malah langsung memasuki kamar mandi.


Anna kecewa , ia pikir zen sudah memaafkan nya , tapi nyatanya ia masih marah.


Ya sudah lah memang semua salah nya.


Anna menghela nafas kecewa.


Cukup lama zen dikamar mandi dan akhirnya keluar dengan wajah nya yang terlihat dingin dan cuek.


"Aku sudah menyiapkan pakaian mu zen" ucap anna sambil tersenyum.


"Hmmm." jawab zen singkat.


"Ya sudah aku pergi mandi dulu" ucap anna kemudian memasuki kamar mandi.


Zen menghela nafas  , sejujurnya ia tak tega mendiami istrinya yang masih saja perhatian pada nya walaupun ia bersikap dingin tapi zen juga masih kesal dengan anna yang masih saja berhubungan dengan mantan kekasihnya walaupun zen tau anna sudah berusaha menjauhi rio tapi kesal saja melihat anna masih saja luluh dengan rio.


Zen turun menuju meja makan tanpa menunggu anna.


"Selamat pagi tuan" sapa susi ramah.


"Pagi" balas zen singkat.


"pagi ini saya membuatkan sandwich dan nasi goreng seafood kesukaan tuan" uccap susi ramah.


"Hmmm" balas zen.


Terlihat anna mendekati meja makan dan dduduk disamping zen.


Saat ia akan melayani zen mengambilkan nasi goreng dipiring zen mencegahnya.


"Makan saja, biarkan susi yang mengambilkan" ucap zen kemudian mengambil piring yang dibawa anna.

__ADS_1


"Susi, layani saya" perintah zen kemudian mengulurkan piring pada susi.


"Baik tuan," ucap susi girang kemudian mengambil piring zen.


Terlihat anna nampak sangat kecewa.


"Sabar anna, zen masih marah, sabarrr" batin anna melihat pemandangan yang menyakiti hatinya.


Harusnya ia yang melayani zen bukanya susi.


Anna mencoba tegar dan memakan sandwichnya.


Baru satu gigit sadwich, Tiba tiba anna merasa perutnya mual, akhirnya ia segera berlari kekamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


Hoekk....


Hoekkkk....


Segera zen berlari mengikuti istrinya kekamar mandi dan dengan cekatan zen mengelus elus punggung sang istri untuk meredakan mual.


"Sakitt???" tanya zen tak tega melihat wajah istrinya.


"Nggak tau , mual banget perutnya " ucap anna.


"Pengen makan apa"tanya zen dan anna hanya menggelengkan kepalanya.


"Harus makan !!!, mau makan apa??? Tanya zen lagi.


"Mau disuapin kamuu" ucap anna manja.


Zen menghela nafas.


"Ya sudah ayoo" ajak zen langsung membuat anna girang.


Dan benar saja , satu suapan , dua suapan bahkan hingga satu piring tak tersisa , nasi goreng sudah masuk diperut anna tanpa mual bahkan dimuntahkan.


Zen sedikit lega karena akhirnya anna bisa memakan makananya tanpa dimuntahkan.


Hening tanpa suara , tanpa ada yang berbicara , zen dan anna sibuk dengan pikiran masing masing.


Pang pang yang sedari tadi memandang tuan dan nonanya itu juga sedikit canggung.


Akhirnya mobil berhenti tepat didepan kampus anna.


"Nanti pulang aku jemput!!!' ucap zen masih dingin.


"Baikalh, aku beramgkat dulu" ucap anna kemudian keluar mobil.


Anna segera memasuki kampus , sebisa mungkin hari ini ia harus menghindari rio, ya demi kebaikan nya dan juga zen.


 


\*


 


Anna bergegas keluar dari kelasnya , dilihatnya jam sudah waktunya makan siang, dan setelah ini dia tak mempunyai jadwal kelas lagi.


Anna berpikir untuk mendatangi kantor zen dan mengajaknya makan siang, sepertinya bukan ide yang buruk, siapa tau setelah itu zen sudah memaafkanya.


Dengan semangat anna berjalan menyusuri lorong kampus , hingga tak sengaja ia melihat rio, ya rio, sepertinya dia sedang mencari diri nya.


Segera anna berlari menuju toilet terdekat untuk bersembunyi agar rio tak melihatnya.


Cukup lama anna bersembunyi ditoilet akhirnya ia memberanikan diri untuk keluar.


Dilihatnya kanam kiri, sepertinya sudah tak ada rio.


Sedikit lega akhirnya anna berjalan sedikit cepat untuk keluar dan mendapatkan taksi.


"Anna...." panggil seseorang yang tak lain adalah rio.

__ADS_1


Ya rio berada didepan nya sekarang, bagaimana bisaa ???? batin anna padahal sedari tadi ia sudah memastikan tak ada rio.


"Hmmmm iyaa " jawab anna sedikit malas.


"Hari ini aku mau ngajak kamu..." belum sempat rio melanjutkan anna sudah lamgsung menjawabnya terlebih dahulu.


"Maaf rio hari ini aku ada acara , aku ingin mengajak suami ku makan siang" jelas anna .


" wahh sayang sekali, padahal aku juga ingin mengajak mu makan siang.


"Hmm maaafkan aku rio" ucap anna.


"Ya sudah tak apa , sana berangkatlah


" ucao rio kemudian diangguki oleh anna.


"Bye rio" ucap anna sambil melambaikan tangan nya.


Tampak rio tersenyum menyerigai kemudian ia mengambil ponselnya mengetik sesuatu kemudian mengirimkan pada seseorang.


Rio nampak berjalan sambil bersiul terlihat bahagia.


Ya sepertinya ia akan mendapatkan jackpot kali iini.


Anna sedikit lega akhirnya ia bisa menghindari rio, segera anna menghentikan sebuah taksi yang melintas depan kantornya.


"Kantor xxx ya pak' ucap anna pada sopir taksi saat memasuki taksi itu.


"Baiklah nona." ucap sang sopir.


Sekitar setengah jam akhirnya anna sampai dikantor suaminya.


Dengan semangat anna berjalan menuju ruangan suaminya .


Tampak para karyawan memandangi kedatangan anna sambil sesekali berbisik.


"Itu istrinya tuan zen"


"Cantik ya "


"Iya cantik banget".


"Beda banget sama yang baru aja datang" salah satu bisikan yang membuat anna sedikit terkejut.


Apa maksudnya, emang siapa yang baru saja datang batin anna.


Anna berjalan dan akhirnya sampai dipintu depan kantor zen.


Ceklekkk....


Anna membuka pintu ruangan zen tanpa mengetuk.


Seketika anna membulatkan mata tak percaya kemudian membungkam mulutnya,mencoba tak menangisi apa yang baru saja ia lihat.


Ya anna melihat seorang wanita dengan pakaian teramat seksi duduk dipangkuan zen dan zen terlihat anteng tanpa menolak apa yang wanita itu lakukan.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Bersambung....


yeyyee....


akhirnya ...


maaf baru update...


pulang kerja jam 9 langsung deh ngetik biar nggak bikin kesel para reader yang setia menunggu lanjutan cerita....


jangan lupa like vote dan komen.


muaaaacihh readersss

__ADS_1


__ADS_2