
Allea berjalan memasuki sebuah club malam yang terlihat sangat ramai malam ini. Sebenarnya Allea malas jika terlalu ramai tapi mau bagaimana lagi, ia harus menemui seseorang agar bisa membantunya.
Bisa dibilang ia sahabat Allea sejak dulu.
"Lama banget..." Gerutu seorang pria yang tengah duduk sambil memeganggi segelas minuman alkohol.
"Habis ngajak ketemu ditempat kayak gini...males !! mana rame gini " ucap Allea dengan nada kesal.
"Lagi stresss gua , makanya kesini biar dikit ilang beban nya...!!" ucap Pria itu santai.
"Cewek itu lagi ??!" tanya Allea sedikit sinis.
"Dicuekin lagi ??" tanya Allea lagi karena tak mendapatkan jawaban dari pria itu.
"Ya begitulah..." ucap Pria itu.
"Kita sekarang berada diposisi yang sama dan gue pikir kita bisa kerja sama, apalagi orang itu udah jadi pasangan tom ..." ucap Allea licik.
"Maksud Lo ???!!" tanya Tomy yang tak lain adalah teman Aqilla dikampus.
"Ya iya... elo suka sama Aqilla dan Gue juga masih cinta sama Aidan ... cocok kan??? pas banget nggak sih kalo kita ngerusak hubungan mereka ??? elo bisa dapet Aqilla dan Gue bisa dapet Aidan lagi " ucap Allea santai.
"Gila Lo....!!!' ucap Tomy tak percaya dengan ucapan Allea.
"Kenapa sih ??? lagian Aidan juga belom ngenalin Elo kan kalau Elo temen Gue .." ucap Allea.
"Ya emang belum cuma, enggak ah kalau buat ngerusak hubungan mereka, gue nggak mau!!" ucap Tomy tegas.
"Hey .whyyyy ???" tanya Allea heran.
"Ya Gue nggak mau aja maksa seseorang buat cinta sama Gue sampe segitunya, biarlah gue pendem aja rasa ini," ucap Tomy yang mendapat kekehan dari Allea.
"Iya iyaa... dipendem tapi digalauin mulu gara gara dicuekin.." ejek Allea membuat Tomy mendengus kesal.
"Emang bener kan??? dah lah Tom, nggak usah munafik " ucap Allea.
"Bukanya munafik tapi ngeliat Aqilla bahagia aja udah bikin Gue juga bahagia" ucap Tomy.
"Iya bahagia tapi digalauin mulu... dah lah mendingan kita kerja sama aja , biar sama sama untung juga.. elo dapet Aqilla dan gue bisa balikan lagi sama Aidan " ucap Allea.
__ADS_1
"Emang Elo punya rencana apa ??" tanya Tomy.
"Ada lah , yang jelas ini bisa bikin hubungan mereka rusak dan setelah itu pas Aqilla galau elo bisa kan deketin dia, pepet trus biar Aqilla luluh, dia kan yatim piatu pasti nggak ada sandaran kalau pas susah" ucap Allea dengan nada sinis.
"Hmmm....." Tomy hanya bergumam kemudian meneguk minumanya yang membuat pikiranya melayang jauh keawan.
....
"Ini cabe nya di iris juga ??!" Tanya Aidan yang kini tengah bergelut membantu Aqilla memasak didapur.
"Iyaa, nanti itu ditumis dulu sampai harum.." ucap Aqilla yang tengah sibuk mengiris bakso.
Malam ini memang Aqilla dan Aidan tengah sibuk memasak makan malam didapur. walaupun awalnya Aidan memaksa mengajak Aqilla untuk dinner diluar tapi nyatanya Aidan mengalah dan memilih makan malam dirumah sesuai dengan keinginan istrinya.
Makanya Aidan berinisiatif membantu istrinya memasak didapur.
Selesai memasak keduanya kini tampak menikmati masakan yang mereka buat.
Sambil bercanda tawa, Aidan yang mengoda Aqilla mencoba membuat Aqilla tersenyum dan sesekali terlihat Aqilla tersenyum membuat Aidan merasa lega. Hingga dering ponsel menganggu acara makan malam mereka.
"Siapa beee???" Tanya Aqilla pada Aidan yang terlihat mengecek ponselnya.
"Angkat àja dulu Bee sapa tau penting" ucap Aqilla dan langsung diangguki oleh Aidan.
Aidan nampak menjauh untuk mengangkat telpon dari sekertarisnya, Aqilla melihat Aidan sedikit kesal jika dilihat dari nada Aidan berbicara membuat Aqilla heran dengan apa yang terjadi.
Hanya sebentar kemudian Aidan kembali lagi ke meja makan.
"Kok kesel gitu sih sayang ???" tanya Aqiilla melihat raut wajah kesal Aidan.
"Kesel aja sama Lusi sekertaris aku, ngabarin kalau besok aku harus keluar kota buat ketemu sama klien!!" ucap Aidan dengan nada kesal.
"Yaa nggak apa apa kan sayang, lagian salahnya dimana coba kan Lusi mungkin juga baru dapet kabar dari klien kamu" ucap Aqilla mencoba menenangkan suaminya.
"Iya tapi kok nggak tanya dulu sama aku langsung di oke in aja, harusnya kan konfirmasi sama aku dulu" ucap Aidann.
"Ya nggak apa apa sayang, kan buat perusahaan juga!!" ucap Aqilla.
"Iya sih, tapi kan aku masih belum bisa ninggalin kamu " ucap Aidan khawatir.
__ADS_1
"Aku nggak apa apa sayang, lagipula cuma 3 hari kan ??" tanya Aqilla.
"Ya iya... tapi kan ... hmm apa kamu ikut aja ya sayang ???" ajak Aidan.
"Aku nggak bisa sayang, seminggu ini aku ada ujian sebelum nanti cuti" ucap Aqilla.
"Padahal tempatnya bagus banget sayang, aku yakin kamu suka, itung itung liburan kita kan ??" bujuk Aidan.
"Hmmm maaaf bee... soalnya ujianya penting juga... aku nggak apa apa kok ditinggal, besok aku pulang ketempat Mama sama Papa aja biar kamu nggak khawatir" ucap Aqilla.
"Yakin nihh nggak ikut ???" tanya Aidan masih membujuk.
"Yakin sayang, besok lagi aja kalau timing nya pas!! " ucap Aqila sambil tersenyum.
"Ya sudah, " ucap Aidan dengan raut kecewa.
"Cemberut lagi..." gerutu Aqilla melihat raut wajah Aidan yang cemberut.
"Enggak sayang, bener ya besok ke mansion Mama selama aku nggak ada dan juga kalau kemana mana harus dianter sama sopir ya ?? nggak boleh pergi sendiri.!!" ucap Aidan .
"Iya sayang ,, siap deh..." ucap Aqilla.
Selesai makan malam Aqilla membantu Aidan mengemasi barang barang karena memang besok Aidan harus berangkat pagi pagi sekali.
"Aku udah bawain obat sama vitamin yaa sewaktu waktu pusing diminum sayang, jangan lupa juga vitaminya" ucap Aqilla sambil masih mengemasi barang barang Aidan.
"Iya sayang ... perhatian banget sihh " ucap Aidan memeluk Aqilla dari belakang sambil mengelitik i Aqilla membuat Aqilla terkekeh geli.
"Apa sih bee.. geli tau..." ucap Aqilla sambil tertawa.
"Pengen sayang..." ucap Aidan manja membuat Aqilla paham dengan kode suaminya itu.
Keduanya nampak menikmati malam mereka dengan desahan desahan dan erangan erangan kenikmatan.
**Bersambung.....
Jangan lupa like vote dan komen yaa...
thank youu**
__ADS_1