
Disebuah restoran berbintang riana dan hendra sedang dinner bersama rio.
Rio memang mengajak orangtua anna dinner sekaligus membahas tentang kesepakatan yang akan mereka buat bersama.
"Jadi sekarang anna sudah dihotel milik papah saya om??" tanya rio.
"Iya tentu saja nak rio , dia sudah disana dan anna pasti akan menuruti kita untuk menceraikan zen" ucap riana menyela hendra ketika ingin menjawab.
"Tapi apakah nak rio tidak apa apa , keadaan anna sekarang kan sedang hamil besar ??" tanya hendra pada rio.
"Tidak masalah om, anak itu bisa kita pikirkan belakangan" ucap rio tampak tersenyum licik.
"bener nak rio!! jadi kalau kita berhasil bikin nak rio dan anna nikah, nak rio janji mau bikinkan kita perusahaan lagi kan??" tanya riana .
"Tentu saja tante, tenang saja jika aku bisa memilliki anna lagi , apapun yang tante sama om minta aku kasih" ucap rio membuat mata riana berbinar.
"Benar ya nak rio, jangan bohong" ucap riana yang membuat hendra tampak menggelengkan kepalanya heran dengan ambisi sang istri.
"Kalau tante takut saya bohongi, saya bisa kasih sekarang juga asal tante sama om bisa jamin saya bisa sama anna lagi" ucap rio santai.
"Emm begini nak rio, lebih baik kita menunggu jawaban dan keputusan anna , om cummaa...."
"Papahhhhh!!!" ucap riana menghentikan ucapan hendra yang belum selesai.
"Anna pasti mau, dia pasti mau ceraiin zen, anna kan nurut kalau sama kita!!" ucap riana tampak kesal dan hendra hanya diam saja.
"Sudahlah tante om nggak usah berdebat, semua itu tergantung om sama tante ngebujuk anna , ya kalau tante mau hidup miskin lagi ya nggak papa , rio nggak masalah kalau nggak bisa dapet anna , tapi rio pastiin bakalan nyari cara lain" ucap rio tersenyum sinis.
"Tenang saja nak rio, tante pastiin nak rio bakalan kembali sama anna ,!!! percaya sama tante " ucap riana takut rio berubah pikiran.
"Hmmm.... ya sudah mari kita mulai makan dulu om tante " ucap rio mempersilahkan kedua orangtua anna.
Mereka pun menikmati dinner mereka dengan sedikit teggang.
"Saya tunggu kabar baiknya om tante " ucap rio sebelum meninggalkan restauran tempat mereka dinner.
"Tentu saja nak, percaya sama tante , tante bakal pastiin nak rio bisa kembali sama anna" ucap riana penuh percaya.
Rio hanya mengangguk kemudian memasuki mobil mewahnya dan melajukan mobilnya meninggalkan restauran.
Riana yang kesal dengan hendra memasuki mobilnya lebih dahulu dan membanting pintu mobil.
__ADS_1
Hendra hanya menggeleng, binggung harus bagaimana ia menghadapi istrinya itu.
"Mahh...." ucap hendra mencoba memulai obrolan saat memasuki mobil.
"Sudahlah pah, jika memang papah mau ngajak berdebat masalah anna, mamah capek..yang penting papah harus tau, mamah nggak mau hidup miskin apalagi dipenjara kayak kemarin lagi, papah harus ngusahain gimana caranya" ucap riana yang membuat hendra tampak menghela nafas berat.
"Dan jalan satu satunya hanya dengan menikahkan anna dengan rio, setelah itu kehidupan kita kembali normal lagi kayak dulu" ucap riana.
"Baiklah!! papah nurut sama anna, jika memang anna setuju nggak masalah kita nikahkan dia sama rio, kalau anna enggak setuju ya mau gimana lagi papah nggak bakal maksa " ucap hendra yang langsung mendapat delikan dari riana.
"Kita harus maksa anna pah, harus !!" ucap riana sedikit berteriak.
Hendra tak mengubris istrinya yang marah dan langsung melajukan mobilnya untuk pulang.
Hendra pikir percuma menanggapi istrinya yang memang keras kepala dan sulit diatur, jadi lebih baik diam saja.
"Kalau papah nggak bisa bikin hidup kita kayak dulu lagi lebih baik kita saja yang cerai!!" ancam riana yang seketika hendra menghentikan mobilnya mendadak.
"Aduhhhhh....Papah gilaa... gimana kalau kita sampai kecelakaan" ucap riana sambil memegangi dahinya yang membentur dashboard mobil.
Hendra menatap tajam istrinya membuat riana istrinya sedikit menunduk kemudian dia melajukan mobilnya kembali tanpa mengubris gerutuan riana yabg masih terdengar ditelingga hendra.
Alenna tampak frustasi berkali kali dia mendial nomer rio tapi tak ada jawaban.
ya semenjak alenna membantu rio, memberikan obat tidur diminuman yang alenna buatkan untuk satpam dimansion zen, rio memang sudah berubah.
Setiap kali alenna bertanya untuk apa rio melakukan itu semua rio jarang sekali menjawab bahkan terkadang langsung memutuskan panggilan saat mereka sedang bertelepon.
Karena dari kemarin setelah kejadian ini rio mengaku sangat sibuk dan sudah tak menemui alenna lagi.
Padahal alenna sudah sangat merindukan rio,, ya aalenna sudah merasakan kalau dia sudah mencintai rio.
Alenna nampak kesal kemudian membanting ponselnya.
Alenna binggung apa yang harus ia lakukan, dan harus mencari rio kemana karena alenna memang belum pernah diajak kerumah rio maupun ditempat rio bekerja.
.....
Tengah malam anna mendengar suara bel berbunyi dikamar hotelnya.
Anna yang sempat tertidur akhirnya terbangun dan memastikan bahwa itu benar kamarnya yang dibel.
__ADS_1
Akhirnya anna memakai jaketnya dan berjalan mendekati pintu.
Dibukanya pintu dan anna cukup terkejut siapa yang menemuinya malam malam begini.
Seketika anna mendapatkan pelukan erat dari seorang pria yang menemuinya yang tak lain adalah suami anna , zen.
"Sayang ... kamu baik baik saja kan??? aku mengkhawatirkanmu!!" ucap zen sambil mempererat pelukanya.
"Hmm bukankah tadi aku sudah mengatakan lewat telepon jika aku baik baik saja zen dan kamu malah langsung pulang" ucap anna
"Hmm ya karena urusanku sudah selesai dan aku sangat sangat merindukan istriku yang paling cantik ini jadi aku langsung mengambil penerbangan jam malam dan langsung kesini" jelas zen.
"Hmmm, masuklah" ajak anna yang berjalan masuk kemudian diikuti oleh zen..
"Sayang lebih baik kita pulang sekarang" ajak zen .
"Ini sudah dini hari zen, apa tak sebaiknya kita menginap malam ini" ucap anna yang tampak masih mengantuk.
"Hmm lebih baik kita pulang sekarang, apa perlu aku mengendongmu sampai mobil" goda zen yang membuat anna tersipu malu.
"Baiklah baiklah kita pulang sekarang, ohh ya tapi bagaimana jika papah sama mamah kesini??" tanya anna pada zen .
"Dan orangtua mu pasti akan mencarimu dimansion jika tak menemukan disini" ucap zen sedikit tersenyum.
"Hmm ya sudah , aku akan bersiap dahulu dan pastikan sampai dimansion kamu menceritakan segalanya padaku zen" ucap anna tegas.
"Tentu saja sayang, apapun untukmu" ucap zen sambil tersenyum nakal membuat pipi anna merona lagi.
Zen hanya terkekeh melihat tingkah malu malu istrinya itu.
Sementara dimansion zen yang masih terlihat teggang karena pang pang, susi dan kedua satpam zen melihat roni sudah kembali tapi tanpa zen.
"Dimana tuan zen??" tnya pang pang saat melihat roni memasuki mansion zen.
"Sebentar lagi dia sampai, bersiap siaplah kalian akan mendapatkan hukuman dari tuan zen" ucap roni tampak menyerigai membuat keempat orang itu tampak pucat dan ketakutan.
Roni hanya terkekeh melihat ekspresi takut keempat orang yang ada didepanya itu kemudian berjalan masuk untuk menemui lisa kekasihnya.
Bersambung.....
Jangan lupa like vote dan komentnya ya readers....makasihh
__ADS_1