MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
63


__ADS_3

Pang pang, susi dan kedua satpam zen masuk keruang kerja zen.


Dengan wajah pucat dan mata panda diarea lingkar mata mereka karena tidak bisa tidur semalaman memikirkan akan menjadi apa mereka hari ini menghadap zen.


"Masuklah kalian, aku sudah menunggu kalian dari tadi !! " ucap zen tampak menyerigai membuat keempat orang yang baru masuk itu bergindik ngeri.


"Jadi kalian tau apa kesalahan kalian??" tanya zen dan keempat orang itu hanya menunduk.


"Hmm hadiah apa yang seharusnya aku berikan pada kalian ???" tanya zen sedikit terkekeh.


"Tolong maafkan kesalahan kami tuan, kami sudah berusaha untuk membuat non anna tidak pergi tetapi non anna pergu tanpa sepengetahuan kami" ucap susi tampak membela diri.


"Wah , jadi ini semua kesalahan anna ... begitu maksudmu???" ucap zen .


"Bukan begitu maksudnya tuan, aduhhh" ucap susi tiba tiba mengaduh karena kakinya diinjak oleh pang pang yang berada disampingnya.


"Lebih baik kamu diam saja , jangan membantah dari pada menambah masalah!!" bisik pang pang pada susi.


Zen dan roni yang melihat pemandangan itu hanya terkekeh.


"Roni apa kamu tau hukuman apa yang pantas untuk mereka??" tanya zen pada roni membuat keempat orang yang berdiri semakin memucat.


"Mungkin sedikit sentilan diruang bawah tanah akan membuat mereka jera" jawab roni sambil terkekeh dan seketika mendapatkan delikan dari pang pang.


"Wahh sepertinya itu ide yang bagus, bagaimana kalau kita mencobanya" ucap zen tampak menyerigai.


"Ampun tuan,!! jangan !!! saya mohon maafkan saya" ucap susi tampak tersungkur sambil menangis didepan zen.


"Iya tuan, !!! maaafkan keteledoran kami, kami janji tidak akan ketiduran lagi" ucap kedua satpam zen ikut tersungkur disamping susi.


"Bagaimana denganmu pang pang?" tanya zen yang penasaran karena sedari tadi hanya pang pang yang tidak mengeluarkan suaranya.


"Saya memang salah tuan, dan saya menerima hukuman apapun" ucap pang pang pasrah.


"Benarkah???" tanya zen.


"Iya tuan" ucap pang pang lesu.


"Baikalah ... ambil ini dan nikmati hukuman kalian!!" ucap zen sambil meletakan 4amplop dimeja .


Keempat orang itu sedikit bingung karena zen memberikan mereka amplop, diambilnya amplop itu dan dibuka isinya.


Betapa kagetnya mereka saat mengetahui isi dari amplop itu.


Tiket liburan 5hari dibali.

__ADS_1


"Tuan... ini...." ucap susi tak melanjutkan kata katanya karena tak percaya zen memberikan tiket liburan kebali selama 5hari, tempat yang sangat diinginkan oleh susi selama ini.


Tampak wajah cerah kini terlihat diraut keempat orang itu.


"Terimaksih tuan, !! kami janjji setelah liburan kami akan bekerja lebih baik lagi" ucap kedua satpam zen.


Pang pang hanya tersenyum sambil terus melihat isi dari kertas itu.


"Berterimakasihlah pada roni karena semalaman ia mencari dalang dari semua ini" ucap zen dan dengan bangganya roni berdehem agar terlihat oleh keempat orang itu.


Seketika susi menghambur kepelukan roni dan langsung saja roni menolak pelukan susi.


"Terimakasih , kamu menyelamatkan hidupku!!" ucap susi saking senangnya.


"Iya ..iyaa... tapi enggak usah pekuk peluk juga kalii" ucap roni tampak sewot membuat seisi ruangan tertawa.


......


"Kalian ini kerjanya gimana sih, !!! bukanya kemarin saya sudah suruh kalian untuk melarang anak saya keluar dari kamar hotel!!" ucap riana tampak memarahi salah satu receptionis hotel karena mengetahui kamar sudah kosong dan anna tak ada ditempat.


"Maafkan saya bu, tapi semalam saya ganti shift dengan teman saya jadi saya tidak tau jika anak ibu yang menginap dikamar ini sudah pulang".ucap sang receptionist membela diri.


"Tapi kan saya sudah berpesan pada kamu, kamu memang benar benar harus saya adukan pada atasanmu !!" ancam riana yang membuat kedua receptionis itu ketakutan.


Riana tampak melirik tajam hendra dan berjalan memasuki kamar hotel tanpa memedulikan para tamu yang sedari tadi memandanginya.


Brakkkkk.... riana menutup kasar pintu hotel.


Hendra hanya menggelengkan kepalanya dan ikut memasuki kamar hotel.


"Ini salah papah!!!" ucap riana sambil melirik tajam kearah hendra.


"Mah... sudahlah lebih baik jangan memaksa anna!!, dia juga sedang hamil besar mah!!" ucap hendra mencoba memberi pengertian pada istrinya.


"Papah tau jika rio siap merawat calon anak anna , jadi apa yang papah khawatirkan??? " ucap riana kesal.


"Tapi anna sudah bahagia bersama zen mah, lebih baik kita sudahi saja" ucap hendra.


"Enggak pah... ini sudah kewajiban anna untuk berbalas budi pada kita!!" ucap riana dengan nada berteriak.


"Bahkan kita tidak seharusnya minta balas budi pada anna setelah apa yang pernah kita lakukan pada mereka !!" ucap hendra sedikit geram.


"Terserah papah!!!, yang jelas mamah nggak mau hidup miskin lagi" ucap riana kemudian meninggalkan hendra sendiri.


......

__ADS_1


"Jadi sekarang anna sudah kembali pada zen!!" ucap rio dengan nada marah.


"Maafkan kesilapan kami nak rio, kasih kami waktu untuk membawa anna lagi" bujuk riana pada rio.


"Mahh ... sudahlah !!" ucap hendra tampak kesal dengan istrinya itu.


"Terserah om dan tante!! kalau memang nggak bisa bantuin rio, jangan harap rio bisa kasih apapun pada om dan tante" ucap rio marah kemudian meninggalkan hotel.


Rio memang sengaja pergi kehotel tempat ia memesankan kamar untuk anna.


Tapi dia harus kecewa melihat kenyataanya anna sudah dibawa pulang zen.


Rio sangat kesal, padahal ia berharap jika bisa membebaskan orangtua anna dari penjara zen, ia bisa memanfaatkan orangtua anna untuk bisa kembali bersama anna lagi.


Tapi kenyataannya malah sebaliknya.


Brakkk....


Rio membanting pintu mobilnya kasar dan mengacak rambutnya frustasi.


Gagal sudah rencananya hingga dering ponselnya membuyarkan lamunannya.


Alenna calling....


"Hmmn sepertinya gue harus nyingkirin dia sebelum zen tau segalanya" ucap rio.


Rio cukup tau siapa zen dan rio yakin zen akan segera bertindak mencari tau siapa dalang dari semua ini.


"Haloo sayang" ucap rio menjawab panggilan alenna.


"Iya sayang, maafkan aku terlalu sibuk hingga melupakan mu!!"


"Emm bagaimana jika hari ini kita jalan jalan, apa kamu sibuk??" tanya rio memastikan..


"Baiklah !!bersiap siaplah aku bakaln jemput kamu didepan mansion satu jam lagi hmm" ucap rio terlihat menyerigai.


"Oke sayang, dandan yag cantik ya" goda rio kemudian memutuskan panggilan.


"Tenang rio , setelah ini kamu aman" ucap rio pada dirinya sendiri.


Dan rio mulai melajukan mobilnya menuju mansion dimana ia menjemput alenna.


Bersambung.....


Jangan lupa like vote dan komen yaa....

__ADS_1


__ADS_2