
Anna nampak berjalan tergesa gesa melewati lorong rumah sakit dan diikuti oleh Zen yang sesekali mengomel melihat istrinya yang berjalan terburu buru itu.
Setelah mendapatkan telepon dari Aidan jika Aqilla hamil dan sedang dirumah sakit, Anna dan Zen yang ssedang menikmati cumbuan fi siang hari pun langsung saja berhenti dan bergegas menuju rumah sakit.
Jengkel, itulah yang dirasakan Zen, ketika ditinggal pas lagi enak enaknya, Anna memutuskan sepihak hanya demi segera menemui menantu yang kini tengah mengandung cucunya itu.
Tapi Zen tak masalah, karena sebentar lagi ia akan mendapatkan cucu yang sudah lama ia tunggu itu dan untuk masalah cumbuan tadi bisalah diteruskan nanti malam lagi.
"Sayang... kamu nggak apa apa ?? " Tanya Anna setelah membuka pintu ruangan dan segera memeluk menantunya yang kini tengah berbaring diranjang itu.
"Mama... Qilla nggak apa apa kok" ucap Aqilla masih lesu.
"Tadi Aidan nelpon suruh Mama nemnin kamu, makanya Mama langsung kesini" ucap Anna yang kini nampak menghawatirkan menantunya itu.
"Jadi bener nih Papa bentar lagi punya cucu???" Tanya Zen yang sedari tadi dibelakang Anna.
"Iya Pah, tadi dokter juga bilang gitu" Ucap Aqilla nampak bahagia.
"Syukur sayang...Mamah ikut seneng dengernya" ucap Anna nampak mengelus rambut Aqilla.
"Papah juga seneng banget... pokonya kamu jangan capek capek ya , jaga kesehatan kalau perlu besok papah kirim Asisten rumah tangga sama Sopir biar kamu nggak kecapean" ucap Zen pada menantunya itu.
"Iya Pah makasih .." ucap Aqilla tak membantah .
"Papah juga udah kabarin Ayah kamu, nanti paling kesini" ucap Zen lagi.
"Iya sayang .. sekarang istirahat lagi ya, Mama nemenin kamu disini" ucap Anna .
"Iya Mah ... Pah ... maksih udah perhatian sama Aqilla" ucap Aqilla terharu.
"Iya Sayang..." Jawab Anna.
.....
"Bagaimana bisa kampus seelit ini ada kejadian kayak gini, ini namanya sudah kekerasan!!" ucap Aidan penuh amarah ketika melihat rekaman cctv kejadian Aqilla dibully oleh Kiki and the gengs.
"Maafkan atas keteledoran kami sebagai pihak kampus, kami janji akan memperbaiki dan menindak tegas kejadian ini" ucap wakil direktur kampus Aqilla.
"Saya nggak mau tau !!! keluarkan mereka dari kampus atau saya akan mencabut semua saham yang ada dikampus ini dan saya bisa pastikan tak akan memberikan bantuan apapun pada kampus ini lagi!!!" ucap Aidan tegas membuat para petinggi dikampus itu bergindik ngeri.
__ADS_1
"Baiklah, akan saya keluarkan ketiga mahasiswa itu... sekali lagi kami mohon maaf atas kesalahan kampus kami" ucap wakil direktur.
"Saya minta hari ini juga !!!" ucap Aidan.
"Baiklah... segera panggil ketiga orang itu dan bawa kesini!!" ucap wakil direktur pada bawahanya.
Tak berapa lama Kiky , Sisy dan Cici masuk keruangan dan Aidan memandang mereka dengan nada remeh serta emosi.
"Kalian tau apa kesalahan kalian sampai dipanggil kesini ??" tanya Wakil direktur.
Dan ketiga orang itu hanya diam dan menunduk membuat Aidan tambah geram karena mereka tak mau mengakui kesalahanya.
"Apa kalian tuli ??? Mengapa tak menjawab??!!!" ucap Wakil direktur sedikit membentak.
"Iyy .. iyaa pak ... maafkan kami , kami menyesal!!" ucap Sisy ketakutan sedangkan Kiki sebagai pelaku utama hanya diam tak bersuara.
"Bukankah kamu yang sudah mendorong istri saya hingga jatuh !!! dan kamu tak mau mengakui !!!" ucap Aidan sambil menunjuk ke arah Kiky.
"Kiky... kami punya bukti rekaman dan kamu masih tak mau mengakui kesalahanmu ??!!" tanya wakil direktur yang kini berfokus pada Kiky.
"Maafkan saya pak" ucap Kiky santai membuat Aidan geram.
"Apa hanya itu yang kamu katakan, apa kamu tak tau jika karena kamu , Aqilla hampir saja keguguran" ucap Aidan emosi dan Kiky hanya diam seperti tak peduli.
"Pak jangan keluarkan kami pak... kami mohon..." ucap Sisy dan cicy bersamaan sedangkan Kiky hanya diam saja.
"Tak ada ampun untuk kalian dan maaf perjalanan kalian dikampus ini cukup disini saja dan nanti pihak adm akan memberikan surat sanksi untuk orang tua kalian" ucap wakil direktur yang juga ikut keluar dari ruangan meeting itu serta para staff yang tadinya disana sekarang ikut keluar juga meninggalkan ruangan yang kini hanya tersisa Kiky, Sissy dan Cicy.
"Semua ini gara gara elo ... coba kalau elo nggak mulai tadi pagi nggak bakalan kayak gini" ucap Sisy menyalahkan Kiky yang hanya diam saja.
"Gue bakalan bilang apa sama bokap nyokap" ucap Cicy yang sudah menangis.
Sisy nampak menenangkan Cicy yang menangis dan mengajak keluar ruangan meninggalkan Kiky sendirian.
Sedangkan didalam ruangan Kiky hanya tersenyum sinis.
"Dasar Aqilla brengsek !!! liat aja gue bakalan bales eloo!!" ucap Kiky tersenyum sinis.
...
__ADS_1
Aidan nampak memasuki ruangan Aqilla dan melihat Aqilla tengah tertidur pulas serta melihat Mamanya tengah mengobrol dengan Zen.
"Mama sama Papa pulang dulu nggak apa apa, makasih udah gantiin Aidan jagain Aqilla" ucap Aidan pada orangtuanya .
"Gimana kejadianya kok bisa sampai Aqilla masuk rumah sakit ???"Tanya Zen pada Aidan .
"Panjang ceritanya pah... tapi udah kelar kok," ucap Aidan sambil menghela nafas.
"Mama seneng liat kamu sekarang udah sayang sama Aqilla " ucap Anna .
"Mama doain aku sama Aqilla ya" ucap Aidan dan Anna memberikan pelukan pada Aidan.
Anna dan Zen nampak keluar meninggalkan ruangan Aqilla dan kini hanya ada Aqilla yang masih tertidur dan Aidan nampak duduk disamping ranjang Aqilla sambil memandangi wajah Aqilla.
"Bee... " ucap Aqilla yang kini bangun membuat Aidan sedikit terkejut karena terlalu fokus memandangi Aqilla.
"Sayang... gimana badan kamu ??? udah enakan??" tanya Aidan lembut.
"Iya.. aku nggak apa apa " ucap Aqilla tersenyum mendengar perhatian suaminya itu.
"Maafin aku ya sayang tadi udah ngebentak kamu" ucap Aidan.menyesal.
"nggak apa apa sayang, kamu pasti belum makan yaa???" Tanya Aqilla.
"Nggak perlu mikirin aku udah makan apa belum.. sekarang kamu harus lebih fojus sama kamu dan bayi kita... Kalau aku tau kamu sering dibully dikampus aku udah bertindak sejak dulu biar kamu nggak celaka gini, kenapa kamu nggak pernah cerita " ucap Aidan .
"Maaf kak, aku pikir mereka bakalan berhenti kalau aku nggak peduliin mereka!!" ucap Aqilla.
"Hmm... aku tadi udah bilang sama pihak kampus kalau kamu bakalan cuti sampai habis melahirkan" ucap Aidan.
"Iya sayang... aku nurut aja " ucap Aqilla.
"Hmm. ...dedek sehat sehat ya diperut mami " ucap Aidan nampak mengelus perut rata Aqilla.
"Iya papi... " ucap Aqilla menirukan suara anak kecil membuat keduanya tertawa bahagia.
Bersambung....
Hay... selamat malam minggu semua...
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen...
maaciw...